Tidak Hanya Buruh Dan Mahasiswa Saja, Para Hacker Juga Ikut Beraksi Tolak Omnimbus Law - Kabar Surabaya

Breaking

Thursday, October 8, 2020

Tidak Hanya Buruh Dan Mahasiswa Saja, Para Hacker Juga Ikut Beraksi Tolak Omnimbus Law


Tidak Hanya Buruh Dan Mahasiswa Saja, Para Hacker Juga Ikut Beraksi Tolak Omnimbus Law

 

Kabar Surabaya - Aksi demo yang dilakukan oleh Massa Buruh dan Mahasiswa hari ini benar-benar menjadui perhatian dari semua masyarakat Indonesia. Aksi demo yang dilatar-belakangi oleh penolakan terhadap Undang - Undang Omnimbus Law Cipta Kerja ini dihadiri oleh ribuan massa. Hampir semua massa Buruh dan Mahasiswa turun kejalan untuk menyuarakan aspirasinya. Jumlahnya juga luar biasa, mencapai ribuan orang. Sayangnya saat massa turun kejalan, Presiden Jokowi sedang tugas ke Kalimantan dan Anggota DPR sedang menjalani masa reses.

 

Rupanya, aksi demo besar-besaran yang dilakukan pada Hari Kamis (08/10/2020) ini tidak hanya dilakukan oleh Massa Buruh dan Mahasiswa saja. Rupanya sosok-sosok anonymus hacker juga tidak ketinggalan untuk ikutan beraksi. Tidak tanggung-tanggung, situs milik Anggota DPR RI mereka hack. Uniknya para anonymus cyber ini merubah nama dalam situs tersebut. Situs yang seharusnya bertuliskan Dewan Perwakilan Rakyat, dirubah menjadi Dewan Penghianat Rakyat. 

 

Aksi hecker ini tersebar luas diberbagai media sosial khususnya dari akun Tik Tok milik @donie.chandra. Selain di media Tik-Tok, beberapa media sosial yang lain seperti Instagram, Twiter dan facebook juga menggunggahnya. Setelah beberapa saat website tersebut diretas, website milik anggota dewan ini langsung ditake down untuk sementara waktu. Sehingga ketika admin Kabar Surabaya ingin membukanya, website tersebut tidak bisa diakses.      


Indra Iskandar, selaku Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI Indra Iskandar mengakui bahwa sempat ada tindakan peretasan disitus web DPR. Aksi peretasan ini bahkan sudah terjadi sejak Senin (5/10). Namun, saat ini website DPR RI sudah aman, tetapi kondisi trafiknya sempat penuh sehingga pengunjung kesulitan untuk mengaksesnya.


Saat ini pihak Kepolisian masih berupaya untuk melakukan penyelidikan atas aksi peretasan tersebut. Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono memaparkan bahwa timnya masih melakukan penyelidikan yang mendalam. Nanti setelah penyelidikan usai, akan diberikan keterangan lebih lanjut. (yyan)

 


No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad