Banjir Bandang Kota Batu, 2 Warga Terjebak Reruntuhan, 1 Orzng Dinyatakan Hilang - Kabar Surabaya

Breaking

Thursday, November 4, 2021

Banjir Bandang Kota Batu, 2 Warga Terjebak Reruntuhan, 1 Orzng Dinyatakan Hilang

Banjir Bandang Kota Batu, 2 Warga Terjebak Reruntuhan, 1 Orzng Dinyatakan Hilang


Kabar Surabaya - Saat ini kawasan di Jawa Timur sudah memasuki awal dari musim penghujan. Hal ini ditandai dengan mulai turunnya hujan di berbagai daerah. Namun curah hujan yang turun di setiap daerah ini masih belum merata. karena sebagian ada yang curah hujannya masih mini, namun ada pula yang curah hujannya sudah sangat tinggi.

 


Tingginya curah hujan ini sejatinya sudah pernah diprediksi oleh Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya, bahwa musim hujan kali ini akan disertai dengan fenomena La Nina. Fenomena alam ini akan mengakibatkan curah hujan yang cukup tinggi, sehingga berpotensi untuk menimbulkan bahaya banjir bandang ataupun tanah longsir.

 

Hal ini seperti yang terjadi di daerah bati, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji pada hari Kamis (04/11/2021) sore ini. Hujan yang turun sejak siang hari rupanya membawa bencana besar bagi penduduk desa tersebut. Tiba-tiba saja tanpa diduga oleh penduduk desa, muncul air bah atau banjir bandang yang sangt deras. Parahnya, banjir bandang ini juga membawa serta batang-batang pohon yang tumbang dan juga lumpur.


Kondisi paling parah dialami oleh Dusun Gintung, dimana ada tiga rumah warga yang terkena dampak langsung dari banjir bandang ini. dalam satu rumah tersebut masih terdapat pria berusia 30 tahun dan balita berusia 2 tahun yang masih terjebak didalam rumah. Petugas dari BPBD Kota Batu masih tampak berusaha untuk melakukan evakuasi terhadap keduanya.


Agus Budiono, salah satu penduduk yang dusunnya terdampak oleh banjir bandang ini mengungkapkan, bahwa kejadian ini baru dsekali terjadi didesanya. Menurutnya semua warga desanya mengira hujan yang turun ini seperti hujan biasanya. Sehingga datangnya banjir bandang ini benar-benar tidak diduga sebelumnya. 


Selain itu, terdapat juga jembatan penghubung antara Dusun Gintung dan Dusun Buludendeng yang kondisinya putus total. Agus mengatakan, bahwa aliran sungai di dusunnya sebenarnya adalah sungai mati. Sungai tersenut tidak dialiri air jika tidak ada hujan. (yyan)


No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad