Akhiri Polemik, Wawali Surabaya Armuji Sampaikan Permohonan Maaf ke Madas - Kabar Surabaya

Terbaru

Tuesday, January 6, 2026

Akhiri Polemik, Wawali Surabaya Armuji Sampaikan Permohonan Maaf ke Madas

Akhiri Polemik, Wawali Surabaya Armuji Sampaikan Permohonan Maaf ke Madas


Kabar Surabaya - Wakil Wali Kota Surabaya Armuji akhirnya menyampaikan permohonan maaf sekaligus klarifikasi secara resmi kepada Organisasi Masyarakat Madura Asli Sedarah (Madas). Permohonan maaf tersebut dituangkan dalam surat pernyataan tertulis yang ditandatangani pada Januari 2026.


Surat bertajuk “Pernyataan Permohonan Maaf dan Klarifikasi” itu beredar luas di publik dan dinilai menjadi penutup polemik yang sempat mengemuka terkait pembongkaran rumah Nenek Elina di Surabaya.


Dalam surat tersebut, Armuji mengakui adanya kekeliruan dalam pernyataan sebelumnya yang menyebut nama Ormas Madas. Ia menyatakan penyebutan tersebut dilakukan tanpa kecermatan sehingga memicu kesalahpahaman dan kegaduhan di tengah masyarakat.

“Saya menyampaikan permohonan maaf kepada Ormas Madura Asli Sedarah serta seluruh masyarakat Madura atas kekeliruan dan ketidakcermatan saya dalam menyampaikan pernyataan,” tulis Armuji.


/div>

Ia juga menegaskan bahwa dalam peristiwa pembongkaran rumah Nenek Elina tidak ditemukan penggunaan atribut Ormas Madas, sebagaimana isu yang sempat berkembang di ruang publik.

“Perlu saya luruskan bahwa dalam peristiwa tersebut tidak terdapat penggunaan atribut Ormas Madas. Namun dalam pernyataan saya sebelumnya tertulis dan disebutkan kata ‘Madas’, sehingga menimbulkan kesalahpahaman,” lanjutnya.


Atas hal tersebut, Armuji menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dengan penuh kesadaran dan kerendahan hati kepada Ormas Madas serta masyarakat Madura secara luas. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk menahan diri dan bersama-sama menjaga suasana kondusif di Kota Surabaya.

“Mari kita menenangkan situasi, saling merangkul, dan menjaga persaudaraan. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama membangun dan menjaga Surabaya agar tetap aman, damai, dan lebih baik ke depan,” tulis Armuji dalam pernyataan itu.


Sebelumnya, permohonan maaf tersebut telah disampaikan secara langsung oleh Armuji dalam pertemuan mediasi terbuka bersama Ketua Umum DPP Madas, Mohammad Taufik, yang digelar di Unitomo, Selasa (6/1/2026).


Dalam kesempatan itu, Armuji mengakui kekhilafannya saat menyebut nama ormas dalam dialog yang sempat disiarkan melalui media sosial dan kanal YouTube pribadinya.

“Saya khilaf menyebut nama ormas. Saya mohon maaf. Tidak ada niat sedikit pun untuk menstigmatisasi Madas,” ujarnya.


Armuji menjelaskan, inspeksi mendadak yang ia lakukan berawal dari banyaknya laporan masyarakat yang masuk. Peristiwa tersebut kemudian menjadi viral setelah diberitakan media dan menyebar di media sosial.

“Yang memviralkan bukan saya, melainkan pemberitaan televisi. Setelah itu telepon ke saya terus masuk, sehingga saya turun langsung,” katanya.


Ia juga menyebut bahwa penyebutan nama Madas terjadi secara spontan saat menjawab pertanyaan terkait pihak yang diduga terlibat. Setelah dilakukan klarifikasi, ia menyadari bahwa atribut yang sempat ia kira berkaitan dengan Madas ternyata bukan milik organisasi tersebut.


“Saya menyebut itu sekali, spontan. Saya kira logonya Madas, ternyata setelah diklarifikasi bukan, melainkan tulisan ‘Gong Xi Fa Cai’,” pungkas Armuji.

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad