Petugas Akan Lakukan Penyisiran Pada Warga yang Menginap Di Hotel Bila Kedapatan Lakukan Hal Ini - Kabar Surabaya

Breaking

Thursday, February 11, 2021

Petugas Akan Lakukan Penyisiran Pada Warga yang Menginap Di Hotel Bila Kedapatan Lakukan Hal Ini


Petugas Akan Lakukan Penyisiran Pada Warga yang Menginap Di Hotel Bila Kedapatan Lakukan Hal Ini


Kabar Surabaya - Saat ini penanganan Virus COVID-19 sudah memsuki tahapan yang lebih serius dan lebih ketat lagi. Apalagi saat ini telah dilakukan PPKM dalam skala mikro yang skalanya lebih kecil lagi dalam lingkup RT dan RW. Nantinya setiap RT/RW terebut akan dilakukan pembatasan-pembatasan yang akan disesuaikan dengan kondisi dari lingkungan masing-masing. Parameternya akan dilihat dari jumlah warga yang terpapar oleh Virus Corona dikawasan tersebut 


Dalam penerapan PPKM ini, Pemerintah Kota Surabaya juga telah mengeluarkan aturan khusus mengenai warganya yang terpapar oleh Virus COVID-19. Aturan khusus ini adalah pelarangan mengenai kegiatan isolasi mandiri (Isoman) atau karantina jika masyarakat terpapar oleh Virus Corona. Isoman atau karantina ini dilarang apabila dilakukan di tiga lokasi, yaitu Rumah Pribadi, Hotel maupun apartemen.

 


Pelarangan ini dikarenkan agar tidak menimbulkan lagi klaster-klaster baru dilokasi tersebut. Mengingat, memang lokasi-lokasi terebut bukanlah lokasi yang memadai untuk melakukan karantina. Selain tidak bisa dikontrol keadaannya, dilokasi tersebut juga tidak teredia tenaga keehatan yang bisa merawat warga yang dikarantina.

 

Di Kota Surabaya sendiri juga pernah ada kasus seorang warga yang tingkat sosialnya menengah keatas melakukan karantina mandiri di sebuah hotel. Proses karantina ini tanpa diketahui oleh pengelola hotel dan satgas COVID-19 setempat. Tentu saja hal ini akan sangat membahayakan bagi karyawan maupun penghuni hotel yang lain jika sampai tertular. Padahal yang bersangkutan telah menginap selama tiga hari dihotel terebut. 


Kasus ini akhirnya berhasil dilacak oleh pihak Kepolisian. Setelah dilakukan pemeriksaan, penghuni hotel ini ternyata dinyatakan positif COVID-19. Alhasil penderita ini langsung dievakuasi di rumah sakit rujukan guna mendapatkan perawatan lebih lanjut.

 

Berdasarkan kasus ini, nantinya petugas akan turun untuk melakukan pengecekan kepada hotel atau tempat penginapan lainnya yang menerima tamu selama tiga hari. Jika ada tamu yang menginap selama tiga hari di hotel tersebut, maka petugas akan meminta surat bebas COVID-19. Jika tidak memilikinya, maka petugas akan melakukan SWAB langsung ditempat

 

Inilah beberapa alasan, mengapa Pemkot Surabaya tidak memperbolehkan masyarakat melakukan Isolasi Mandiri di sebuah hotel :

1. Bisa menimbulkan risiko penularan pada pegawai hotel
2. Bisa terjadi klaster keluarga bagi pegawai hotel

3. Akan menimbulkan klaster perkampungan jika keluarga pegawai hotel yang terpapar keluar rumah/hotel

4. Pemkot tidak akan bisa melakukan pemantauan pasien COVID-19 yang diam-diam mmelakukan isolasi mandiri di hotel
5. Pada hotel tidak ada penanganan dari tenaga kesehatan

 

Untuk itu, Pemkot Surabaya juga menekankan bahwa untuk kegiatan karantina, masyarakat bisa memanfaatkan Hotel Asrama Haji yang memang dikhususkan untuk kegiatan karantina. Selain sarananya lengkap, dilokasi terebut juga terdapat tenaga kesehatan yang siap memantau kondisi penderita. (yyn) 


1 comment:

  1. The best thing about High Profile Escorts in Gurgaon, Delhi agency is that we have not just a few college girls for you to choose from but a whole collection of erotic girls simply waiting to have sex with their clients and it would not be courteous to not fulfill a girl’s wishes, right? If you are concerned about how you the whole booking will be carried out and other questions about the mode of payment then you can call us at Call Girls in Gurgaon, Delhi agency and one of our receptionists will be glad to help you out.
    Russian Call Girls in Faridabad
    Housewife Escorts in Agra
    Russian Escorts in Aerocity, Delhi
    Russian Escorts in Vasant Kunj

    ReplyDelete

Post Bottom Ad