BREAKING NEWS : Angin Puting Beliung Porak Porandakan Sumenep, 20 Kawasan Ini Terkena Dampaknya - Kabar Surabaya

Breaking

Saturday, April 3, 2021

BREAKING NEWS : Angin Puting Beliung Porak Porandakan Sumenep, 20 Kawasan Ini Terkena Dampaknya


BREAKING NEWS : Angin Puting Beliung Porak Porandakan Sumenep, 20 Kawasan Ini Terkena Dampaknya


Kabar Surabaya - Saat ini, hampir semua wilayah di Indonesia sedang memasuki peralihan musim dari musim penghujan ke musim kemarau. Saat masa peralihan ini sangat rawan sekali terjadi bencana alam seperti Angin kencang ataupun angin puting beliung. Biasanya angin puting beliung ini sering terjadi dikawasan yang berada di tepi laut atau kawasan pantai.


Hal ini seperti yang terjadi didaerah Sumenep - Madura pada Hari Sabtu (03/04/2021) siang tadi. Angin puting beling dengan ukuran luas dan kekuatan yang tinggi menerjang kawasan pesisir pantai di Sumenep. Angin puting belingb dengan kecepatan 63km/jam ini memporak-porandakan bebrapa rumah yang ada dikawasan pesisir tersebut.




Angin Puting Beliung yang terjadi dalam durasi sekitar lima menitan ini ternyata memberikan dampak kepada 20 kawasan di pesisir Sumenep.Lokasi yang terdampak ini ada di dua desa, yaitu desa Karanganyar dan desa Pinggir Papas. Sedikitnya ada sekitar empat bangunan yang rusak akibat serangan Angin yang disebut warga Madura ini sebagai Olak Taon.


Berdasarkan krinologis yang didapatkan, Serangan Angin Puting Beliung ini mulai terjadi dari kawasan Pantai dan langsung mengarah ke kawasan pemukiman penduduk. Begitu sampai ke daratan angin Puting Beliung ini langsung merusak beberapa bangunan di lokasi. Hal ini tampak dari vidio yang tersebar di berbagai media sosial. Tampak puing-puing bangunn beterbangan dihempas oleh angin yang berputar tersebut.


Abd Rahman Riadi  selaku Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pemkab Sumenep mengungkapkan kalau pada masa peralihan atau Pancaroba seperti ini, bencana Aping Puting Beliung kerap terjadi. Kedua desa yang saat ini terdampak oleh angin puting beliung itu memang lokasi yang biasanya terdampak saat mas pancaroba. Jadi kejadian ini hampir setiap tahun terjadi di kedua lokasi tersebut.


Menurut Rahman, gejala terbentuknya puting beliung ini bermula dari udarang yang sangat panas atau gerah. Lalu tiba-tiba ada banyak awan yang terbentuk berlapis-lapis, Diantara awan tersebut ada yang terbentuk menjungan seperti bunga kol. lalu lamgit akan berubah menjadi putih pekat. Setelah itu baru muncul pusaran angin dari atas ke bawah dan akhirnya berjalan menuju daratan.


Kejadian Angin Puting Beliung ini juga pernah terjadi di Kota Surabaya, terpatnya dikawasan Kenjeran pada beberapa waktu yang lalu. Namun saat itu angin yang berputar kencang tersebut langsung hilang saat akan menuju ke daratan. (yyan)   



No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad