Detik-Detik Gionaldo Tewas: Melerai Perkelahian, Malah Jadi Sasaran Amukan Massa Anniversary Persebaya 99
Kabar Surabaya - Euforia perayaan Hari Ulang Tahun Persebaya Surabaya yang seharusnya menjadi momen penuh sukacita berubah menjadi tragedi memilukan. Seorang remaja bernama Gionaldo (18), warga Karangpilang, meregang nyawa setelah menjadi korban pengeroyokan dan pembacokan brutal di kawasan Jalan Sumatera, Surabaya, Rabu (17/6/2026) malam.
Malam yang dipenuhi nyanyian dan konvoi ribuan suporter itu mendadak berubah mencekam. Di tengah keramaian, Gionaldo yang saat itu bersama sang kakak, Daniel, dan temannya, Bobby, melihat keributan yang pecah di antara sesama kelompok oknum suporter.
Tanpa berpikir panjang, remaja 18 tahun tersebut berusaha melerai pertikaian yang semakin memanas. Namun niat baiknya justru berujung petaka.
Alih-alih mereda, kelompok yang terlibat bentrokan justru melampiaskan amarah kepada Gionaldo. Dalam hitungan detik, korban menjadi sasaran pengeroyokan brutal. Senjata tajam diayunkan membabi buta ke arah tubuhnya di tengah suasana yang kacau dan penuh kepanikan.
Daniel yang berada di lokasi berusaha menyelamatkan diri untuk mencari pertolongan. Namun amukan massa tidak berhenti. Gionaldo bersama Bobby terus menjadi sasaran serangan hingga keduanya tersungkur bersimbah darah di jalanan.
Sayangnya, nyawa Gionaldo tidak berhasil diselamatkan. Luka bacok yang dideritanya menyebabkan kehilangan darah dalam jumlah besar. Setelah mendapat penanganan medis, tim dokter menyatakan remaja tersebut meninggal dunia.
Sementara Bobby yang mengalami luka bacok di bagian punggung berhasil melewati masa kritis dan telah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan.
Kabar meninggalnya Gionaldo meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Remaja yang awalnya hanya berniat menghentikan perkelahian itu justru pulang dalam keadaan tak bernyawa.
/div>
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Kamar Jenazah RS Bhayangkara Polda Jawa Timur untuk menjalani autopsi guna mendukung proses penyelidikan.
Hingga kini polisi masih memburu para pelaku. Sejumlah saksi mata telah dimintai keterangan, termasuk warga yang berada di sekitar lokasi saat peristiwa berdarah itu terjadi. Polisi juga tengah menelusuri rekaman CCTV dan video amatir yang beredar untuk mengidentifikasi para pelaku yang terlibat dalam aksi brutal tersebut.
Peristiwa ini menjadi noda kelam di tengah perayaan ulang tahun klub kebanggaan Kota Pahlawan. Momen yang semestinya dipenuhi kegembiraan dan persaudaraan justru berakhir dengan hilangnya satu nyawa muda yang berusaha menghentikan pertikaian.

No comments:
Post a Comment