Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya Gelar Rapimda dan Canangkan Masjid Raya serta Kampung Madani
Kabar Surabaya - Momentum suci Ramadan dimanfaatkan secara optimal oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan merumuskan langkah strategis ke depan. Melalui Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) yang digelar di Aula Gedung Millenium (TMB) SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya atau yang dikenal dengan Mudipat, Ahad (01/03/2026), semangat kebersamaan dan visi Muhammadiyah berkemajuan kembali ditegaskan.
Sejak pagi, suasana aula dipenuhi para pimpinan dan kader Muhammadiyah dari berbagai unsur. Acara ini turut dihadiri Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Ustadz Prof. Thohir Luth, MA., yang memberikan dukungan moril terhadap jalannya Rapimda. Hadir pula jajaran PDM Kota Surabaya, para Ketua dan Sekretaris Majelis PDM, pimpinan Organisasi Otonom (Ortom) tingkat daerah, serta Ketua, Sekretaris, dan Bendahara Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Surabaya.
Ketua PDM Kota Surabaya, Ustadz Dr. M. Ridlwan, M.Pd., yang juga menjabat sebagai Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surabaya, secara resmi membuka Rapimda tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini dengan baik dan lancar di bulan penuh berkah.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Rapimda, mulai dari Majelis, Ortom, PCM se-Surabaya, hingga tuan rumah SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya serta PCM Ngagel.
“Dalam kesempatan ini kami akan menyampaikan hasil Rapat Kerja (Raker) PDM Kota Surabaya yang membutuhkan dukungan dari seluruh elemen Muhammadiyah, khususnya PCM se-Surabaya, sehingga bisa berjalan dengan baik,” tegasnya.
Menurutnya, sinergi antar unsur persyarikatan menjadi kunci utama dalam mewujudkan program-program strategis Muhammadiyah di Kota Surabaya.
Program Unggulan: Menuju Masjid Raya PDM Surabaya
Dalam forum tersebut, Ustadz Ridlwan juga memaparkan program unggulan PDM Kota Surabaya tahun ini. Salah satu agenda besar yang menjadi prioritas adalah pengembangan Masjid Raya Muhammadiyah tingkat kota.
/div>
“Nah, Masjid Al-Gharib akan dijadikan Masjid Raya PDM Kota Surabaya,” jelasnya mantap.
Masjid Raya tersebut nantinya diharapkan tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat dakwah, pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, serta pelayanan sosial bagi masyarakat luas.
Membangun Kampung Madani
Tak hanya fokus pada pengembangan masjid, PDM Kota Surabaya juga mencanangkan pembangunan Kampung Madani. Program ini dirancang untuk bersinergi dengan masjid, PCM, serta masyarakat sekitar, sehingga tercipta lingkungan yang religius, berdaya, dan harmonis.
Kampung Madani diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis nilai-nilai Islam berkemajuan. Di dalamnya, akan dikembangkan berbagai kegiatan sosial, pendidikan, ekonomi, dan pembinaan karakter, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga sekitar.
Program ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen Muhammadiyah dalam menghadirkan Islam yang mencerahkan dan mencerdaskan, tidak hanya dalam wacana, tetapi juga dalam praktik kehidupan sehari-hari.
Peneguhan Semangat Muhammadiyah Berkemajuan
Menutup sambutannya, Ustadz Ridlwan secara resmi membuka Rapimda dengan mengajak seluruh peserta membaca basmalah bersama.
“Dengan ini, mari kita buka Rapat Pimpinan Daerah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya dengan bacaan basmalah bersama-sama, bismillahirrahmanirrahim,” ujarnya, yang disambut khidmat oleh seluruh peserta.
Rapimda ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah dan memperkuat komitmen seluruh elemen Muhammadiyah di Surabaya. Harapannya, seluruh program yang telah dirumuskan dapat berjalan optimal dengan dukungan penuh dari PCM, Majelis, dan Ortom.
Semangat Ramadan yang penuh keberkahan diharapkan semakin menguatkan tekad untuk mewujudkan Muhammadiyah yang berkemajuan, mencerahkan, dan mencerdaskan umat. Dengan kebersamaan dan sinergi, cita-cita besar tersebut diyakini dapat terwujud demi kemaslahatan masyarakat luas. (cak Kiem)

No comments:
Post a Comment