Akhirnya Kepala Dispendukcapil Surabaya Berikan Ganti Rugi Kepada Yaida - Kabar Surabaya

Breaking

Wednesday, October 28, 2020

Akhirnya Kepala Dispendukcapil Surabaya Berikan Ganti Rugi Kepada Yaida


Akhirnya Kepala Dispendukcapil Surabaya Berikan Ganti Rugi Kepada Yaida


Kabar Surabaya - Kisah warga Kelurahan Lidah Wetan yang nekat pergi sendirian ke Kota Jakarta guna mengurus Akta Kematian anaknya menjadi berita viral dan trending topik bagi warga Kota Surabaya. Wanita paruh baya ini merasakan pehitnya bagaimana dioper-oper dari Kelurahan sampai ke Dispendukcapil Kota Surabaya hingg akhirnya ke Kantor Dirjen Dukcapil Jakarta Selatan. Kisah Yaida ini seakan memberikan nilai buruk bagi pelayanan publik di Pemerintahan Kota Surabaya.

 

Pemkot Surabaya-pun rupanya juga menyadari adanya kekeliruan atau kesalahan informasi yang disampaikan oleh jajarannya. Hal ini kemudian membuat Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya  Agus Imam Sonhaji untuk menemui Yaidah di kediamannya yang berada di Perumahan Lembah Harapan. Kedatangan Kepala Dispendukcapil ini didampingi oleh jajaran Kelurahan dan perangkat RT setempat.

 


Dalam kesempatan ini, Agus ingin mendengarkan kronologis yang seutuhnya dari peristiwa yang dialami oleh Yaida. Akhirnya Yaida menceritakan kronologis mulai dari Kelurahan, Dispendukcapil Siola hingga dirinya harus berangkat ke Kemendagri Jakarta. Hal tersebut memang harus dia lakukang, mengingat dirinya hanya diberikan waktu selama 60 hari untuk mengurus Akta Kematian anaknya oleh pihak asuransi. Sebab kalau melewati waktu tersebut, tabungan asuransi anaknya akan hangus.

 

Mendengar penuturan dari Yaidah, akhirnya Agus, mewakili pribadi, Dispendukcapil dan Pemkot Surabaya segera meminta maaf atas kesulitan yang dialami oleh Yaida. Dirinya juga berjanji untuk melakukan evaluasi menyeluruh secara internal dan melakukan penanganan khusus kepada staff yang telah memberikan informasi yang tidak utuh dan membuat Yaida harus berangkat ke Jakarta.


Selain itu Agus juga meminta izin kepada Yaida untuk mengganti biaya tiket untuk pergi ke Jakarta pulang pergi. Hal ini merupakan bentuk kepedulian Pemkot Surabaya kepada warga Surabaya. Yaidah-pun dengan tangan terbuka menerima permintaan maaf yang disampaikan oleh Agus dan bersedia untuk menerima uang ganti transportasi yang dia gunakan untuk ke Jakarta.


Yaidah-pun dalam kesempatan ini juga memberikan saran agar kejadian ini tidak terulang kembali dan Dispendukcapil bisa memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada masyarakat. (yyan)


1 comment:

  1. Pegawai dungu.... gak peka karo kebutuhan masyarakat....

    ReplyDelete

Post Bottom Ad