Walikota Risma : Mbok Pikir Ibumu Gak Sakit Melahirkan Kamu..!!!, Sakit..!!! - Kabar Surabaya

Breaking

Wednesday, September 11, 2019

Walikota Risma : Mbok Pikir Ibumu Gak Sakit Melahirkan Kamu..!!!, Sakit..!!!

Walikota Risma : Mbok Pikir Ibumu Gak Sakit Melahirkan Kamu..!!!, Sakit..!!!

Kabar Surabaya - Selasa malam (10/09/2019), rumah dinas Walikota Surabaya mendadak ramai oleh kedatangan 38 anak-anak. Hadir pula mendampingi mereka adalah para orang tua dan Camat yang berada di lingkungan mereka. Hadir pula beberapa petugas dari Dinas Pendidikan, Psikologi dan guru. Rupanya anak-anak ini adalah mereka yang pernah tertangkap oleh petugas Satpol PP karena kedapatan tawuran dan "ngelem".



Anak-anak ini kemudian didudukkan di ruang tamu yang ada di rumah kediaman Walikota Risma. Setelah mereka duduk dikursi yang telah disediakan, Walikota Risma langsung membuka pertemuan yang dilaksanakan pada hari Selasa malam tersebut. Sambil memegang microphone, satu-persatu dari anak-anak yang terjaring razia Satpol PP ini diberikan pertanyaan. 

Mengapa kamu tawuran..?,  Apa kamu kenal sama yang kamu tawur..?, Apa kamu punya masalah..?, tanya Walikota Risma kepada salah satu anak yang terlibat kasus tawuran. Anak yang ditanya oleh Walikota Risma menjawab bahwa dia hanya diajak oleh temannya. "Lha kamu, kalau diajak njegur sumur apa juga mau, enggak kan....," tanya orang nomor satu di Kota Surabaya ini. Mendengar hal tersebut si anak hanya tertunduk saja. "Siapa yang ngajak kamu, kamu kenal enggak, dimana rumahnya," tanyanya Walikota Risma lagi.



"Apakah ini balasan kalian kepada ibu kalian yang duduk di belakang itu..?, kamu pukir enggak sakit waktu melahirkan kalian,,?, itu rasanya sakit sekali...? paham kalian," tutur Walikota Risma kepada anak-anak. Mendapat teguran seperti itu, beberapa diantara mereka sudah mulai tampak ketakutan, apalagi nada suara Walikota Risma juga sudah mulai meninggi. 

Walikota Risma benar-benar tidak ingin lagi anak-anak ini tertangkap untuk yang kedua kalinya. "Kalian harus berjanji, apabila nanti tertangkap untuk kedua kalinya, kalian harus siap-siap untuk masuk kedalam penjara,". 



Ke-38 amak-amak ini terdiri dari beragam usia. 19 anak berstatus Sekolah dasar dan 11 anak berstatus Sekolah SMP. Sedangkan lainnya adalah anak-anak yang telah putus sekolah. Mereka ini rata-rata tertangkap oleh petugas satpol PP Kota Surabaya dalam waktu 4 bulan terakhir ini. Kasus yang cukup menonjol adalah karena pesta lem (ngelem) dan tawuran antara dua kelompik pelajar yang berlokasi di kawasan Perak Kota Surabaya.

"Terkadang mereka ini merasa hopeless, karena keluarganya miskin, orangtuanya bercerai dan lain sebagainya, padahal yang mempunyai masalah lebih komplek dari mereka ini banyak, namun mereka bisa bangkit dan berhasil," tutur Walikota Risma. Maka dari itu, Walikota Risma juga menghadirkan anak-anak yang dulunya juga terkena masalah seperti mereka, namun kini telah sukses mendapatkan beasiswa di Universitas Negeri maupun telah menjadi pilot suatu maskapai penerbangan.



Dalam pertemuan tersebut, bagi anak-anak yang putus sekolah langsung didata untuk dimasukkan kembali ke sekolah. Sedangkan anak-anak yang mempunyai masalah keluarga langsung ditangani oleh para psikolog dari Puspaga (Pusat Pembelajaran Keluarga).

Anak-anak ini adalah tanggung jawab kita bersama, baik itu dari orang-tua, sekolah, lingkungan maupun Pemkot Kota Surabaya. "Kita semua harus bersinergi agar masa depan anak-anak kita ini bisa terselamatkan," terang Walikota Risma. 

Di akhir acara Walikota Risma langsung memeluk satu-persatu anak-anak tersebut sembari membisikkan kata-kata bijak sebagai penyemangat. (Yanuar Yudha)

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad