Demo Buruh Di DPRD Jatim Di Dampingi Oleh Polwan Cantik - Kabar Surabaya

Breaking

Wednesday, October 2, 2019

Demo Buruh Di DPRD Jatim Di Dampingi Oleh Polwan Cantik

Kabar Surabaya - Siang hari kemarin, jalanan Kota Surabaya kembali dipenuhi oleh para pengunjuk rasa. Berbeda dengan sebelumnya. Jika pada sebelumnya, yang turun ke jalan adalah para mahasiswa, lalu di sambung dengan anak STM. Kali ini gantian para buruh yang turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasinya.


Ada empat tuntutan yang dibawa oleh para buruh saat melakukan demonstrasi pada hari Rabu (02/10/2019). Tuntutan tersebut adalah : 
  1. Pembentukan Perda Jaminan Pesangan, yang akan dimasukkan ke dalam Prolegda 2019. Dimana untuk pembahasannya juga harus melibatkan elemen buruh. Undang-undang ini diharapkan bisa rampung pada hari Buruh 2020 mendatang
  2. DPRD Jatim, Pemprov Jatim dan Perwakilan Buruh akan melakukan Audiensi tentang Undang-Undang Perburuhan di Jakarta. Undang-Undang perburuhan yang dimaksud disini adalah UU Nomor 13 tahun 2003 tentang ketenaga-kerjaan.
  3. Dilaksanakan pembahasan mengenai Disparitas upah buruh. Hal ini dikarenakan disparitas upah buruh antara daerah satu dengan daerah lain masih banyak yang disparitasnya terlalu tinggi.
  4. Menyepakati terbentuknya Badan Pengawas Rumah Sakit (BPRS). Hal ini berkaitan dengan pengawasan pelaksanaan BPJS. Harapannya BPRS bisa segera terbentuk pada tahun 2020 mendatang.
Ribuan massa buruh yang datang untuk menyuarakan aspirasinya mulai tampak pada pukul 12.00wib. Mereka memenuhi jalanan di Kota Surabaya dengan ratusan kendaraan roda dua dan beberapap mobil komando. Beberapa ruas jalan tampak mulai merambat ketika massa buruh mulai bergerak menuju gedung DPRD Jawa Timur yang terletak dikawasan Indrapura Kota Surabaya.


Ada yang berbeda dalam pelaksanaan demo kali ini. Perbedaan ini justru terletak pada petugas keamanan yang bertugas mengamankan gedung DPRD Provinsi Jawa Timur. Sebelum massa buruh berdatangan, ternyata Kapolda Jatim Inspektur Jenderal Polisi Luki Hermawan sudah menyiagakan pasukan khusus untuk menyambutnya. 

Pasukan khusus yang menyambut massa buruh ini bukanlah pasukan anti huru-hara yang bersenjata lengkap ataupun pasukan yang dilengkapi dengan water canon. Melainkan puluhan Polisi wanita berparas manis dengan bersenjatakan poster-poster yang cukup unik dan bersahabat. Poster-poster tersebut bertuliskan kalimat yang unik, seperti Buruhku Anti Rusuh, Sing Tenang Oleh selfie Karo Aku, hingga Sing Anteng engko Ta Traktir Ngopi. 


Total ada 200 Polwan yang bertugas untuk melakukan pengamanan demo buruh ini. Bahkan ada satuan Polwan Asmaul Husna yang juga dilibatkan dalam pengamanan ini. Satuan Polwan tersebut adalah Polwan yang dalam kesehariannya selalu mengenakan hijab.

Ide dari Poster yang berisikan kalimat-kalimat unik ini rupanya berasa dari para Polwan itu sendiri. Mereka ingin agar para pengunjuk rasa bisa tetap tertib dengan cara-cara yang persuasif. 

Hal ini ternyata cukup ampuh, sebab selama demo, massa buruh terlihat cukup tertib dan kondusif. Bahkan tampak beberapa dari mereka malah sibuk ber-foto selfie dengan para Polwan cantik tersebut. Hingga massa membubarkan diri, suasan tetap kondusif dan aman. (Yanuar Yudha).


No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad