Nekat,... Pria Melaporkan Walikota Risma Ke Polda Jatim, Karena Diduga Lakukan Kebohongan Publik - Kabar Surabaya

Breaking

Thursday, October 29, 2020

Nekat,... Pria Melaporkan Walikota Risma Ke Polda Jatim, Karena Diduga Lakukan Kebohongan Publik


Nekat,... Pria Melaporkan Walikota Risma Ke Polda Jatim, Karena Diduga Lakukan Kebohongan Publik

 

Kabar Surabaya - Perhelatan Pemilihan Walikota yang akan dilaksanakan Bulan Desember 2020 mendatang, rupanya juga sudah membuat tensi politik di Kota Surabaya ini semakin meninggi. Hal ini ditandai dengan semakin sengitnya pertarungan anta kedua pasangan calon yang akan memperebutkan suara dari warga Kota Surabaya. Saking sengitnya pertarungan ini, Wali Kota Surabaya juga turun langsung untuk berkampanye secara online bagi pasangan Eri Cahyadi dan Armuji yang didukung oleh PDIP.

 

Namun, rupanya kampanye online yang dilakukan Wali Kota Risma ini malah berujung pelaporan ke Polda Jatim. Pelaporan Wali Kota Risma ke Polda Jatim ini tidak main-main. Sang pelapor yang merupakan Ketua DPD KAI Jatim, Abdul Malik mengungkapkan kalau orang nomor satu di Kota Surabaya ini telah melakukan kebohongan publik. Bahkan Abdul Malik juga melengkapi laporannya dengan bukti-bukti pendukung, seperti rekaman vidio dalam acara kampanye online tersebut.

 


Menurut Abdul Malik kebohongan publik yang dilakukan oleh Wali Kota Risma adalah mengaku kalau Eri Cahyadi adalah anaknya. Selain itu Wali Kota Risma juga diduga melakukan provokasi kepada publik dengan mengatakan kalau bukan Eri Cahyadi yang menang, maka Kota Surabaya yang telah 10 tahun ini dibangun ini akan hancur.

 

Mengapa harus ke Polda Jatim..?, padahal kalau masalah Pilwali, bisa langsung ke Bawaslu. Rupanya Abdul Malik mengungkapkan bahwa sebelumnya Wali Kota Risma juga telah dilaporkan ke Bawaslu. hanya saja Walikota wanita pertama di Kota Surabaya ini tidak mau datang saat dipanggil oleh Bawaslu. Namun jika laporan ditijuakan kepada Polda Jatim, jelas akan ada waktu berlakunya. Apabila dua kali tidak memenuhi panggilan, maka akan ada penjemputan paksa.

 

Abdul Malik sangat optimis kalau lapaorannya bakalan ditindaklanjuti oleh pihak Kepolisian. Hal ini dikarenakan pernah kejadian kasus yang didiga mirip dengan kasus ini dan orang yang bersangkutan kemudian dihukum penjara. (yyan) 


No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad