Beredar Berita HOAX Walikota Risma Himbau Warga Tidak Datang ke TPS Pada 9 Desember Mendatang, Ini Penjelasannya - Kabar Surabaya

Breaking

Wednesday, November 25, 2020

Beredar Berita HOAX Walikota Risma Himbau Warga Tidak Datang ke TPS Pada 9 Desember Mendatang, Ini Penjelasannya

Beredar Berita HOAX Walikota Risma Himbau Warga Tidak Datang ke TPS Pada 9 Desember Mendatang, Ini Penjelasannya


Kabar Surabaya - Hajat besar warga Kota Surabaya akan dimulai dalam hitungan beberapa hari mendatang. Pada tanggal 9 Desember 2020 nanti, semua masyarakat akan menyalurkan hak pilihnya untuk memilih calon Walikota dan Wakil Walikota Surabaya untuk periode lima tahun mendatang. Sebagaimana diketahui bersama, bahwa Pemilihan Walikota kali ini berlangsung dalam kondisi yang memerlukan perhatian khusus. Hal ini dikarenakan paparan Virus COVID-19 yang masih melanda Kota Surabaya.

 

Apabila dihitung dari sekarang, maka perhelatan Pilwali Kota Surabaya ini tinggal 13 hari saja. Nanun, sayangnya menjelang Pilwali dilaksanakan, kasus infeksi COVID-19 di Kota Pahlawan ini meningkat sangat drastis. Tidak main-main, peningkatannya bahkan mencapai 400% atau empat kali lipat apabila dibandingkan dengan bulan September lalu. Sedangkan, Pada bulan Agustus hingga bulan September lalu, kasus penularan COVID-19 turun sangat drastis. Saat itupun ocupansi semua rumah sakit rujukan COVID-19 di Kota Surabaya hanya hanya terisi sekitar 30% saja. 



Namun saat ini tingkat ocupansi rumah sakit rujukan menjadi sangat tinggi. Hal ini seperti yang dijelaskan oleh dr. Brahmana Askandar selaku Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Surabaya. Bahwa berdasarkan laporan dari para dokter yang bertugas, dua minggu terakhir ini pertumbuhan kasus positif COCID-19 sangatlah tinggi.Bahkan untuk alat ventilator yang tersedia, jumlahnya sudah sangat terbatas.

 

Dalam suasana yang mengkhawatirkan seperti ini, tiba-tiba saja muncul pesan berantai yang beredar melalui aplikasi Whatsapp di masyarakat, Pesan yang menyebar sangat masif tersebut bertuliskan : 

Sby  masuk zona merah/hitam lagi....
RS RKZ ICU Covid juga sdh full.

Kita semua hrs lbh berhati² lagi... 🙏🙏🙏
Berita hari ini  RSLK indrapura pasien Covid naik 400 persen. RSHU(Husada Utama) juga naik 50 persen.
Kita tdk boleh lengah.
 Tingkatkan Waspada rek!

Ruang isolasi RSD Dr.Soetomo full penderita COVID.. barusan di radio SS.
 Ivoox di BaBe:
Risma Imbau Warganya Tak Datang ke TPS Pencoblosan 9 Desember


Klik untuk baca artikel:
http://share.babe.news/s/MfFkphpQvR 


Apakah pesan ini benar atau tergolong Hoax..?. Untuk mengetahuinya mari kita tela'ah satu-persatu. isi dari pesan berantai tersebut. Pada kalimat awal menyebutkan kalau Kota Surabaya masuk dalam Zona Merah/Hitam. Setelah dilakukan pengecekan pada laman (http://infocovid19.jatimprov.go.id/), yang merupakan website resmi milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Laman tersebut menunjukkan kalau Kota Pahlawan ini masih masuk ke dalam Zona Orange. Sedangkan Zona Hitam tidak ada dalam kriteria warna Peta Resiko COVID-19.


Pada point kedua disebutkan kalau RS.RKZ, RS Lapangan Indrapura, RS Husada Utama, RSUD Dr.Soetomo mengalami kenaikan jumlah penderita COVID-19. Bahkan beberapa diantaranya sampai full. Hal ini memang benar adanya. Seperti dijelaskan oleh dr.Brahmana, bahwa terjadi peningkatan 4x lipat pasca liburan panjang lalu. Namun masih belum diketahui detail rumah sakit mana saja dan bagaimana kondisinya.

 

Pada point terakhir disebutkan kalau Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengimbau agar masyarakat tidak datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) saat pencoblosan 9 Desember 2020 mendatang. Pesan ini juga mencantumkan link (http://share.babe.news/s/MfFkphpQvR) yang menjadi sumber beritanya.

 


Setelah link tersebut ditelusuri, ternyata masuk ke situs media Babe. Namun setelah dibaca secara utuh, ternyata judul pada artikel tersebut berlawanan dengan isinya. Karena isi dari berita tersebut malah sebaliknya. 


Judul berita tersebut berisi mengenai Wali Kota Risma mengharapkan warganya untuk tidak datang ke TPS pada 9 Desember mendatang. Namun isi dari berita tersebut malah sebaliknya, yaitu Wali Kota Risma mengimbau masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dan datang ke TPS pada 9 Desember 2020. Berarti informasi yang beredar ini adalah HOAX dan Salah. Jadi harap waspada dan tidak terpengaruh oleh isu-isu dari sebaram WA yang menyesatkan tersebut.(yyan)

Gambar diambil dari situs : babe.news


No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad