Antrian Vaksin Selalu Membludak, Warga Harus Antri Lama Dan Berdesakan - Kabar Surabaya

Breaking

Thursday, April 1, 2021

Antrian Vaksin Selalu Membludak, Warga Harus Antri Lama Dan Berdesakan

Antrian Vaksin Selalu Membludak, Warga Harus Antri Lama Dan Berdesakan

 

Kabar Surabaya - Saat ini pemerintah sangat serius untuk menyudahi Pandemi COVID-19 di Kota Surabaya. Hal ini tampak dari digencarnya penyuntikan vaksin kepada masyarakat. Beberapa kelompok masyarakat saat ini sudah mulai menerima suntikan Vaksin COVID-19 yang berasal dari China (Sinovac) dan India (Pfizer).   

 

Beberapa kelompok masyarakat yang saat ini telah menerima suntikan Vaksin tersebut adalah Kelompok Lansia dengan usia 60 tahun ke atas, Tenaga Medis, ASN, TNI dan Polri, Pelaku UMKM serta tenaga relawan yang bernaung di berbagai dinas pemerintah.

 


Di Kota Surabaya sendiri untuk warga lansia yang berusia diatas 60 tahun penyuntikan vaksin dilakukan disetiap Puskesmas. Pada awal masa penyuntikan vaksin, sempat terjadi penumpukan lansia di Puskesmas, sehingga para lansia ini harus menunggu selama 3 hingga 4 jam guna mendapatkan vaksin. Namun sekarang sudah lebih teratur, karena pihak Puskesmas sudah mengeluarkan jadwal pelaksanaan vaksin untuk setiap harinya yang disebarkan melalui Lurah setempat.

 

Kondisi ini seperti yang terjadi di Kecamatan Gunung Anyar. Hal ini kemudian berimbas dengan tertibnya warga dan akhirnya menjadikan waktu menunggu/antrian menjadi lebih cepat. Sehingga para lansia ini tidak merasa letih untuk mengantri.

 

Penyuntikan Vaksin COVID-19 ini juga dilakukan kepada pengurus tempat ibadah untuk lintas agama. Kegiatan ini dilakukan di Masjid Muhammad Cheng Ho Surabaya selama 2 hari, yaitu pada hari Selasa (30/03/2021) dan Rabu (31/03/2021). 

 

Rupanya antusias para pengurus tempat ibadah ini sangat tinggi. Hal ini terlihat dari pelaksanaan pada hari ke-2, dimana ada sekitar ratusan warga mendatangi lokasi penyuntikan vaksin terebut. Akibatnya, terjadi kerumunan dipintu masuk lokasi Masjid. Semakin siang semakin banyak orang yang mendatangi lokasi tersebut. Akibat membludaknya peserta, petugas sampai mendatangkan banyak personel Satpol PP untuk mengatur kerumunan terebut.

 

Mereka yang datang ini sangat beragam, mulai dari Takmir Masjid, Pendeta, pengurus Vihara dan pengurus tempat ibadah lainnya. Uniknya diantara mereka banyak yang masih terlihat seperti anak-anak di bawah usia 17 tahun. Ketika hal ini dikonfirmasikan kepada salah satu petugas, beliau menjelaskan asalkan namanya ada di daftar pasti akan di suntik. 

 

"Nanti didalam kan ada surat pernyataan yang harus di tandatangani, kalau mereka telah siap untuk di vaksin dengan berbagai resikonya, " terang petugas.


Akhirnya, banyak diantara mereka yang kemudian harus pulang tanpa mendapatkan suntikan Vaksin COVID-19. Hal ini seperti yang dialami oleh rombongn Takmir Masjid Al-Muslimun Rungkut Barata Kota Surabaya. Mereka mengaku sampai dilokasi sekitar pukul 8 pagi, namun tidak diperbolehkan masuk.


Menurutnya, petugas di Masjid Cheng Ho sudah memiliki daftar nama yang telah masuk pada sehari sebelumnya. Sehingga mereka yang baru daftar hari ini akan didata ulang untuk pelaksanaan berikutnya. 



"Nah kita ga paham, mereka yang terdaftar itu, lewat mana mendaftarnya. Petugas bilang akan didata ulang untuk penyuntikan lagi, tapi entah kapan..lha wong hari ini terakhir," terang Tjatur Ketua Takmir Masjid Al-Muslimun Surabaya.


Kondisi yang sama juga terjadi di Sentra Vaksinasi Bersama BUMN yang ada di Grand City Mall Surabaya. Meskipin pemerintah sudah melakukan pendaftaran lewat online, namun peserta yang hadir sangat membludak. Bahkan basement Mall yang berada di depan Sungai Kalimas tersebut disesaki ratusan orang. Hal ini dikarenakan sentra Vaksin hanya ada di satu lokasi ini saja untuk seluruh Jawa Timur. (yyan)


No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad