Setelah Berhasil Sembuhkan 18 Pasien, Begini Kondisi Isoter Gunung Anyar Saat Ini - Kabar Surabaya

Breaking

Thursday, August 19, 2021

Setelah Berhasil Sembuhkan 18 Pasien, Begini Kondisi Isoter Gunung Anyar Saat Ini

Setelah Berhasil Sembuhkan 18 Pasien, Begini Kondisi Isoter Gunung Anyar Saat Ini


Kabar Surabaya - Salah satu cara untuk menangani Pandemi Virus Covid 19 adalah dengan melakukan tracing secara akurat. Setelah itu, baru bisa dipisahkan antara yang sakit dan yang sehat. Dengan demikian tidak akan terjadi penularan virus dari yang sakit kepada yang sehat. Jika hal ini bisa dilakukan secara baik, maka tingkat kematian akan bisa ditekan seminimal mungkin.

 


Pada Bulan Juli yang lalu, kasus kematian dari masyarakat yang terpapar oleh Virus Covid-19 adalah dikarenan penuhnya kapasitas rumah sakit. Hal ini membuat banyak warga yang akhirnya memilih melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Akibatnya cukup fatal, selain menimbulkan klaster keluarga, mereka juga tidak bisa mendapatkan perawatan medis yang cukup memadai.

 

Untuk mengatasi hal tersebut, akhirnya Pemkot Surabaya berinisiatif untuk mendirikan fasilitas kesehatan tambahan, seperti halnya Rumah Sakit Darurat. Rumah Sakit Darurat ini digunakan untuk menampung masyarakat yang bergejala ringan hingga sedang. Sedangkan bagi mereka yang dinyatakan positif, namun tidak bergejala, Pemkot Surabaya memiliki Gedung Isolasi Terpadu (Isoter) yang ada di setiap Kelurahan.

 

Salah satu kawasan Isoter ini ada di Kecamatan Gunung Anyar Surabaya Timur. Namun, kawasan ini memiliki perbedaan bila dibandingkan dengan kawasan Isoter lainnya. Alih-alih dipisahkan per-Kelurahan, Isoter yang menggunakan gedung SMPN 62 ini merupakan gabungan dari 4 Kelurahan, yaitu Rungkut Menanggal, Rungkut Tengah, Gunung Anyar dan Gunung Anyar Tambak.


Penggabungan 4 Kelurahan menjadi satu lokasi ini ternyata sangat efektif. Tenaga Kesehatan bisa terfokus pada satu area saja sehingga tidak perlu berpindah-pindah tempat. Selain itu kebutuhan staff dan para relawan yang bertugas juga menjadi ringan dan tidak membutuhkan banyak personel.


Meskipun Isoter Gunung Anyar ini memiliki kapasitas hingga 60 tempat tidur, namun hingga saat ini jumlah total pasiennya hanya 32 orang saja. Dari 32 orang tersebut, saat ini hanya tersisa 14 orang saja, yaitu 2 pasien pria dan 12 pasien wanita. Sedangkan yang lainnya telah dinyatakan sembuh dan bisa kembali ke rumah masing-masing.

 

Prawoto, salah satu relawan di Isoter Gunung Anyar mengatakan bahwa disini semua pasien akan mendapatkan kontrol kesehatan secara ketat. Kebutuhan makanan dan lain sebagainya akan dipenuhi, sehingga pasien bisa berkonsentrasi terhadap kesembuhannya  Harapannya, tentu saja semua pasien yang ada disini bisa segera sembuh. 


Maria Agustin, selaku Camat Gunug Anyar juga mengungkapkan bahwa sampai saat ini belum ada pasien dari Isoter Gunung Anyar ini yang kondisinya sampai memburuk sehingga harus dilarikan ke rumah sakit. 


"Alhamdulilah, sampai saat ini tidak ada pasien yang kondisinya drop dan butuh perawatan lanjutan di rumah sakit. Semua pasien yang ada disini, saat keluar dari dari Isoter Gunung Anyar dalam keadaan sehat. Kami juga masifkan tracing kepada warga, bahkan ada 6 orang pasien disini yang merupakan satu keluarga dan tinggal satu rumah. Kita sengaja bawa mereka semua untuk mendapatkan perawatan sampai sembuh" terang Camat Maria.

 


Mengenai keberlangsungan dari kawasan Isoter Gunung Anyar ini, Camat Maria menyerahkan sepenuhnya kepada Walikota Surabaya. Namun dirinya berharap bisa menyembuhkan semua pasien yang ada di sini dulu, sebelum kawasan Isoter ini dialihfungsikan lagi menjadi sekolah. (yyan)  


No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad