Nasib Tragis Ini Dialami Boneka Squid Game Setelah 3 Hari Terpasang Di Kota Surabaya - Kabar Surabaya

Breaking

Tuesday, October 12, 2021

Nasib Tragis Ini Dialami Boneka Squid Game Setelah 3 Hari Terpasang Di Kota Surabaya

Nasib Tragis Ini Dialami Boneka Squid Game Setelah 3 Hari Terpasang Di Kota Surabaya


Kabar Surabaya - Melejitnya Drama Korea Squid Game yang dirilis oleh jaringan Netflix rupanya membuat banyak penggemarnya susah move on. Apa saja yang berbau Squid Game pastilah menjadi perhatian bagi yang telah menontonnya. Salah satu ikon Squid Game yang paling menonjol adalah boneka anak perempuan berkuncir dua yang ada pada game lampu merah, lampu hijau



Boneka tersebut akhirnya banyak di tiru oleh banyak pihak guna dibuat replikanya. Hal ini seperti yang dilakukan oleh pengusaha restoran Dick Deriyan. Rencananya pengusaha tersebut akan membuka restoran yang terletak di kawasan Jalan Tunjungan Kota Surabaya. Untuk memperkenalkan lokasi usahanya tersebut beliau sengaja memajang Boneka Squid Game di trotoar dengan restorannya.

 

Boneka Squid Game setinggi 2 meteran tersebut langsung saja menarik perhatian banyak warga Kota Surabaya. Mereka ingin melihat dari dekat penampakan boneka Squid Game setinggi 2 meteran yang bisa menoleh ke kiri dan ke kanan.

 

Bahkan pada malam minggu (09/01;2021) kemarin, lokasi restoran yang berada dipojokan jalan tersebut tampak ramai dipadati oleh warga. Mereka tampak mengerubuti boneka tersebut sambil sesekali berfoto dengan latar belakang boneka tersebut.

 

Hal tersebut rupanya dipandang oleh Satpol PP Kota Surabaya sebagai hal yang cukup membahayakan. Karena Boneka Squid Game tersebut dianggap membuat kerumunan massa sehingga berpotensi menyebarkan virus Covid-19. Bahkan selain kerumunan masyarakat, jalanan tersebut akhirnya juga dipadati oleh kendaraan pengunjung yang diparkir.


 

Karena hal itulah akhirnya pada Minggu (10/10/2021) kemarin Satpol PP Kota Surabaya menggangkut Boneka Squid Game bersama boneka lainnya untuk dibawa ke kantornya. Boneka-boneka tersebut diangkut dengan truk terbuka pada malam hari.

 

Menurut Eddy Christijanto, selaku Kepala Satpol PP Surabaya dirinya telah memanggil pemilik kafe di lokasi berdirinya patung tersebut. Mnurut Eddy ada 3 pelanggaran hingga pihaknya harus membongkar patung Squid Game tersebut. 

 


Pertama, lokasi dari berdirinya patung boneka Squid Game tersebut merupakan jalur pedestrian atau lokasi pejalan kaki. Hal ini akan mengganggu para pejalan kaki yang akhirnya mereka harus turun ke jalan raya karena adanya patung tersebut. Kondisi ini tentu saja sangat membahayakan. Hal ini melanggar Perda Nomor 2 Tahun 2020 dan Perda Nomor 10 Tahun 2010 tentang penggunaan jalur pejalan kaki.

 

Kedua, lokasi tersebut adalah salah satu cagar budaya yang berada di Kota Pahlawan. Walaupun status dari tanah dan bangunandi  lokasi itu sudah menjadi hak milik warga. Namun,untuk pemanfaatannya harus mendapatkan rekomendasi dari tim cagar budaya Kota Surabaya.

 


Ketiga, Keberadaan Bonek Squid Game yang cukup viral ini rupanya mengundang kerumunan. Hal ini tentunya berpotensi melanggar protokol kesehatan berupa phisical distancing (jaga jarak). Saat ini pemilik sudah dipanggil oleh Satpol PP Kota Surabaya untuk dimintai keterangan perihal pemasangan boneka yang cukup menghebohkan tersebut. (yyan)


No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad