- Kabar Surabaya

Terbaru

Wednesday, August 5, 2026

Wali Kota Eri Cahyadi Tegur Pengelola Mal Surabaya, Pagar Tinggi Jadi Sorotan


Kabar Surabaya - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan kondisi Kota Pahlawan tetap aman dan kondusif. Karena itu, ia meminta pengelola pusat perbelanjaan atau mal tidak memasang pagar dengan ketinggian berlebihan yang dapat mengurangi estetika kota sekaligus menimbulkan kesan kurang nyaman bagi masyarakat.


Hal tersebut disampaikan Eri setelah bertemu dan berkoordinasi dengan sejumlah pengelola mal di Surabaya pada Senin (3/8/2026).



Eri mengatakan, keberadaan pagar di sekitar mal seharusnya tetap memperhatikan kenyamanan pejalan kaki. Menurutnya, pagar yang terlalu tinggi justru dapat menimbulkan pertanyaan dan kekhawatiran di tengah masyarakat.

“Yang saya inginkan, ketika pagar itu ada, pejalan kaki tetap merasa terang dan nyaman. Pagarnya jangan terlalu tinggi, yang justru membuat orang berpikir ada apa-apa atau merasa takut. Padahal, Kota Surabaya ini sangat aman,” ujar Eri.


Ia menegaskan, Pemkot Surabaya tidak meminta pengelola mal membongkar pagar yang sudah terpasang. Pemkot hanya mengimbau agar ketinggian pagar disesuaikan sehingga tetap aman tanpa mengganggu kenyamanan dan keindahan kawasan.


Eri juga menjelaskan bahwa pemasangan pagar tinggi bukan terjadi di seluruh pusat perbelanjaan di Surabaya. Menurutnya, hanya ada sekitar dua atau tiga mal yang melakukan hal tersebut.


Ia pun meluruskan anggapan bahwa pagar tersebut dibuat untuk mengantisipasi aksi massa. Eri menyebut pemasangan pagar lebih berkaitan dengan faktor estetika dan keselamatan pengunjung.


Salah satu contohnya berada di kawasan Tunjungan Plaza (TP) yang berhadapan langsung dengan Jalan Basuki Rahmat. Pagar di kawasan tersebut, kata Eri, dibuat untuk mengarahkan pengunjung agar tidak langsung menyeberang jalan secara sembarangan.

/div>

“Banyak pengunjung keluar-masuk mal langsung menyeberang di depan TP, padahal sudah ada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Pihak mal berinisiatif memberi pagar agar alur keluar pengunjung bisa diarahkan ke kanan atau kiri. Tapi saya ingatkan, pagarnya jangan terlalu tinggi agar tidak memicu kekhawatiran publik,” jelasnya.


Selain membahas pagar di sekitar mal, Pemkot Surabaya melalui Dinas Perhubungan (Dishub) juga melakukan penataan pembatas jalan di kawasan Jalan Basuki Rahmat. Pembatas berbahan plastik diganti menggunakan barrier beton karena sebelumnya kerap digeser oleh oknum warga.


Menurut Eri, kondisi tersebut berpotensi membahayakan pengguna jalan karena pembatas yang bergeser dapat mengganggu arus lalu lintas.


Ia pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas umum dan mematuhi aturan lalu lintas. Eri mengingatkan warga agar tidak mengabaikan rambu maupun pembatas yang telah dipasang demi keselamatan bersama.

“Dahulu barrier plastik sering miring-miring tak teratur. Maka ayo saling menjaga Surabaya. Jika ada tanda larangan parkir jangan melanggar, jika jalan sudah ditutup barrier jangan memotong jalan secara berbahaya. Semua ini agar tidak ada kecelakaan,” tandasnya

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad