Ribuan Jarum Suntik Dibuang di Saluran Air Exit Tol Tambak Sumur, RSUD Eka Candrarini Bantah Terlibat - Kabar Surabaya

Terbaru

Wednesday, August 26, 2026

Ribuan Jarum Suntik Dibuang di Saluran Air Exit Tol Tambak Sumur, RSUD Eka Candrarini Bantah Terlibat

 
Ribuan Jarum Suntik Dibuang di Saluran Air Exit Tol Tambak Sumur, RSUD Eka Candrarini Bantah Terlibat


Kabar Surabaya – Temuan ribuan jarum suntik bekas dan limbah medis Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang dibuang sembarangan di saluran air kawasan Tambak Sumur, Sidoarjo, membuat warga resah.


Limbah medis tersebut ditemukan di saluran air di sisi kiri exit Tol Tambak Sumur dari arah Bandara Juanda, tepatnya di kawasan yang berdekatan dengan permukiman Tambak Sumur dan Pondok Tjandra.



Lokasi pembuangan berada di dalam saluran air yang tidak terlihat langsung dari jalan. Saat ditemukan, terdapat sekitar 10 kantong plastik berisi ribuan jarum suntik, sejumlah botol kecil kemasan obat, serta kasa bekas yang masih memiliki bercak darah.


Temuan itu diketahui warga pada Selasa (25/8/2026).

Irfan (28), warga Desa Tambak Sumur, mengatakan warga terkejut setelah menemukan limbah medis dalam jumlah besar di lokasi tersebut. Ia menduga limbah itu sengaja dibuang di saluran air yang berada di kawasan sekitar Tambak Sumur dan Pondok Tjandra.

"Jadi warga hari ini menemukan ribuan alat suntik termasuk limbah medis yang dibuang secara sengaja di kawasan yang bersebelahan dengan exit tol. Warga resah dan khawatir," kata Irfan kepada wartawan di lokasi, Selasa (25/8/2026).


Menurut Irfan, keberadaan limbah medis tersebut berpotensi membahayakan warga yang beraktivitas di sekitar lokasi. Terlebih, kawasan itu masih digunakan masyarakat untuk berbagai kegiatan.


Sejumlah warga diketahui biasa memancing di tambak maupun kolam pancing. Anak-anak juga kerap bermain layang-layang di sekitar lokasi.

"Kalau limbah ini bisa mencemari lingkungan tentu sangat membahayakan masyarakat yang beraktivitas di sekitar sini. Ada warga yang mancing di tambak, ada juga kolam pancing. Anak-anak juga sering bermain layang-layang di sekitar lokasi," ujarnya.


/div>

Selain khawatir terhadap pencemaran lingkungan, warga juga takut jarum suntik bekas tersebut diambil oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk kemudian dimanfaatkan atau dijual kembali.


Kekhawatiran itu semakin besar karena limbah yang ditemukan merupakan benda medis yang berpotensi membahayakan jika kembali digunakan.


Ada Tulisan "Hadi. Dr." dan Identitas RSUD Eka Candrarini

Hal lain yang membuat temuan tersebut menjadi perhatian adalah adanya identitas pada sejumlah kantong plastik.


Beberapa kantong ditemukan memiliki tulisan "Hadi. Dr.". Selain itu, terdapat pula kantong plastik yang mencantumkan logo Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Eka Candrarini, rumah sakit milik Pemerintah Kota Surabaya yang beralamat di Jalan Medokan Asri Tengah 2, Rungkut, Surabaya.


Munculnya identitas RSUD Eka Candrarini kemudian memunculkan dugaan bahwa limbah medis tersebut berasal dari fasilitas kesehatan tersebut.


Namun, dugaan itu langsung dibantah oleh Pemerintah Kota Surabaya.


RSUD Eka Candrarini Bantah Limbah Berasal dari Rumah Sakit

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, memastikan limbah medis berupa jarum suntik yang ditemukan di saluran air kawasan Pondok Tjandra, Sidoarjo, bukan milik RSUD Eka Candrarini.


Billy menjelaskan, pengelolaan limbah medis di rumah sakit milik Pemkot Surabaya dilakukan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.


RSUD Eka Candrarini, kata dia, menggandeng pihak ketiga, yakni PT Wastec International, untuk menangani limbah medis. Seluruh proses pengangkutan limbah juga dicatat secara elektronik melalui sistem Festronik milik Kementerian Lingkungan Hidup.


Menurut Billy, cara pengelolaan jarum suntik di RSUD Eka Candrarini juga berbeda dengan kondisi limbah yang ditemukan di lokasi.

"Limbah medis (jarum suntik) itu tidak mungkin jarum dan disposibelnya itu jadi satu. Jadi setelah suntik jarum itu kita lepas, masuk ke dalam kotak kuning untuk menghindari adanya orang tertusuk jarum, jadi tinggal disposibelnya saja," kata Billy, Selasa (25/8/2026).


