Ketika Bonek dan Bonita Berbuat Sesuatu Untuk Dunia - Kabar Surabaya

News

Monday, April 1, 2019

Ketika Bonek dan Bonita Berbuat Sesuatu Untuk Dunia

Ketika Bonek dan Bonita Berbuat Sesuatu Untuk Dunia

Kabar Surabaya - Mungkin di sebagian benak warga Kota Surabaya masih terdapat gambaran tentang bagaimana perilaku kasar dari para suporter sepak bola yang bernama Bonek Mania. Sifat brutal dan kasar yang mereka tunjukkan terutama pada waktu bubaran menonton pertandingan dari klub kesayangannya (Persebaya Surabaya) sangatlah mengerikan. Memukul-mukulkan bendera dengan tongkat panjangnya, melakukan konvoi dengan knalpot yang di raungkan, bahkan yang terkenal adalah mengambil dagangan pedagang tanpa membayar. Namun semua pandangan itu seakan sirna ketika para Bonek Mania ini datang ke stadion dengan membawa bonek lucu nan imut.



Pada hari Jum'at (29/3/2019), Suasana Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) yang terletak di kawasan Surabaya Barat terlihat cukup ramai. Pada hari tersebut akan di gelar pertandingan antara Persebaya Surabaya dengan PS Tira-Persikabo. Sejak pukul 13.00wib para Bonek Mania sudah mulai berdatangan ke kawasan GBT. Namun ada yang berbeda daripada biasanya. Mereka terlihat membawa boneka di dalam genggamannya. Ada beragam boneka yang mereka bawa, mulai dari ukuan kecil hingga ukuran yang sebesar orang. Sekilas tampak aneh ketika seorang berwajah sangar datang ke stadion dengan membawa bonek berwarna-warni yang lucu. 

Rupanya pada pertandingan kali ini para Bonek Mania ini sudah mempunyai misi khusus yang di tujukan untuk anak-anak penderita kanker. Nantinya boneka yang mereka bawa ini akan di berikan kepada anak-anak tersebut. Hal ini menjadi sebuah pesan bahwa para Bonek mania ini ada dan peduli kepada anak-anak penderita kanker.



Aksi yang mereka lakukan ini rupanya sudah tersebar ke seluruh media sosial sejak beberapa hari sebelum pertandingan di mulai. Aksi ini berawal dari aktifitas Istri Presiden Tim Persebaya Surabaya, yaitu Ivo Ananda yang saat itu mengunjungi para anak-anak penderita kanker di Rumah Sakit Dr.Soetomo. Saat ini Ivo di dampingi oleh kedua maskot Persebaya, yaitu Jojo dan Zoro. Dari kegiatan inilah kemudian tercetus sebuah ide untuk meniru apa yang di lakukan oleh seporter Real Betis. Yaitu membuat "Hujan Boneka" di dalam Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya.

Dan aksi inipun di sambut dengan gegap gempita oleh para Bonek Mania Surabaya.Aksi pelemparan bonek ini di lakukan tepat ketika wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan babak pertama usai. Tanpa di komando lagi sekitar 42ribu Banek mania yang beradi di tribun lanngsung melemparkan bonekanya ke bawah. Saking banyaknya boneka yang di lemparkan, hujan boneka ini berlangsung hampir selama 2 menitan. 



Rupanya aksi yang Bonek Mania lakukan ini di luar dugaan dari perkiraan semula. karen jumlah boneka yang terkumpul adalah 20-ribu lebih. Hal ini tentu menunjukkan bahwa para Bonek Mania sangatlah kompak dan berubah menuju ke arah yang lebih baik. Hal ini juga di amini oleh Arie Rukmana selaku perwakilan dari Unicef yang juga hadir di dalam stadion.  "Dukungan Bonek ini merupakan aksi Humanisme yang telah di tunjukkan kepada anak-anak penderita kanker" tuturnya.

Dengan jumlah 20-ribu boneka ini, tentu saja tidak hanya Rumah Sakit Dr.Soetomo Surabaya yang akan mendapatkan sumbangsih boneka. Namun boneka ini juga akan di sumbangkan ke Rumah Sakit yang ada di sekitar Kota Surabaya, seperti Sidoarjo, Gresik , Lamongan dan  Mojokerto.  



Dalam dunia sepak-bola Indonesia, tentunya aksi Hujan Boneka yang di lakukan oleh para Bonek Mania ini adalah pertama kalinya yang terjadi di Indonesia. Dan aksi Humanisme dari para Bonek Mania ini melengkapi aksi-aksi mereka selama ini, seperti mengelola Panti Asuhan Bonek yang ada di Sidoarjo dan mempunyai unit khusus penanganan bencana yang sering turun ke lokasi bencana, kala tercadi bencana. 

Persebaya Surabaya yang sekarang memanglah bukan Persebaya Surabaya yang lalu. Saat ini Tim dengan sebutan bajoel Ijo ini telah menjadi tim yang medern dengan penanganan yang profesional di segala bidang. Hal ini rupanya juga menular kepada para Bonek Mania yang terus melangkah maju untuk menjadi lebih baik lagi dan menjadi contoh bagi siporter bola lainnya di Indonesia. 


Namun sayangnya apa yang telah di lakukan para Bonek mania ini masih belum "menular" kepada tim rival terdekatnya, yaitu Aremania. Hal ini terlihat ketka tim Arema Malang bertanding melawan tim Bayangkara FC. Nyanyian rasis yang di tujukan kepada Bonek Mania dan Viking Bandung masih saja terdengar di tribun. (Riski Rahmadianti)  

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad