BLAS Surabaya Gelar Parenting di SMP Muhammadiyah 13, Bahas Hak dan Kewajiban Anak
Kabar Surabaya - Sabtu pagi (10/01/2026), bertempat di Masjid Sholihin yang berlokasi di Jalan Tambak Segaran Wetan Nomor 54–56, Kecamatan Tambaksari, Surabaya, digelar kegiatan parenting yang dihadiri puluhan wali murid SMP Muhammadiyah 13 Surabaya. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama pihak sekolah dengan BLAS (Bengkel Lakune Arek Suroboyo), dengan mengusung tema “Pentingnya Menanamkan Hak dan Kewajiban Anak.”
Ketua BLAS Kota Surabaya, Abdul Hakim Amrudin yang akrab disapa Cak Kim, dalam pemaparannya menekankan bahwa anak merupakan aset paling berharga dalam sebuah keluarga. Oleh karena itu, orang tua memiliki tanggung jawab besar untuk mendidik, menjaga, serta melindungi anak dengan penuh kasih sayang. Menurutnya, anak perlu mendapatkan perhatian, didengarkan keluh kesahnya, diberikan ruang untuk bercerita, serta dibimbing agar tumbuh menjadi pribadi yang sehat secara mental dan spiritual.
/div>
Sementara itu, pemateri lain Bang Dedik yang akrab disapa Pak Obenk mengingatkan para wali murid agar lebih waspada terhadap maraknya konten negatif di media sosial. Ia menegaskan bahwa orang tua perlu meningkatkan pengawasan dan komunikasi dengan anak, terutama di tengah derasnya arus informasi dan tayangan yang berpotensi memicu kekerasan maupun perilaku menyimpang.
“Dengan maraknya tayangan di media sosial yang mengandung kekerasan dan hal negatif lainnya, orang tua harus lebih waspada dan hadir dalam kehidupan anak,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Yoris Lato, yang menekankan pentingnya pemenuhan hak-hak anak sebagai upaya deteksi dini terhadap berbagai persoalan yang mungkin dihadapi anak. Menurutnya, apabila hak anak diperhatikan sejak awal, berbagai risiko dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi masalah serius.
“Hak anak harus benar-benar diperhatikan agar bisa terdeteksi sejak dini dan dapat diantisipasi apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Melalui kegiatan parenting ini, para pemateri berharap para wali murid semakin memahami peran strategis keluarga dalam menanamkan nilai hak dan kewajiban anak. Harapannya, anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang saleh dan salehah, berakhlak mulia, serta mampu membawa manfaat bagi keluarga, agama, nusa, bangsa, dan negara. (Cak Kiem)


No comments:
Post a Comment