Anak SD dan Anak Perempuan Anggota Geng All Star Diamankan Polisi - Kabar Surabaya

Breaking

Tuesday, October 15, 2019

Anak SD dan Anak Perempuan Anggota Geng All Star Diamankan Polisi

Anak SD dan Anak Perempuan Anggota Geng All Star Diamankan Polisi

Kabar Surabaya - Fenomena tawuran antar Geng, kembali mencuat di Kota Surabaya. Hal ini sangatlah membuat miris warga Kota Surabaya, mengingat Kota Pahlawan ini telah mendapatkan predikat sebagai Kota Ramah Anak. Ada dua geng yang saat ini sedang menjadi trending Topik di berbagai media, yaitu Geng Jawara dan Geng All Star. Meskipun beberapa waktu lalu, kedua geng ini telah mendapatkan "wejangan " dari Walikota Risma, namun rupanya perseteruan antar Geng ini masih saja terjadi.

Hari Minggu malam (13/10/2019) pihak Kepolisian berhasil menggagalkan aksi tawuran yang akan melibatkan dua geng yang namanya akhir-akhir ini cukup terkenal. Kedua geng tersebut adalah Geng All Star dan Geng Jawara. Meskipun masih terbilang usia anak-anak, namun "kenakalan" mereka sudah dibatas kewajaran anak-anak.      

Meskipun telah ada upaya perdamaian yang diinisiasi oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Pihak Kepolisian dan pihak TNI dengan mendatangkan guru dan orang tua siswa, namun hal itu ternyata tidak menyelesaikan masalah. Hal ini terbukti dengan adanya rencanya penyerbuan kelompok geng All Star ke markas Geng Jawara yang ada dikawasan Simo Pomahan. 

Namun upaya penyerangan ini rupanya sudah mulai diketahui oleh Pihak Kepolisian Kota Surabaya yang melakukan patroli cyber. Dengan sigap Pihak Kepolisian dan Satpol PP Kota Surabaya melakukan pengepungan di Taman Mundu yang terletak di depan Gelora 10 November. Hasilnya, berhasil diamankan 17 anggota geng All Star, yang terdiri dari 15 laki-laki dan 2 orang berjenis kelamin perempuan. Mirisnya, sebagian besar anggota geng ini adalah Anak Sekolah Dasar.

Puluhan anggota personel Satreskrim diterjunkan dalam aksi penangkalan tawuran ini. Kemudian, anak-anak yang berhasil ditangkap ini dibawa oleh truk Satpol PP ke kantor Polisi untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Nantinya pihak Kepolisian akan serius untuk menelusuri, siapa saja pemimpin-peminpin geng ini agar bisa segera menyelesaikan akar masalahnya.

Perkembangan kegiatan geng All Star dan geng Jawara ini memang sangat mengkhawatirkan. Mereka tidak segan-segan untuk melukai lawannya dengan cara kekerasan. Seperti halnya menyekap dan menyakiti salah satu anggota geng, sehingga konflok antar mereka menjadi semakin meluas. Bahkan mereka tidak takut untuk menggunakan senjata tajam guna meluakai lawan geng-nya. Untuk mendapatkan senjata tajam ini, mereka harus mencari dana dengan cara mengamen dan cara-cara lainnya. Pihak Kepolisian juga menengarai adanya jual beli senjata tajam di antara kedua geng ini. 

Walikota Surabaya Tri Rismaharini sangat menyayangkan adanya kejadian ini. Beliau sangat berharap aksi damai yang telah diupayakan kemarin berakhir dengan baik. Namun rupanya dilapangan,  ceritanya sangat berbeda. Oleh karena itu Walikota Perempuan pertama di Kota Pahlawan ini meminta pihak berwajib untuk menuntaskan kasus ini dengan baik dan di telusuri siapa otak di balik geng Jawara dan Geng All Star ini. “Dari keterangan yang lalu, banyak anak-anak ini yang akhirnya masuk geng karena dipaksa atau diancam secara fisik.” Jelas Walikota Risma.


Lebih lanjut pihak Kepolisian meminta para orang-tua untuk terus memantau android anak-anaknya. Hal ini agar jangan sampai anak-anak terpapar oleh amosfir kekerasan seperti halnya anggota kedua geng ini. “Mari kita jaga anak-anak kita, kita jaga generasi muda kita dari hal-hal yang negatif seperti ini”  . (Yanuar Yudha)
 

2 comments:

Post Bottom Ad