SURABAYA BERGERAK! 3.000 BIBIT MANGROVE DITANAM DEMI SELAMATKAN PESISIR LAUT - Kabar Surabaya

Terbaru

Sunday, May 10, 2026

SURABAYA BERGERAK! 3.000 BIBIT MANGROVE DITANAM DEMI SELAMATKAN PESISIR LAUT

SURABAYA BERGERAK! 3.000 BIBIT MANGROVE DITANAM DEMI SELAMATKAN PESISIR LAUT


Kabar Surabaya - Gerakan peduli lingkungan kembali digaungkan Kecamatan Asemrowo dengan menggelar aksi penanaman 3.000 bibit mangrove di kawasan pesisir Kelurahan Greges, Surabaya. Kegiatan ini menjadi lanjutan dari aksi serupa yang pernah dilakukan pada 15 Mei 2020, namun kali ini hadir dengan semangat yang lebih besar dan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat serta relawan dari berbagai organisasi.


Ratusan peserta tampak antusias mengikuti kegiatan sejak pagi hari. Aksi penghijauan tersebut melibatkan berbagai komunitas sosial dan organisasi di Kota Surabaya, di antaranya Baksos’e Suroboyo, Komunitas Informasi Masyarakat (KIM), Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Jawa Timur, Forkom unsur LPMK, paguyuban RT/RW, Karang Taruna, tokoh masyarakat, AWS Kota Surabaya, Wingdik 700, hingga Motherland.


Dukungan juga datang dari kalangan akademisi seperti Universitas Airlangga (Unair), UNIPA, dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur yang menyatakan kesiapan untuk ikut mengembangkan kawasan mangrove sebagai wilayah konservasi sekaligus destinasi wisata edukasi lingkungan.



Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Camat Asemrowo Mohammad Zulchaidir beserta jajaran. Sementara itu, Terminal Petikemas Surabaya (TPS) Pelindo turut menjadi mitra utama dengan secara konsisten memberdayakan bibit mangrove dari petani lokal untuk kemudian didistribusikan dalam kegiatan penanaman.


Acara diawali dengan apel pagi yang dipimpin langsung oleh Plt Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Mohammad Fikser AP, MM, selaku inspektur apel. Dalam kesempatan tersebut, Fikser juga menyerahkan bibit mangrove secara simbolis kepada perwakilan peserta sebagai tanda dimulainya aksi penghijauan.


Setelah pengarahan dari tim lapangan, para peserta langsung bergerak menuju area penanaman yang telah dibagi menjadi tiga zona. Dengan penuh semangat, para relawan menanam bibit mangrove di sepanjang kawasan pesisir yang selama ini membutuhkan perhatian khusus untuk mencegah abrasi dan menjaga ekosistem laut.


Mahfud, salah satu penggagas kegiatan sekaligus Ketua Pokdarwis Sontoh Laut, mengatakan bahwa penanaman mangrove ini merupakan langkah awal untuk mengembangkan Kampung Wisata Sontoh Laut sebagai kawasan wisata berbasis lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

“Kegiatan penanaman mangrove ini bukan hanya soal penghijauan, tetapi juga menjadi upaya menjaga pesisir dari abrasi laut. Selain itu, mangrove juga bisa menambah biota laut dan memperindah kawasan sehingga mampu mengangkat potensi destinasi lokal,” ujarnya.


Menurutnya, keberadaan hutan mangrove nantinya diharapkan mampu menjadi daya tarik wisata baru yang membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar, termasuk bagi pelaku UMKM lokal.


Hal senada juga disampaikan Plt DLH Kota Surabaya, Mohammad Fikser AP, MM. Ia menegaskan bahwa Surabaya memiliki kawasan hutan mangrove yang sangat luas dan harus terus dijaga kelestariannya.

“Kita punya hutan mangrove terbesar mulai dari Wonorejo hingga kawasan pesisir Kenjeran yang harus kita jaga bersama. Kita harus bisa bersinergi dengan alam agar lingkungan tetap lestari untuk generasi mendatang,” tegasnya.


Selain berdampak pada lingkungan, kegiatan ini juga diyakini dapat membawa manfaat ekonomi bagi warga sekitar. Kehadiran wisata berbasis lingkungan diharapkan mampu menggerakkan sektor UMKM dan meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir.


Semangat kolaborasi yang ditunjukkan dalam aksi penanaman 3.000 mangrove ini menjadi bukti nyata kepedulian masyarakat Surabaya terhadap lingkungan. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut demi mewujudkan Surabaya yang hijau, bersih, aman, nyaman, dan peduli lingkungan.


Aksi penghijauan tersebut sekaligus menjadi hadiah istimewa bagi Kota Surabaya dalam momentum pembangunan dan pelestarian lingkungan di dekade ini. ( Cak Kiem)



No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad