Surabaya Dirikan SMA Gratis Berbasis Ketrampilan Kerja - Kabar Surabaya

News

Friday, January 18, 2019

Surabaya Dirikan SMA Gratis Berbasis Ketrampilan Kerja

Surabaya Dirikan SMA Gratis Berbasis Ketrampilan Kerja 

Kabar Surabaya -  Setiap warga negara Indonesia berhak mendapatkan pendidikan. Bahkan hal ini sudah di canangkan oleh pemerintah dalam Undang-undang Dasar dan program pendidikan selama 9 tahun. Hal ini berarti, pemerintah siap untuk menjamin kebutuhan sekolah warganya mulai dari tingkat Sekolah Dasar hingga ke jenjang Sekolah Menegah Atas (SMA). Namun, karena adanya aturan dari Pemerintah Pusat yang memberikan pengelolaan pendidikan setingkat SMA kepada provinsi, membuat daerah tidak bisa leluasa untuk membiayai sekolah gratis bagi warganya. 

Keadaan ini juga di alami oleh Kota Surabaya, ketika jenjang pendidikan SMA di ambil alih oleh Pemerintah Provinsi. SMA tidak lagi gratis, namun harus kembali berbayar. Akibatnya sangat fatal, yaitu angka anak putus sekolah di Kota Surabaya pada tingkatan SMA meningkat sangat tajam. Oleh karena itu, Walikota Tri Rismaharini akhirnya berinisiatif untuk mendirikan sekolah SMA Plus. Konsep SMA Plus ini nantinya akan menjadi seperti SMK namun dengan jam praktek kerja yang lebih banyak. 


"Sekolah ini nantinya akan benar-benar gratis, kita sudah siap dengan semua biayanya "Jelas Risma. "Hal ini kami (Pemkot Surabaya.red) lakukan untuk benar-benar menekan angka putus sekolah di jenjang SMA - SMK, sebab kalau mereka sudah putus sekolah, akibatkan akan menjadi beban bagi masyarakat bila tidak mempunyai keahlian/pekerjaan" tutur Risma. 

SMA Plus Gratis yang akan di bangun oleh Risma ini nantinya akan memiliki ruang laboratorium yang lebih banyak daripada sekolah SMK pada umumnya. Hal ini di maksudkan untuk memberikan ketrampilan yang mumpuni kepada siswa yang ada di sekolah ini. Laboratorium ini akan berbentuk seperti bengkel, ruang kantor, workshop dan lain sebagainya.

Meskipun SMA Plus ini didirikan oleh Pemerintah Kota Surabaya, namun statusnya tetap sebagai sekolah swasta. Hal ini di karenakan semua pengelolaan sekolah setingkat SMA dan SMK negeri telah di ambil alih oleh Provinsi. "Kita tidak bisa berbuat apa-apa, karena itu sudah perintah dari undang-undang, bahkan saya sudah pernah menyatakan kalau Kota Surabaya siap untuk mengambil alih kewenangan provinsi, namun tidak berhasil" ungkap Walikota perempuan di Kota Surabaya ini.


SMA Plus yang akan didirikan oleh Pemkot Surabaya ini nantinya akan di bangun di kawasan Dukuh Pakis Surabaya. Saat ini di lokasi, sudah berdiri satu gedung berlantai dua bekas Kantor Kelurahan Dukuh Pakis. Kedepannya Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pendidikan akan membangun juga gedung penunjang lainnya guna melengkapi sarana dan prasarana yang ada di SMA Plus ini.

Selain sarana-dan prasarana untuk pendidikan, Pemkot Surabaya juga akan menyiapkan transportasi gratis bagi siswa yang berhasil masuk di SMA Plus ini. Transportasi ini di harapkan memberikan kemudahan bagi para siswa yang rumahnya jauh dari lokasi SMA Plus berada.
 
Saat ini Pemerintah Kota Surabaya sedang menggodok semua regulasi yang akan di perlukan untuk menunjang pendirian SMA Plus ini. Regulasi ini juga akan di atur sedemikian rupa, agar tidak bertentangan dengan undang-undang yang ada tentang pengelolaan sekolah seringkat SMA dan SMK ini.

Setelah regulasinya beres, Dinas Pendidikan Kota Surabaya akan segera merumuskan untuk menentukan jurusan-jurusan yang akan di buka di SMA Plus ini. Karena sekolah ini berbasi pada ketrampilan kerja maka Pemkot Surabaya telah melakukan kerjasama juga dengan BUMN, BUMD dan juga pihak swata. Kerjasama ini di maksudkan agar siswa yang telah lulus dari SMA Plus ini bisa langsung masuk ke perusahaan-perusahaan tersebut. 

Sekolah SMA Plus ini di targetkan selesai pada tahun 2019 ini dan baru akan di bangun 1 sekolah saja. Namun tidak menutup kemungkinan, bila program ini di rasakan berhasil, maka akan di bangun lagi SMA Plus selanjutnya. (Yanuar Yudha) 

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad