Pemkot Surabaya Berikan Perhatian Pedagang Gorengan Yang Kemalingan - Kabar Surabaya

Breaking

Friday, March 20, 2020

Pemkot Surabaya Berikan Perhatian Pedagang Gorengan Yang Kemalingan

Pemkot Surabaya Berikan Perhatian Pedagang Gorengan Yang Kemalingan

Kabar Surabaya - Saat ini hampir semua waktu dan tenaga dari Pemerintah Kota Surabaya dikerahkan guna menangani wabah Virus Corona. Seakan-akan semua satgas difungsikan untuk menanggulangi virus yang berasal dari negara China ini. Meski demikian, ternyata jajaran Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini masih tetap memperhatikan semua kondisi masyarakat yang ada di Kota Pahlawan ini.


Tentunya, warga Kota Surabaya masih ingat dengan peristiwa buruk yang dialami oleh nenek penjual gorengan keliling. Saat itu beliau harus kehilangan uang yang disimpan didalam gerobaknya. Vidionya bahkan sempat viral dan beritanya dimuat pada media online dan di share diberbagai media sosial.

Kejadian ini dialami oleh Mbah Hawati yang sehari-harinya berprofesi sebagai penjual gorengan keliling. Wanita yang saat ini telah berusia 73 tahun itu setiap harinya berangkat dari rumahnya pada pukul 06.00wib dengan mendorong gerobaknya. 



Meskipun sudah berusia lanjut, Mbah Hawati sangat pantang untuk menerima belas kasihan dari orang lain. Karena itulah, dengan sisa-sisa tenaganya, beliau masih berusaha keras untuk bekerja dengan menjual gorengan. Padahal kalau melihat keuntungannya sangatlah kecil, yaitu Rp200 untuk setiap gorengan. 

Pada hari yang naas tersebut, Mbah Hawati singgah sebentar di sebuah Masjid yang berada di Jalan Dinoyo Surabaya. Selain untuk sekedar melepas penat, saat itu memang sudah masuk waktu Sholat Dzuhur. Seperti biasanya, gerobak tempat menjajakan gorengan tersebut ditaruhnya di depan pagar masjid. Hal ini memang sudah menjadi kebiasaan dari Mbah Hawati, sehingga semuanya di tinggalkan di gerobak tersebut, termasuk uang hasil dagangannya.


Saat keluar dari masjid tersebut, Mbah Hawati ingin memasukkan sedikit hasil keuntungannya ke kotak amal masjid. Namun ketika beliau mencari dompet yang ada di dalam gerobaknya, ternyata dompet miliknya sudah raib. Padahal di dalam dompetnya masih ada uang Rp45.000 hasil jerih payahnya pagi itu.

Mengetahui hal tersebut, salah satu takmir masjid lalu berinisiatif untuk membuka rekaman CCTV yang menyorot ke gerobak Mbah Hawati. Dari CCTV tersebut terlihat seorang berperawakan tinggi besar yang sempat mengobok-obok gerobak dari Mbah Hawati. Lalu beberapa saat dia terlihat memasukkan sesuatu kedalam kantong celananya dan pergi meninggalkan masjid.


Saat mengetahui informasi tentang Mbah Hawati tersebut, Camat Wonokromo, Tomi Ardianto langsung bergerak cepat. Beliau langsung memerintahkan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) untuk mencari keberadaan dari Mbah Hawati. 

Tim TKSK Kecamatan Wonokromo langsung menggali informasi mengenai Mbah Hawati, Ternyata wanita berusia 73 tahun adalah janda yang ditinggal mati oleh suaminya sejak tahun 2006. Dari pernikahannya itu, Mbah Hawati tidak di karuniai anak. 


Kediaman dari Mbah Hawati ini berdempetan langsung dengan rumah kakak kandungnya yang berada di jalan Upa Jiwa, Kecamatan Wonokromo, Kelurahan Ngagel.

Selama ini diketahui kalau Mbah Hawati telah mendapatkan BPJS gratis dari Pemkot Surabaya. Kedepannya Camat Wonokromo akan berkoordinasi dengan dinas terkait guna memberikan bantuan selanjuatnya, seperti halnya permakanan. Camat Wonokromo ini juga akan memberikan bantuan modal usaha agar Mbah Hawati bisa membuka toko kelontong di kediamannya. 


Pemberian modal toko kelontong ini sangat diperlukan, mengingat kondisi Mbah Hawati yang sudah lansia. "Sangat rawan kalau beliau masih harus berjualan di jalan raya, kita akan berikan modal agar Mbah Hawati bisa membuka toko kelontong," terang Camat Tomi. (Yanuar Yudha)   

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad