Walikota Risma Terima Bekerja Anak Almarhum KPPS Di Pemkot Surabaya - Kabar Surabaya

Breaking

Friday, April 26, 2019

Walikota Risma Terima Bekerja Anak Almarhum KPPS Di Pemkot Surabaya

Walikota Risma Tawarkan Pekerjaan Anak Almarhum KPPS Di Pemkot Surabaya

Kabar Surabaya - Gelaran Pemilu serentak sudah berlalu sejak satu minggu yang lalu. Namun beberapa kendala yang ada ternyata masih tersisa hingga saat ini. Bahkan beberapa kendala ini ada yang sangat menyesakkan dada, yaitu timbulnya korban jiwa dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Hingga saat ini tercatat lebih dari 100 orang KPPS yang meninggal akibat menjalankan tugas negara ini.



Di Kota Surabaya sendiri terdapat 4 warga yang meninggal setelah menjadi anggota KPPS. Ke-empat korban ini di duga kelelahan akibat mengemban tugas negara untuk mensukseskan ajang Pemilihan Umum serentak.

Warga Surabaya yang meninggal ini adalah :
  1. Thomy Heru Siswantoro di Jalan Karang Gayam Teratai No. 24 Surabaya
  2. Sunaryo  di Jalan Kapas Madya Barat 9/38 Surabaya
  3. Badrul Munir di Kedung Baruk No 92
  4. Hariono (36) Linmas TPS 45 Kelurahan Kandangan Kecamatan Benowo


Thomy Heru Siswantoro ini merupakan anggota KPPS yang bertugas di TPS 19 Pacar Keling, Tambaksari Kota Surabaya. Sedangkan Sunaryo adalah anggota KPPS yang bertugas di TPS 13, Kelurahan Kapas Madya, Kecamatan Tambaksari Kota Surabaya.

Mendengar ada warganya meninggal dunia yang di duga akibat kelelahan dalam menjalankan tugas sebagai KPPS, Walikota Surabaya, Tri Rismaharini menyatakan keprihatinannya. Walikota pertama wanita di Kota Surabaya ini adalah juga menyatakan rasa belasungkawa yang sangat mendalam.

Untuk lebih membesarkan dan menguatkan hati dari keluarga yang telah di tinggalkan oleh almarhum, pada hari kamis 25 April 2019, Walikota Risma dan jajarannya melakukan takziah ke rumah korban. Mulai kemarin hingga hari ini Walikota Risma blusukan ke rumah warga yang meninggal dunia.



Di hadapan para keluarga korban, Walikota Risma mengungkapkan rasa kesedihannya yang cukup mendalam. Kepada anak-anak almarhum Risma menyatakan siap membantu biaya pendidikannya apabila keluarga membutuhkan. "Yang sabar ya sayang..." Ucap Walikota Risma sambil Sambil mengusap kepala anak almarhum. Untuk prosedurnya nanti keluarga bisa mengirimkan surat kepada Lurah atau Camat agar bantuannya bisa segera di terima dan digunakan dengan baik. 

Selain memberikan bantuan biaya pendidikan, Walikota Risma juga memberikan santunan sejumlah uang tunai kepada keluarga almarhum. Kepada anak almarhum Badrul Munir, Risma menawarkan pekerjaan di Pemerintah Kota Surabaya. Namun Risma memintanya untuk menyelesaikan kuliahnya dulu di Stesia. "Nanti kalau kuliahnya sudah selesai bisa langsung menghadap saya, saya kira bantuan ini lebih baik daripada hanya memberikan uang, karena bisa berkelanjutan demi masa depannya" terang Risma.


Mengingat banyaknya anggota KPPS yang meninggal dalam tugas, Walikota Risma menginstruksikan kepada jajaran Dinas Kesehatan Kota Surabaya (Dinkes) untuk berkeliling setiap hari guna memantau kesehatan para anggota KPPS dan PPK yang sedang bertugas. 

Risma juga berpesan kepada anggota KPPS dan PPK agar tidak memaksakan diri. Apabila lelah bisa di gantikan dengan anggota yang lain. Mengenai hal tersebut Risma mengaku telah berkomunikasi dengan anggota KPU Surabaya. "Intinya saya bsangat berharap agar tidak ada masyarakat Kota surabaya yang menjadi korban lagi" Terang Risma. (Yanuar Yudha)

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad