MERIAH TAPI BIKIN MIRIS! Surabaya Vaganza 2026 Sisakan Sampah dan Taman Rusak
Kabar Surabaya - Kemeriahan Surabaya Vaganza 2026 yang sukses menyedot ribuan penonton ternyata meninggalkan dampak besar di sejumlah titik pusat kota. Di balik megahnya parade cahaya bertema Festival of Lights, Pemerintah Kota Surabaya harus bergerak cepat menangani taman rusak dan tumpukan sampah yang memenuhi area sepanjang rute parade.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, M. Fikser, mengatakan membludaknya pengunjung memang menjadi konsekuensi dari suksesnya acara tahunan tersebut.
“Antusias warga luar biasa besar. Acaranya ramai dan sukses, tapi memang ada dampaknya,” ujar Fikser, Minggu (17/5/2026).
DLH Surabaya mencatat beberapa titik yang mengalami kerusakan berada di kawasan Tugu Pahlawan, Alun-Alun Contong, Pojok Praban, area Air Mancur Balai Pemuda, hingga taman sekitar Monumen Bambu Runcing.
Kerusakan paling banyak terjadi pada tanaman bunga dan rumput taman yang terinjak ribuan penonton. Banyak warga berdiri bahkan duduk di area jalur hijau untuk mendapatkan sudut pandang terbaik selama parade berlangsung.
Tak hanya itu, lautan manusia yang memadati pusat Kota Surabaya juga meninggalkan volume sampah dalam jumlah besar. Sampah plastik tampak berserakan di sepanjang jalur parade mulai dari botol minuman, bungkus makanan, alas duduk plastik, hingga tusuk sate.
Menurut Fikser, petugas kebersihan langsung diterjunkan sejak acara berakhir untuk memastikan kondisi kota segera kembali normal sebelum pagi hari.
DLH Surabaya mengerahkan sedikitnya 10 dump truck dan tiga unit truk compactor guna mengangkut sampah dari kawasan pusat kota.
“Mayoritas sampah berupa botol plastik, bungkus makanan, mika plastik sampai tusuk sate. Jumlahnya memang sangat banyak,” katanya.
Meski volume sampah meningkat drastis, DLH memastikan tidak seluruh limbah langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir. Sampah plastik yang masih memiliki nilai ekonomis dipilah dan dikirim ke fasilitas pengolahan Reduce, Reuse, Recycle (3R) di Gedung Coek.
Petugas kebersihan bahkan bekerja hingga sekitar pukul 03.45 WIB demi memastikan Surabaya kembali bersih sebelum aktivitas warga dimulai pada pagi hari.
“Kami tidak ingin sampai pagi kota masih kotor. Warga Surabaya pasti langsung menyoroti kalau sampah masih berserakan,” tegasnya.
Sementara itu, proses pemulihan taman kota kini juga terus dilakukan. DLH langsung mengganti tanaman dan bunga yang rusak menggunakan stok pembibitan milik Pemkot Surabaya agar area hijau kembali rapi.
Fikser pun mengajak masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas umum saat menghadiri event besar di Surabaya. Menurutnya, taman dan ruang terbuka hijau merupakan aset kota yang dibangun untuk dinikmati bersama.
“Mari sama-sama menjaga taman dan kebersihan kota. Jangan menginjak tanaman dan tetap buang sampah pada tempatnya,” pungkasnya.

No comments:
Post a Comment