Politisi PSI lempar Draf RAPBD, Kadis Kominfo : Kamu yang Ambil, Atau Saya Yang Naik Meja !!! - Kabar Surabaya

Breaking

Wednesday, November 6, 2019

Politisi PSI lempar Draf RAPBD, Kadis Kominfo : Kamu yang Ambil, Atau Saya Yang Naik Meja !!!

Politisi PSI lempar Draf RAPBD, Kadis Kominfo : Kamu yang Ambil, Atau Saya Yang Naik Meja !!!

Kabar Surabaya - Pemerintah daerah dan anggota DPRD adalah mitra kerja dalam hal pembangunan di suatu kota. Hubungan yang harmonis antar keduanya akan menentukan bagaimana pembangunan di suatu kota berjalan. Namun, meskipun kedua unsur tersebut merupakan rekan kerja, saling kritik dan saling koreksi haruslah ada agar pembangunan di suatu kota bisa berjalan lebih baik lagi. Meskipun saling kritik dan debat sering terjadi, hendaknya masih dalam koridor kesopanan dan kepatutan.



Sayangnya koridor kesopanan yang selalu ada di gedung DPRD Kota Surabaya sedikit terganggu. Hal ini dipicu oleh adanya insiden pembuangan Draft RAPBD Kota Surabaya 2020 pada hari Senin (4/11/2020). Pembuangan Draft RAPBD Kota Surabaya ini dilakukan oleh politisi dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang bernama Alfian Limardi.

Peristiwa pembuangan draft RAPBD Kota Surabaya ini terjadi pada saat hearing antara Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya (Diskominfo) dengan Komisi B DPRD Kota Surabaya. Pada kesempatan ini, Diskominfo Kota Surabaya diwakili oleh Kepala Dinasnya, Muhammad Fikser. 



Pada saat itu semua anggota dewan dari Komisi B sedang memeriksa Draft Rancangan APBD Kota Surabaya untuk tahun 2020. Di tengah pemeriksaan tersebut, Politisi PSI Alfian Limardi tiba-tiba merasa ada yang salah dari perhitungan RAPBD tersebut. 

"Awalnya saya melihat angka-angkanya. Itu kan ada banyak kolom-kolom. Pada kolom ke tiga ketika dikalikan harga yang keluar kok berbeda. Halaman yang pertama ok. Halaman yang kedua kok berbeda," jelas Alfian.

"Waktu itu, saya langsung menanyakannya, dan kelihatannya dia (M.Fikser) juga bingung. Saya spontan langsung marah dan melempar draft RAPBD Kota Surabaya itu ke meja," jelas Alfian.



Setelah dilempar ke meja, draft RAPBD tersebut langsung jatu ke lantai. Melihat hal tersebut Kepala Dinas Kominfo Kota Surabaya spontan juga ikut berdiri.

"Saya waktu itu sempat kaget ketika Alfian Limardi tiba-tiba membuang membuang draft RAPBD ke lantai. Waktu itu Alfian bertanya mengenai anggaran kegiatan, lalu saya jawab, nanti akan dijelaskan oleh staf saya, lha kok draft tersebut malah dilempar ke lantai"

Beberapa saat tampak M.Fikser bersitegang dengan politisi Partai PSI tersebut. Melihat Alfian Limardi berdiri, M.Fikser spontan juga ikut berdiri.



"Kamu yang ambil atau saya yang naik ke meja..!!!,' teriak M.Fikser kepada Alfian.

Melihat situasi yang mulai memanas, akhirnya Ketua Komisi B, Luthfiyah langsung mengetok palu dan menutup sesi hearing pada hari tersebut. Setelah acara di tutup, Alfian Limardi langsung pamit ke kamar kecil, namun setelah itu beliau tidak kembali lagi ke ruangan. 

Di akhir acara Luthfiyah akhirnya meminta maaf kepada Kepala Dinas Kominfo Kota Surabaya. Namun permintaan maaf ini bukan mewakili yang lain, hanya atas nama Kepala Komisi B saja.  "Saya setelah acara langsung meminta maaf kepada M.Fikser dan seluruh staf Pemkot Kota Surabaya," jelasnya..



M.Fikser dalam acara tersebut juga mengaku kecewa melihat sikap anggota dewan dari fraksi PSI yang membuang draft RAPBN Kota Surabaya ke lantai. Menurut orang nomor satu di Diskominfo Kota Surabaya ini, peristiwa tersebut adalah peristiwa yang baru pertama kali terjadi di Kota Pahlawan ini. 

"Saya jelas kecewa, namun saya sudah memaafkan, meskipun dia tidak meminta maaf," jelas M.Fikser.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya Anas Karno, juga sangat menyayangkan terjadinya insiden pelemparan draft RAPBN tersebut. Beliau juga sempat menegur sikap dari Partai PSI ini yang dinilainya tidak ber-etika. 



"Jadi kalau misalnya terjadi kesalahan dalam hal Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) RAPBD, mestinya bisa ditanyakan baik-baik, apalagi setelah di telaah RAPBD tersebut memang tidak ada yang salah," jelas Anas.

Menurut Anas, insiden ini terjadi karena para RKA-RAPBD tersebut tidak menyertakan adanya Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10%. Namun, menurutnya hal tersebut sudah benar karena tidak semua harus ditulis di RAK.

"Jadi, saat itu kami semua sudah menyepakatinya dan sudah benar, namun entah mengapa Alfian Limardi tiba-tiba menilai hal tersebut salah, padahal beliau tidak bertanya terlebih dahulu, mengapa kok hasilnya bisa seperti itu. harusnya kan bisa ditanyakan dengan baik-baik,"



Selain itu Anas juga menyesalkan sikap dari Partai Solidaritas Indonesia  (PSI) yang sering mengambil vidio atau vlog saat rapat di komisi B. 

"Alfian sudah di tegur oleh banyak orang, dan ini akan menjadi pelajaran bersama agar tidak akan terulang lagi" (Yanuar Yudha)


Referensi Berita 
1. http://www.surabayanewsweek.com/2019/11/anggota-komisi-b-dprd-surabaya-arogan.html?m=1
2. https://www.antaranews.com/berita/1148420/anggota-fpsi-ditegur-karena-tak-beretika-saat-rapat-rapbd-surabaya
3. https://jatimnow.com/baca-21028-kesaksian-ketua-komisi-b-tentang-pembuangan-draft-rapbd-diskominfo
4. https://jatimnow.com/baca-21026-insiden-pembuangan-draf-rapbd-di-dprd-fikser-saya-sudah-memaafkan
5. https://jatimnow.com/baca-21029-politisi-psi-bicara-pembuangan-dokumen-diskominfo-saat-hearing

28 comments:

  1. Partai Sampah Indonesia (PSI) mulai cari simpati warga dng cara2 tdk etis, maklum partai bau kencur.

    ReplyDelete
  2. Partai Bayi tas lahir ae itupun cuma segekintir wes gayae koyok preman.
    Seng meleh bien pasti mendem.

    ReplyDelete
  3. PARTAI TIDAK PUNYA ADAB DAN AKHLAK SEHARUSNYA PSI INI DI BUANG AJA DARI INDONESIA

    ReplyDelete
  4. Ealah... Gak Nok Jkarta gak Nok Suroboyo bikin geger ae oattai garam, eh gurem ikiy..

    ReplyDelete
  5. Saranku : Control kesehatannya ke bu ningsih tinampi. Barangkali masih ada kodam yg nempel di tubuhnya beliau. Krn prilakunya ga seperti manusia umumnya. Kidamnya / setannya yg merasuk ditubuhnya.

    ReplyDelete
  6. akhirnya ketahuan juga belangnya, suka meremehkan orang lain

    ReplyDelete
  7. Cok ancene...suroboyo kuwi misuhan...kasar...tapi sik ngerti aturan...
    Partai ngene koq sik ono sing milih...

    ReplyDelete
  8. cuk , mesti anggaran ae sing gae masalah

    ReplyDelete
  9. Gak di Jakarta gak juga di Surabaya, semua kader PSI ini berulah...!
    Padahal kalo memang mau kerja Jujur dan benar...ya dengan cara yg benar, jujur dan sopanlah...

    ReplyDelete
  10. Lah.. njabat pirang puluh taun to diapure?
    Lagek wingi sore ae sok2an..
    Nk jawatengah mesti wis mlintir iku cocotem..

    ReplyDelete
  11. Yaelah,overact bgt...ternyata masalah ada yg include PPN or exlude PPN, tinggal di test aja sendiri...hadehhh

    ReplyDelete
  12. Akhirnya terlihal level kepintarannya

    ReplyDelete
  13. Partai Susah Insaf, di mana2 bikin gaduh dn norak

    ReplyDelete
  14. Semakin banyak orang-orang yang tak tau tata Krama dan sopan santun masuk lembaga terhormat, mencerminkan semakin jauh negri ini dari kebaikan dan keberkahaan.....#ganti saja!

    ReplyDelete
  15. Virus ahok mulai menjalar ke sby, hati hati kawan. Jangan lengah.

    ReplyDelete
  16. Dia pikir dgn ngamuk marah2 bisa bikin simpati,hilih kintil jamane wis lewat....coro2 ahoax d pakai ben entuk simpati.....

    ReplyDelete
  17. Ini psi partai yang kalau berkuasa akan buat peraturan azan di mesjid tidak boleh pakai speaker kayak di singapur

    ReplyDelete
  18. Gak usah diajak lagi besok2 kalo rapat

    ReplyDelete
  19. Gak usah diajak besok2 kalo rapat

    ReplyDelete
  20. yg di jakrta jg gayanya kaya preman, kelihatan standar isi otaknya

    ReplyDelete
  21. ahok mewariskan generasi sampah!

    ReplyDelete
  22. Kalau wakil rakyat seperti itu apalagi dr partai gak jelas (PSI) sebetulnya gampang urusanNYA cari orang itu suruh rapat di luar aja.....

    ReplyDelete
  23. biasaaa.... kacung baru cari muka...

    ReplyDelete

Post Bottom Ad