Alasan Tersembunyi Wali Kota Risma Menolak Jabatan Menteri - Kabar Surabaya

Breaking

Friday, October 25, 2019

Alasan Tersembunyi Wali Kota Risma Menolak Jabatan Menteri

Alasan Tersembunyi Wali Kota Risma Menolak Jabatan Menteri


Kabar Surabaya - Ketika President terpilih telah dilantik, maka dia harus segera melantik juga para menteri yang akan membantu pekerjaannya dalam lima tahun kedepan. Hal ini juga dilakukan oleh Presiden Jokowi ketika beliau telah usai dilantik. Beberapa nama politikus, kepala daerah, maupun dari kalangan pengusaha tampak mencuat menjadi kandidat calon menteri.



Salah satu yang senter menjadi pembicaraan warga Kota Surabaya adalah nama Wali Kota Tri Rismaharini. Hal ini juga didukung oleh rumor yang beredar, bahwasannya pada kabinet Presiden Jokowi kali ini ada nama tiga kepala daerah yang akan diangkat menjadi menteri. Namun ketika hal tersebut ditanyakan kepada Wali Kota Risma, beliau tidak mau memberikan komentar apapun mengenai hal tersebut.

Ketika dalam dua hari ini banyak figur yang diundang ke Istana Merdeka, sosok Wali Kota Tri Rismaharini tidak tampak hadir disana. Beliau bahkan melawat ke luar negeri karena diundang menjadi pembicara di Forum Kota layak Anak yang diselenggarakan oleh UNICEF di negara Jerman. Saat hal ini ditanyakan kepada bagian Humas, ternyata Wali Kota perempuan ini memang tidak ada agenda untuk pergi ke Kota Jakarta.



Keadaan tersebut menyiratksan bahwa Wali Kota Tri Rismaharini memang tidak masuk dalam kandidat untuk mengisi pos menteri pada kabinet Jokowi Jilid dua ini. Teka-teki ini akhirnya terjawab ketika President Jokowi telah mengumumkan seluruh jajaran menterinya pada hari Rabu (23/10/2019), dan nama Wali Kota Risma tidak menjabat sebagai salah satunya.

Lantas, mengapa Wali Kota Tri Rismaharini tidak masuk kedalam jajaran menteri President Jokowi...?. Apakah memang tidak ada pihak istana yang menghubunginya...?. "Malah ada dua orang kuat di tubuh PDIP yang menghubungi saya langsung untuk menawarkan jabatan sebagai menteri," terang Wali Kota Risma pada saat jumpa pers di kediaman dinasnya. Menurutnya, pada bulan September, Wali Kota Risma sempat bertemu dengan Megawati. Dalam kesempatan tersebut, Presidet ke enam Repubik Indonesia tersebut menawarinya posisi sebagai menteri. Saat itu dengan tegas pula Wali Kota Risma menolaknya. namun saat itu Megawati masih sangat ngotot untuk menawarinya. "Wes ojok di jawab saiki, tolong di pikir lagi, nanti awal Oktober saya minta jawabannya," Jelas Wali Kota Risma menirukan ucapan Megawati.



Pada saat terakhir pengumuman kabinet, Wali Kota Risma juga sempat dihubungi oleh Puan Maharani lewat telephon pada saat beliau masih berada di negara Jerman. "Gimana Mbak, jadi menteri ya..," Kata Wali Kota Risma menirukan ucapan Puan Maharani. "Waktu itu saya masih menjawab tidak, karena saya mau menuntaskan di Kota Surabaya dulu, " tutur Wali Kota Risma.

Menurutnya, kalau mau menuruti ego pribadi, pasti beliau akan memilih jabatan sebagai menteri. Hal ini karena jabatan sebagai Wali Kota Surabaya akan berakhir pada satu tahun mendatang. Namun jika jadi menteri, masa jabatanya masih lima tahun lagi.



Wali Kota Risma mengungkapkan bahwa beliau masih punya banyak mimpi yang harus diselesaikannya. Beliau mengaku, ingin menyelesaikan hal yang paling pokok dulu di Kota Pahlawan ini, seperti makanan. 'Saya ingin masyarakat Kota Surabaya tidak ada yang kekurangan makan, jadi kalau belum 100% saya akan berusaha terus, makanya saya bikin progam permakanan," jelasnya. Wali Kota Risma juga menjelaskan bahwa saat ini ada juga permakanan untuk anak yatim selain itu juga ada program beras untuk anak yatim.

Selain ada mimpinya yang belum terlaksana, Wali Kota Risma juga menjelaskan bahwa dirinya berdarah-darah unruk membuat Kota Surabaya ini berkembang lebih baik lagi. "Tangan saya pernah putus, sampai saat ini otot tendon saya juga masih belum normal," jelasnya. "Saya enggak ingin terjadi apa-apa ketika saya meninggalkan kota ini, saya akan berdosa nanti," pungkas Wali Kota Risma. (Yanuar Yudha) 

1 comment:

Post Bottom Ad