Awan Pekat Kumolonimbus Membayangi Daerah Ini, Siaga Satu Segera Diterapkan - Kabar Surabaya

Breaking

Friday, February 19, 2021

Awan Pekat Kumolonimbus Membayangi Daerah Ini, Siaga Satu Segera Diterapkan


Awan Pekat Kumolonimbus Membayangi Daerah Ini, Siaga Satu Segera Diterapkan

 

Kabar Surabaya - Pada bulan Februari ini, beberapa daerah di Provinsi Jawa Timur mendapatkan beragam bencana alam. Bencana alam yang terjadi ini kebanyakan dipicu oleh adanya curah hujan yang tinggi. Akibatnya, beberapa daerah terkena bencana alam seperti banjir, tanah longsor hingga angin puting beliung.

 

Beberapa daerah di Provinsi Jatim yang terkena banjir ini adalah Jember, Jombang, Nganjuk, Sidoarjo dan Lamongan. Sedangkan untuk tanah longsor terjadi di Nganjuk yang menelan korban jiwa belasan orang. Kota Surabaya sendiri juga mengalami bencana alam berupa angin puting beliung. Fenomena yang terjadi dikawasan Pantai Kenjeran. Namun pusaran angin tersebut hanya terjadi dilaut dan tidak mengarah ke daratan. Sehingga tidak menimbulkan kerusakan yang cukup berarti.

 


Pada hari Kamis kemarin, Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda memberikan gambaran anomali cuaca yang kemungkinan akan terjadi dalam beberapa hari kedepan. Rupanya kondisi Provinsi Jawa Timur nanti, masih akan mengalami hujan dengan intensitas yang cukup tinggi.

 

Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Teguh Tri Susanto, selaku Kasie Data dan Informasi BMKG Juanda. Menurutnya, kawasan Tapal Kuda Jatim harus ekstra waspada, karena hujab dengan curah hujab tinggi berpotensi turun pada kawasan tersebut. Daerah Tapal Kuda ini seperti Banyuwangi, Bondowoso dan Jembar. Hujan lebat ini diperkirakan akan turun pada malam hari.


Namun, untuk kawasan Malang, Kediri, Nganjuk dan Trenggalek, hujan akan turun pada sore hari. Tentunya daerah seperti Nganjuk harus ekstra waspada, mengingat daerahnya baru saja mengalami bencana banjir dan tanah longsor.

 

Lantas, bagaimana dengan Kota Surabaya sendiri...?. Pihak BMKG memaparkan kalau Kota Surabaya masih berpotensi juga untuk turun hujan, namun dalam skala sedang. Hujan ini nanti akan turun sore menjelang malam.

 

Teguh mengungkapkan, Fenomena hujan dengan intensits tinggi ini selain karena Indonesia masih masuk kedalam musim penghujan, ternyata faktor Cuaca La Nina juga turut mempengaruhi. Pada awalnya La Nina ini diperkirakan akan berakhir pada bulan November. Namun, usia dari La Nina ini diperkirakan masih akan berlanjut hingga buln Mei mendatang. 


Oleh karena itu, setiap derh hrus terus bersiaga penuh untuk menghadapi dan menngani curah hujan yang tinggi ini, agar tidk banyak menimbulkan kerusakan dan korban. (yyan)    


1 comment:

  1. Vaksinasi rencananya akan dilakukan pada 22 Februari mendatang. Dalam vaksinasi tahap 2, selain ASN, TNI-Polri, dan awak media, vaksin juga diperuntukkan bagi pedagang pasar dan toko...
    Baca selengkapnya di jatimTIMES

    ReplyDelete

Post Bottom Ad