Sementara itu, limbah yang ditemukan di Sidoarjo justru masih dalam kondisi jarum dan alat disposabel yang menyatu.

"Nah, yang ditemukan itu masih gandeng semua, dan identitas RSUD EC itu kalau pasien pulang pasti dapat resep dengan identitas RS EC," lanjutnya.


Billy menegaskan, keberadaan tulisan atau identitas RSUD Eka Candrarini pada temuan tersebut belum bisa dijadikan bukti bahwa limbah berasal dari rumah sakit tersebut.


Ia juga menyebut merek spuit yang ditemukan tidak sesuai dengan produk yang digunakan RSUD Eka Candrarini.

"Bukan milik RSUD EC karena tidak pernah pengadaan dengan merek tersebut," tegas Billy.


Untuk memastikan hal tersebut, jajaran Dinas Kesehatan Kota Surabaya bersama RSUD Eka Candrarini dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya turun langsung melakukan pengecekan.


Pemkab Sidoarjo Telusuri Asal Limbah

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga langsung merespons laporan temuan tersebut.


Kabid Pengelolaan Persampahan DLHK Sidoarjo, Anas Budi Utama Nasir, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima informasi mengenai pembuangan limbah medis tersebut.

"Sudah kami dapatkan informasinya. Saat ini kami sedang melakukan koordinasi internal untuk segera ditindaklanjuti," kata Anas.


Anas menegaskan, pembuangan limbah medis secara sembarangan dapat dikenai sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.


Apabila nantinya limbah tersebut terbukti berasal dari instansi kesehatan, sanksi administratif hingga pencabutan izin dapat dilakukan sesuai kewenangan.

"Kalau menyangkut instansi kesehatan, bisa dikenai sanksi, termasuk pencabutan izin sesuai ketentuan. Untuk aspek pidananya, kami akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan aparat penegak hukum," jelasnya.


DLHK Sidoarjo juga akan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengungkap asal-usul limbah sekaligus mencari tahu siapa yang bertanggung jawab membuangnya.


Dinkes Sidoarjo: Sumber Limbah Belum Dipastikan

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr. Lakhasmir Herawati Yuwantina, juga membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan mengenai temuan tersebut.

Namun, hingga saat ini sumber limbah medis itu masih belum dapat dipastikan.

"Sudah ada yang menginformasikan. Ini juga belum jelas sumbernya dari mana," kata Lakhasmir.


Dinas Kesehatan Sidoarjo selanjutnya akan berkoordinasi dengan DLHK untuk menelusuri asal limbah dan memastikan pihak yang bertanggung jawab.

"Saya akan koordinasikan dengan DLHK agar bisa diketahui sumber sampahnya dari mana. Tentunya akan diberlakukan sesuai ketentuan perundangan yang berlaku," pungkasnya.


DLH Surabaya Ikut Lakukan Penelusuran

Sementara itu, Kepala DLH Kota Surabaya M. Fikser membenarkan adanya laporan mengenai temuan limbah medis tersebut.


DLH Surabaya kini berkoordinasi dengan DLH Kabupaten Sidoarjo untuk melakukan pendalaman.

Menurut Fikser, tulisan yang mencantumkan resep atau identitas RSUD Eka Candrarini menjadi salah satu bagian yang perlu ditelusuri lebih lanjut.

"Kami sudah sama-sama mengecek, alat suntik itu yang perlu didalami. Tetapi kemudian ada tulisan resep RSUD EC ada di situ. Yang pasti pembuangan limbah B3 di Kota Surabaya sudah sesuai prosedur dan diikuti mekanisme," kata Fikser.


Ia menambahkan, penelusuran akan dilakukan terhadap seluruh pihak yang berpotensi berkaitan dengan temuan tersebut.


Termasuk pihak ketiga yang selama ini bekerja sama dengan rumah sakit serta sejumlah klinik yang dinilai perlu didalami.

"Kami akan melakukan pemeriksaan ya, semua-semua yang terlibat. Mulai dari PT yang selama ini bekerja sama dengan RS kita panggil, termasuk ada klinik yang kita curigai untuk didalami," pungkasnya.


Dengan demikian, hingga kini asal-usul ribuan jarum suntik dan limbah medis yang ditemukan di saluran air exit Tol Tambak Sumur masih menjadi misteri.


Meski terdapat kantong dengan identitas RSUD Eka Candrarini, Pemkot Surabaya memastikan limbah tersebut bukan berasal dari rumah sakit tersebut. Penelusuran bersama antara pihak Sidoarjo dan Surabaya masih dilakukan untuk memastikan dari mana limbah B3 itu berasal dan siapa yang bertanggung jawab membuangnya sembarangan.

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad