Ormas Madas Resmi Laporkan Armuji ke DPRD, Bantah Terlibat Persekusi Nenek Elina
Kabar Surabaya - Ketua Madura Asli Sedarah (Madas), Mohammad Taufik atau yang dikenal sebagai Bung Taufik, secara resmi mengadukan Wakil Wali Kota Surabaya Armuji ke DPRD Kota Surabaya, Senin (5/1).
Pengaduan tersebut disampaikan lantaran Bung Taufik menilai DPRD masih menjadi lembaga yang berpihak pada kepentingan masyarakat luas dan mampu bersikap objektif dalam menyikapi persoalan yang berkembang.
Ia menjelaskan, laporan itu berkaitan dengan polemik dugaan persekusi terhadap nenek Elina yang belakangan menimbulkan kegaduhan publik, khususnya di media sosial. Dalam perjalanannya, kasus tersebut dinilai telah mengalami framing yang menyesatkan.
/div>
“Beberapa hari terakhir muncul kegelisahan di masyarakat dan media sosial terkait dugaan pengusiran dan pembongkaran rumah nenek Elina. Masalahnya, ada framing yang kami duga menyudutkan ormas kami,” jelasnya.
Ia menegaskan, framing tersebut berpotensi menggiring opini publik bahwa ormas Madas adalah pihak yang melakukan tindakan persekusi, padahal hal itu tidak sesuai dengan fakta hukum.
“Seolah-olah Madas yang melakukan perbuatan tersebut. Padahal ini tidak benar,” tegas Bung Taufik.
Bung Taufik juga menekankan bahwa dalam berita acara pemeriksaan kepolisian, tidak ditemukan keterlibatan ormas Madas dalam kasus tersebut. Bahkan, aparat kepolisian telah melakukan penindakan terhadap pihak-pihak yang terlibat tanpa ada kaitan dengan organisasi yang dipimpinnya.
“Dalam pemeriksaan dan penangkapan yang dilakukan kepolisian, tidak ada satu pun yang mengarah atau berkaitan dengan Ormas Madas,” tandasnya.
Atas dasar itu, Bung Taufik meminta DPRD Surabaya memanggil Armuji guna memberikan klarifikasi secara terbuka. Ia menilai, pernyataan dan framing yang berkembang telah mencederai marwah organisasi, memperluas sentimen kesukuan, serta memicu stigma negatif di tengah masyarakat.
“Kami merasa sangat dirugikan. Bukan hanya Ormas Madas, tapi juga masyarakat Madura secara umum. Seolah-olah kami dicap arogan dan identik dengan tindakan premanisme, padahal itu tidak benar,” pungkas Mohammad Taufik.

No comments:
Post a Comment