Zikria Dzatil Kirimkan Surat Permintaan Maaf Kepada Wali kota Risma Dan Warga Surabaya - Kabar Surabaya

Breaking

Wednesday, February 5, 2020

Zikria Dzatil Kirimkan Surat Permintaan Maaf Kepada Wali kota Risma Dan Warga Surabaya

Zikria Dzatil Kirimkan Surat Permintaan Maaf Kepada Wali kota Risma Dan Warga Surabaya

Kabar Surabaya - Kasus penghinaan atas diri Walikota Risma Tri Rismaharini telah memasuki tahapan pemeriksaan terhadap tersangka. Tersangka tunggal Zikria Dzatil saat ini tengah ditahan guna dilakukan pemeriksaan terhadap perbuatan yang dilakukannya. Dari keterangan yang telah diperoleh, ibu dari 3 orang anak ini mengaku sangat menyesal atas perbuatan yang telah dilakukannya


Di Kota Surabaya ini Zikria Dzatil ditemani oleh suami dan anaknya yang berusia sekitar dua tahunan. Sang suami sengaja membawa anak bungsunya, karena anak perempuan ini masih membutuhkan ibunya. "Kondisinya juga sering rewel kalau tidak ketemu sama ibunya, makanya saya sering-sering bawa untuk menjenguk ibunya," jelas suami dari Zikria Dzatil ini.

Sejak dikenalkan pada publik, wanita berusia 44 tahun ini berulang kali meminta maaf kepada Walikota Surabaya dan masyarakat Kota Surabaya. "Saya benar-benar minta maaf kepada bunda Risma dan warga Kota Surabaya,". 


Permintaan maaf ini tidak hanya dilakukan lewat lisan, namun juga dilakukan oleh warga Bogor ini dengan cara menulis surat. Ada tiga lembar surat yang telah di tulisnya dengan menggunakan tangan. Surat-surat ini kemudian disampaikan kepada Walikota Risma. Ke-tiga surat ini ditulisnya dengan menggunakan kertas folio yang diatasnya selalu dibubuhkan tulisan Arab "Bismillahirrahmanirrahim"

Berikut isi dari ke-3 surat yang ditulis oleh Zikria Dzatil kepada Walikota Surabaya.

Assalamualaikum wr.wb
Kepada yang terhormat Bunda Risma...

IBU...Saya bernama Zikria, mempunyai anak 3 orang, yang paling kecil berusia 2 tahun kurang satu bulan.

IBU...Izinkan saya tuk memohon maaf yang sebesar-besarnya atas semua kekhilafan aku Bunda...
Aku mohon dibukakan pintu maaf buatku IBU...atas segala kesalahanku dan kekhilafan aku BUNDA...


BUNDA...Aku sangat tidak pantas, benar2x tidak pantas dengan apa yang aku lakukan. Semua ini hanya karena didunia maya itu yang tlah membuat aku terlena dengan bisikan setan di dunia maya itu...

Aku mohon IBU...aku mohon... sangat memohon bukakan pintu maaf mu buat aku Bunda...buat anak-anakku bunda...terlebih lagi buat anakku yang paling kecil...aku terpisah dari anakku yang paling kecil...aku terpisah dari anakku yang paling kecil sangat membuat aku tersiksa Bunda... aku benar-benar menyesal, sangat menyesali perbuatanku Bunda... aku khilaf. 

aku terbawa arus di dunia maya itu...tapi aku tidak punya tujuan atau maksud apapun dalam kasusku ini untuk menghina Bunda...benar-benar aku KHILAF Bunda...
IBU... aku janji... aku janji tidak akan pernah aku ulangi lagi kesalahanku ini untuk kedua kalinya dalam hidupku...

IBU... aku hanya seorang ibu rumah tangga biasa yang sangat bodoh tanpa aku sadari efek dari semua ini berakibat fatal dalam hidupku. Sampai aku terpisah dari anak-anakku... terlebih dari anakku yang berusia 2 tahun kurang 1 bulan ini... aku tidak kuat bunda, terpisah dari anakku yang masih kecil ini bunda...


IBU... sekali lagi... aku mohon... aku mohon... memohon...Bunda... mohon maaf... beribu maaf ...Bunda...
Bunda...aku meminta tolong...tolong Bunda...tolong bukakan pintu maaf itu untuk aku Bunda...
Kasihanilah aku IBU... kasihanilah anakku yang paling kecil ibu... Dia masih membutuhkan aku bunda...
Aku mohon... beribu memohon...maafkan atas segala segala kesalahanku bunda. Bukakan pintu maaf itu untuk aku bunda...
Mohon Bunda.
Aku memohon Bunda...Maafkanlah aku... 

WaalaikummsalamWR.WB   (Zikria)

Untuk surat permohonan maaf yang kedua ini Zikria juga meminta maaf kepada warga Kota Surabaya karena telah menimbulkan keresahan.


Kepada ibunda Risma

Saya yang bernama Zikria binti Moh. Sani. Dengan ini saya dengan sepenuh hati saya tuk meminta maaf yang teramat-amat kepada Bunda Risma... Saya akui kesalahan atas kekhilafan saya Bunda...

Karena kesalahan saya yang terlalu berlebihan kepada segelintiran orang-orang di dunia dumey yang telah memicu permasalahan ini...

Saya tidak pernah mengerti dan tau bahwa efek dari semua ini banyak membuat keresahan orang-orang banyak dan masyarakat Surabaya...

Sekali lagi saya memohon kepada Bunda Risma bukakan pintu maaf bunda untuk saya bunda...mohon maaf Bunda Risma atas kesalahan saya... (Zikria) 

Untuk surat yang ke-3 Zikria khusus meminta maaf kepada warga Kota Surabaya.

Saya yang bernama Zikria Dzatil  :

Dengan melalui surat ini saya meminta dengan sangat pintu maaf yang sebesar-besarnya...kepada masyarakat Surabaya. Dengan adanya postingan saya di media sosial..sekali lagi bukakan pintu maaf buat saya.

Terima kasih Banyak 

Tertanda Zikria


Saat ini ke-3 surat tersebut telah berada di tangan Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Setelah membaca ke-3 surat tersebut Walikota Risma mengatakan kalau dirinya telah memaafkan Zikria Dzatil atas postingan yang mengatakan kalau beliau adalah "Kodok Betina".

Dalam jumpa pressnya siang ini Walikota Risma juga meminta kepada warga Kota Surabaya untuk memaafkan yang Zikria Dzatil. 


"Jangan hanya karena saya, kita semua jadi bermusuhan, saya tidak ingin seperti itu,"

Menurut Walikota Risma, dirinya tidak akan berkeberatan kalaupun dibilang jelek. Beliau juga tidak berkeberatan kalau dianggap tidak pantas untuk memimpun Kota Jakarta. 

"Ada yang bilang muka saya jelek, juga dianggap tidak pantas untuk memimpin Jakarta. Saya tidak mau dan pantang untuk meminta jabatan. Saya jadi Wali Kota Surabaya juga bukan saya yang minta. Sejelek apapun saya, saya ini masih ciptaan Tuhan,".


Walikota Risma-pun berpesan kepada warga Kota Surabaya untuk lebih berbesar hati dan mau memaafkan kesalahan orang lain.

"Kalau warga Kota Surabaya masih mencintai saya, mari besarkan hati dan mau memaafkan kesalahan orang lain. Tuhan saya masih mau memaafkan kesalahan hambanya yang bersalah,"  

Mengenai kelanjutan dari kasus penghinaan nama baik ini, Walikota Risma menyerahkan sepenuhnya kepada Polrestabes Kota Surabaya. Mengenai apakah nantinya Walikota Risma akan mencabut laporannya, beliau masih akan membicarakan dulu dengan pihak Kepolisian melalui kantor hukumnya. "Karena memang saya sendiri yang tanda-tangan surat laporan tersebut," jelas Walikota Risma.


Kapolresta Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho menjelaskan bahwa kasus ini masih berjalan sesuai dengan tahapan-tahapan yang ada. Proses hukum juga akan dikaji lebih dalam lagi. Saat ini pihak Kepolisisan telah meminta keterangan dari 16 saksi dan akan menuju ke tahapan selanjutnya lagi. 

Dalam kesempatan ini Sandi mengingatkan agar masyarakat lebih berhati-hati lagi dalam bermedia sosial. "Dunia maya itu bisa dijangkau dan bisa di ungkap, jadi marilah kita lebih bijak lagi dalam ber-media sosial,". (Yanuar Yudha)

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad