Bikin Geram! Ambulans yang Membawa Jenazah Tak Diberi Jalan, Malah Dirusak saat Anniversary Persebaya 99 - Kabar Surabaya

Terbaru

Friday, June 19, 2026

Bikin Geram! Ambulans yang Membawa Jenazah Tak Diberi Jalan, Malah Dirusak saat Anniversary Persebaya 99

Bikin Geram! Ambulans yang Membawa Jenazah Tak Diberi Jalan, Malah Dirusak saat Anniversary Persebaya 99


Kabar Surabaya– Sebuah insiden yang memicu keprihatinan terjadi di Kota Surabaya pada Kamis (18/6/2026) dini hari. Sebuah ambulans milik BDRT (Bonek Disaster Response Team) yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan mengantar jenazah dilaporkan mengalami penghadangan, intimidasi, hingga kerusakan kendaraan saat melintas di tengah keramaian konvoi suporter.


Peristiwa itu menimpa Ambulans BDRT 27 yang saat itu mendapat permintaan bantuan untuk menjemput jenazah dari kawasan Sambiarum, Kelurahan Sambikerep, dan mengantarkannya ke rumah duka di wilayah Manukan Tohirin, Kelurahan Manukan Kulon.



Menurut keterangan pihak BDRT, tim berangkat sekitar pukul 00.15 WIB. Di tengah perjalanan, kondisi lalu lintas Kota Surabaya masih dipadati ribuan peserta konvoi yang merayakan momen tertentu di sejumlah ruas jalan utama.


Meski menghadapi kepadatan arus kendaraan, perjalanan ambulans sempat berjalan lancar berkat bantuan sejumlah Bonek yang berada di sepanjang jalur konvoi. Mereka membantu membuka jalan agar kendaraan darurat tersebut bisa segera menuju lokasi tujuan dan menjalankan tugas kemanusiaannya.


Namun situasi berubah saat ambulans memasuki kawasan Jalan Diponegoro.


Di lokasi tersebut, tim ambulans mengaku tiba-tiba dihadang oleh sekelompok orang yang berada di tengah jalan. Kendaraan yang membawa jenazah itu terpaksa memperlambat laju karena akses jalan tertutup.


Tak hanya itu, kru ambulans juga mengaku mendapat perlakuan intimidatif dari sejumlah oknum yang berada di lokasi. Ketegangan sempat terjadi ketika petugas berusaha menjelaskan bahwa mereka sedang menjalankan tugas sosial dan membawa jenazah untuk diantar ke rumah duka.


Bukannya mendapat prioritas sebagai kendaraan darurat, ambulans justru mengalami hambatan yang membuat perjalanan kemanusiaan tersebut terganggu.


/div>

Insiden semakin disayangkan ketika kendaraan ambulans dilaporkan mengalami kerusakan. Berdasarkan laporan yang diterima, spion sebelah kiri pecah, sementara bagian bamper depan juga mengalami kerusakan akibat kejadian tersebut.


Peristiwa ini langsung menuai perhatian luas karena ambulans yang menjadi korban sedang menjalankan tugas kemanusiaan. Banyak pihak menilai kendaraan darurat, terlebih yang membawa pasien maupun jenazah, seharusnya mendapat prioritas dan penghormatan dari seluruh pengguna jalan.


Sejumlah anggota dan pendukung Bonek pun turut mengecam tindakan oknum yang diduga terlibat dalam insiden tersebut. Mereka menegaskan bahwa aksi penghadangan maupun perusakan terhadap ambulans tidak mencerminkan nilai solidaritas dan kepedulian yang selama ini dijunjung oleh komunitas suporter Persebaya.

"Ambulans sedang menjalankan tugas kemanusiaan. Apa pun situasinya, kendaraan darurat harus diberikan akses untuk melintas," ujar salah satu relawan yang mengetahui kejadian tersebut.


Hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai identitas para pelaku maupun langkah hukum yang akan ditempuh terkait insiden tersebut. Pihak terkait masih mengumpulkan informasi dan kronologi lengkap guna mengetahui secara pasti rangkaian kejadian yang terjadi di lokasi.


Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik hiruk-pikuk keramaian jalan raya, terdapat tugas-tugas kemanusiaan yang tidak boleh terhambat. Ambulans bukan sekadar kendaraan biasa, melainkan sarana yang membawa harapan, pertolongan, bahkan penghormatan terakhir bagi mereka yang telah berpulang.


Karena itu, masyarakat diharapkan selalu memberikan ruang dan prioritas bagi kendaraan darurat agar tugas kemanusiaan dapat berjalan aman, lancar, dan tanpa hambatan.

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad