Tendang Kepala Ibunya Anak Ini Langsung Di Amankan Polisi - Kabar Surabaya

News

Thursday, August 22, 2019

Tendang Kepala Ibunya Anak Ini Langsung Di Amankan Polisi

Tendang Kepala Ibunya Anak Ini Langsung Di Amankan Polisi

Kabar Surabaaya -  Mempunyai anak yang sholeh dan berbakti kepada orang tua adalah dambaan bagi setiap ibu. Hal ini di karenakan perjuangan ibu dalam hal melahirkan anak ini tidaklah mudah. Taruhanya adalah nyawa. Oleh karena itu sangatlah wajar, jika seorang anak haruslah patuh dan taat kepada ibunya.



Sayangnya tidak semua anak bisa berlaku seperti yang di idamkan oleh orang tua seperti di atas. Hal ini seperti yang terjadi di Kota Surabaya baru-baru ini. Ada seorang anak yang bahkan sampai tega-teganya menendang kepala ibunya yang sedang berbaring di tempat tidur.

Kisah anak yang durhaka kepada orang tua ini terjadi di Kecamatan Tegalsari Kota Surabaya. Kejadian ini bahkan sempat di rekam oleh kakak pelaku dengan menggunakan kamera HP. Oleh sang kakak, kejadian ini sengaja di rekam dan di upload di media sosial agar banyak orang tang tahu tentang kelakuan "nakal" adiknya yang berinisial AP.


Dalam vidio itu tampak sang ibu yang sedang berbaring di tempat tidurnya. Usia sang ibu tersebut sekitar 65 tahun ke atas dan tampak sangat kurus. Dengan bahasa "Suroboyoan" sang ibu terlihat menasehati anak lelakinya yang tidur di sampingnya. Begini percakapan dalam vidio tersebut.

Ibu : " Ini kepala seorang ibu yang sudah melahirkan kamu, jangan kamu pukuli terus"
Anak : " Makanya ibu diam saja, jangan cerewet terus"
Ibu : "Kepala orang tua kok di pukuli ???"
Lalu tampak sang anak dengan sengaja melemparkan bantal ke arah kepala ibunya
Ibu : "Ibu ini sakit, kepalanya jangan di pukuli, kualat kamu nanti"


Bukannya merasa iba, sang anak lalu bangkit dari tempat tidurnya. Dengan posisi berdiri tegak, sang anak dengan sengaja dan tampak sangat emosi menendang kepala ibunya dengan menggunakan kaki kanan. AP lantas meninggalkannya ibunya begitu saja. Sang ibu yang tampak lemah hanya bisa beristigfar menerima kelakukan dari anak kandungnya tersebut.

Tidak beberapa lama kemudian vidio ini langsung viral di berbagai media sosial. Banyak komentar-komentar dari netizen yang menyayangkan bahkan menghujat sifat sang anak yang begitu tega menendang kepala ibu kandungnya. Bahkan di ketahui kalau sang Ibu saat ini sedang menderita sakit pada organ jantungnya.


Vidio ini akhirnya sampai juga ke Kapolsek Tegalsari Kota Surabaya, Kompol Rendy Surya Aditama. Beliau langsung memerintahkan anak buahnya untuk mengecek langsung kebenaran vidio tersebut ke lokasi kejadian.  

Ketika petugas sampai di rumah pelaku, petugas mohon ijin kepada ibunya untuk bisa membawa sang anak guna di mintai keterangan. Di sinilah hati seorang ibu yang tulus kepada anaknya sangat terlihat. Sang ibu meminta dengan sangat agar anaknya tidak di bawa ataupun di tahan di kantor Polisi. Melihat kondisi sang ibu yang sedang sakit, akhirnya Polisi yang di tugaskan untuk membawa AP kembali ke kantor Polisi dengan tangan hampa.


Keesokan harinya petugas Kepolisian datang kembali ke rumah AP dan meminta ibunya untuk bisa membawa AP ke kantor Polisi guna dimintai keterangan. Petugas berjanji tidak akan melakukan penahanan, hanya di akan di mintai keterangan saja.

Di kantor Polisi akhirnya terkuak mengapa AP sangat tega memperlakukan ibu kandungnya seperti itu. Ternyata kelakuannya di sebabkan karena permintaan AP akan uang senilai Rp 10.000 tidak di penuhi oleh ibunya. Hal itu karena ibunya memang benar-benar tidak mempunyai uang. 


Setelah di rasakan keterangan yang di butuhkan telah cukup, maka pihak Kepolisian memenuhi janjinya untuk melepaskan AP. Namun AP harus membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya kepada Ibu Kandungnya tersebut. "Kalau nanti kamu ulangi, meskipun sudah di mediasi oleh Ibu an kakak kamu, kami harus menahanmu , karena perbuatan ini ada unsur pidananya," jelas petugas kepada AP.


Rendy Surya Adhitama mengungkapkan bahwa kasus ini adalah kasus keluarga dan telah di lakukan mediasi bersama perangkat Kelurahan dan Kecamatan setempat. Nantinya pihak Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (DP5A) Kota Surabaya akan dilibatkan dalam penanganan kasus ini. "Bhabinkamtibmas Kecamatan tegalsari juga akan kami libatkan untuk melakukan pengawasan kepada AP." terang Rendy  

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad