Gubenur Khofifah Langsung Ucapkan "Alhamdullilah" Ketika Melihat Kenyataan Ini - Kabar Surabaya

Breaking

Thursday, September 16, 2021

Gubenur Khofifah Langsung Ucapkan "Alhamdullilah" Ketika Melihat Kenyataan Ini

Gubenur Khofifah Langsung Ucapkan "Alhamdullilah" Ketika Melihat Kenyataan Ini


Kabar Surabaya - Perkembangan kasus Pandemi Covid-19 di Tanah Ar ini sudah memasuki masa landai. Dimana kasus konfirmasi positif baru dan angka kematian sudah menurun secara drastis. Kondisi ini juga ditandai dengan sudah menurunnya level PPKM ke level yang lebih rendah. Secara tidak langsung, semua pembatasan yang ada juga mulai dilonggarkan kembali.

 


Kondisi ini juga dialami oleh Provinsi Jawa Timur dimana secara keseluruhan kondisinya sudah sangat membaik. Hal ini bisa dilihat melalui laman milik pemerintah (https://covid19.go.id/peta-risiko) yang menampilkan visual kondisi wilayah yang diwakilkan dengan warna. Dalam laman tersebut hampir keseluruhan Kabupaten/Kota di Provinsi Jatim berwarna kuning.

 

Warna kuning ini berarti kasus penularan virus Covid-19 di wilayah tersebut sangatlah rendah. Satu langkah lagi maka Kabupaten/Kota yang berwarna kuning tersebut bisa menuju ke Zona Hijau. Bahkan dari data yang ada, angka positivity rate Provinsi Jatim mencapai 1,85 persen. Angka ini adalah rekor terendah selama adanya pandemi Covid-19, bahkan angkanya jauh di bawah ketentuan yang diberlakukan oleh WHO, yaitu <5 persen Positivity Rate.

 

Sampai saat ini Provinsi Jatim sudah bebas dari Zona Merah. Sedangkan Zona Orange yang berarti kasus penularannya dalam tingkat sedang masih dipegang oleh Kota Blitar saja. Karena 37 daerah lainnya sudah masuk ke dalam Zona Kuning. Saat ini daerah zona kuning di Provinsi Jatim sudah mencapai angka 97,37 persen.

 

Atas capaian ini, Khofifah Indar Parawansa selaku Gubenur Jawa Timur mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh pihak yang telah ikut aktif dalam kasus penanganan Virus Covid-19.

 

“Alhamdulillah, 97,37 persen daerah di Jatim telah dinyatakan oleh Satgas Covid-19 Nasional masuk dalam risiko rendah (zona kuning). Di saat yang sama, pangka ositivity rate telah mencapai 1,85 persen. Hal Ini adalah rekor terendah selama pandemi bahkan jauh di bawah ketentuan yang diberlakukan WHO yaitu <5 persen Positivity Rate,” papar Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.


Dalam kesempatan ini Gubenur Khofifah juga menjelaskan mengenai langkah-langkah penanganan terhadap pandemi Covid-19 yang masih terus dilakukan hingga saat ini. Seperti halnya untuk angka testing di Jatim, yang satu minggu terakhir telah berada di angka 147.912 test/minggu. Angka ini sudah sesuai dengan standar WHO yang mensyaratkan lebih dari 40.479 test/ minggu.



Sedangkan untuk bed occupancy rate (BOR), juga telah mengalami penurunan secara drastis. Berdasarkan data dari tanggal 3 Juli – 14 September 2021, BOR ICU RS turun dari semula 78 persen menjadi 18 persen atau mengalami penurunan sebanyak 60 persen. BOR untuk Isolasi RS turun dari 81 persen ke 13 persen atau turun sebanyak 68 persen. Begitu pula dengan BOR RS Darurat juga mengalami penurunan dari 69 persen menjadi 18 persen atau turun sebanyak 51 persen. (yyan)


No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad