Ketika Walikota Risma Dikritik Karena Sering Ke Luar Negeri - Kabar Surabaya

Breaking

Wednesday, November 20, 2019

Ketika Walikota Risma Dikritik Karena Sering Ke Luar Negeri

Ketika Walikota Risma Dikritik Karena Sering Ke Luar Negeri

Kabar Surabaya - Kesibukan Walikota Surabaya sebagai kepala daerah di Kota Surabaya sekaligus sebagai President UCLG ASPAC ( Unitd Cities and Local Goverment Asia - Pasific) membuatnya harus senantiasa bepergian ke luar negeri. Hal ini rupanya menjadi sorotan sebuah media lokal di Kota Surabaya. Media ini menulisnya dengan tajuk Risma, Kepala Daerah yang paling rajin ke luar negeri.


Media tersebut memuat ada 37 kepala daerah yang sering bepergian keluar negeri. Dari semua kepala daerah tersebut, ternyata Walikota Risma yang tercatat paling sering melakukan kunjungan ke luar negeri. Selain Walikota Surabaya, adapula ulasan yang menyebutkan Walikota Malang, Bupati Sidoarjo dan Bupati Jember yang juga sering ke luar negeri.

Di dalam ulasannya, media tersebut juga memuat beberapa pendapat pendapat dari para ahli mengenai fenomena seringnya kepala daerah bepergian ke luar negeri. Salah satunya adalah pakar kebijakan publik Universitas Airlangga Surabaya, Gitadi. Menurutnya, segala informasi seharusnya sudah bisa diperoleh secara langsung melalui teknologi informasi, jadi apabila outputnya tidak terukur, maka bisa menjadi pemborosan. 


Gitadi juga mengungkapkan, bahwa bepergian keluar negeri, apalagi dengan menggunakan rombongan yang besar, tentu saja akan membebani APBD. Lebih jauh beliau mengungkapkan, bahwa bepergian ke luar negeri ini harus jelas substansinya, apakah hal tersebut merupakan suatu kebutuhan atau hanya keinginan dan serimonial yang seharusnya tidak perlu. 

"Yang sangat disayangkan adalah, harusnya Pemkot Surabaya mengumumkan mana kunjungan ke luar negeri yang substansif, mana yang hanya sampingan saja. Biayanya juga harus jelas, jangan memberikan kesan karena akhir tahun, terus kesannya plesiran," ujar Gitadi.


Pendapat berbeda disampaikan oleh wakil DPRD Kota surabaya, Reni Astuti. "Saya pernah melakukan lawatan bersama Walikota Risma di Pakistan, pada waktu makan, saya memperhatikan beliau sibuk berkoordinasi dengan staffnya yang ada di Surabaya. Ternyata pada waktu itu sedang terjadi kebakaran di Kota Pahlawan,". Intinya meskipun Walikota Risma bepergian ke luar negeri, namun segala ususan di Kota Surabaya masih dalam kontrolnya secara penuh.

Adanya kabar yang yang mengatakan bahwa seringnya lawatan Walikota Risma ke luar negeri menguras APBD Kota Surabaya di bantah oleh Pemkot Surabaya. Melalui Kabag Humasnya Febriadhitya Prajatara, Pemkot Surabaya menjelaskan bahwa semua biaya perjalanan dan akomodasi lawatan Walikota Surabaya ke luar negeri mayoritas di tanggung oleh pihak pengundang. 


Febri memberikan contoh ketika Walikota Risma melakukan lawatan ke New York. Dalam hal ini semua biaya ditanggung oleh PBB dan Direktur FAO sebagai pihak penyelenggara. Berikut juga untuk lawatan ke luar negeri dalam kapasitasnya sebagai Presiden UCLG ASPAC. "Tentu semua biaya di tanggung oleh organisasi tersebut, tanpa mengambil APBD sedikitpun," terang Febri. 

Dalam lawatannya, Walikota Risma datang bukan hanya sebagai penonton saja. melainkan menjadi pembicara. Oleh karena itu, semua akomodasi di tanggung oleh penyelenggara. Bahkan acara ke luar negeri juga dijadikan oleh walikota risma sebagai ajang mempromosikan Kota Surabaya. maka tidak heran jika Kota Pahlawan ini seringkali menjadi tuan rumah dari acara-acara berkelas Internasional. Sebut saja UN Habitas, UCLG ASPAC dan masih banyak lagi lainnya. Tentu saja hal ini akan mendongkrak PAD kota, karena para tamu pasti butuh hotel, suvenir dan makanan.


Dalam suatu kesempatan Walikota Risma juga pernah berbicara, bahwa beliau tidak akan menggunakan APBD dalam lawatan ke luar negeri. "Kalau saya enggak dibayari, aku yo males budal,". (Yanuar Yudha)

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad