(Kisah Nyata) Testimoni Youtuber Kenamaan Surabaya Dari Ruang Isolasi COVID-19 RS.PHC - Kabar Surabaya

Breaking

Sunday, August 16, 2020

(Kisah Nyata) Testimoni Youtuber Kenamaan Surabaya Dari Ruang Isolasi COVID-19 RS.PHC

(Kisah Nyata) Testimoni Youtuber Kenamaan Surabaya Dari Ruang Isolasi COVID-19 RS.PHC


Kabar Surabaya - Virus COVID-19 yang telah menyerang Indonesia selama kurang lebih tiga bulan ini telah membuat banyak pihak terjebak dalam kesulitan. Baik kesulitan dibidang kesehatan maupun di bidang ekonomi. Meskipun efek dari Virus corona ini sudah sedemikian nyata, namun masih ada sebagian masyarakat yang percaya kalau Virus yang berasal dari Wuhan - Tiongkok ini hanyalah sebuah konspirasi belaka.


Bukti nyata dan kasat mata dari keberadaan Virus COVID-19 ini bisa dilihat dari banyaknya ruang isolasi dari RS.Rujukan yang tersebar di seluruh indonesia. Di ruang isolasi inilah banyak dirawat pasien-pasien yang telah terpapar oleh Virus Corona. 

 
Salah satu pasien yang saat ini ada di salah satu ruang isolasi berkenan menceritakan riwayat dirinya hingga dinyatakan sebagai pasien positif COVID-19. Pasien ini bernama Muhammad Fitrah Akbar, seorang Yotuber dan Fotografer kenamaan.


Kejadian yang menimpa Fitrah ini bermula pada Hari Kamis (23 Juli 2020), saat itu dirinya merasakan suhu badannya sangat tinggi, yaitu 38.5 derajat. Dua hari setelahnya (25 Juli 2020) muncul gejala batu kering yang disertai diare dan asam lambung, sementara suhu tubuhnya tetap tidak tinggi. 
 
Karena gejalanya semakin mengkhawatirkan, Fitrah berinisiatif untuk memeriksakan dirinya ke RSI. Setelah dilakukan Rapid Test dan Foto Thorax, dirinya divonis oleh dokter menderita  pneumonia bilateral. Saat itu pemilik channel youtube Fitrah Akbar ini masih melakukan perawatan di rumah sendiri.


Selama empat hari dirawat dirumah, ternyata gejalanya semakin memburuk. pada tanggal 29 Juli 2020 Fitrah mengalami sesak nafas yang cukup berat. Saking beratnya, kaleng oksigen kemasan (Oxycan) tidak tidak bisa meredakan sesak nafasnya. Melihat gejala tersebut, akhirnya dirinya dibawa ke RS.PHC Tanjung Perak guna mendapatkan penanganan darurat, terutama untuk meredakan sesak nafasnya. Dirinya masih beruntung, karena telat sedikit saja bisa gagal nafas dan menyebabkan kematian. 

 
Saat dilakukan SWAB, hasilnya ternyata positif COVID-19, sehingga Fitrah langsung dirawat diruang isolasi hingga saat ini. Selama di RS PHC saya diberi obat pengencer dahak, obat radang paru-paru, obat lambung, obat diare, vitamin C, susu, dan suplemen tambahan lainnya.

Selama di RS.PHC Fitrah sudah di SWAB selama enam kali. hasilnya masih berubah-ubah, awalnya positif, jadi negatif. Dirinya baru diperbolehkan pulang kalau pemeriksaan SWAB hasilnya dua kali negatif. 
 
Mengenai biaya yang harus dikeluarkan, Fitrah menjelaskan kalau biaya rapid test, foto thorax dan swap pertama tidak ditanggung BPJS (bayar mandiri). Setelah dinyatakan positif dan masuk RS.biaya langsng ditanggung Kemenkes secera full. Bagi mereka yang tidak memiliki BPJS.biayanya ditanggung oleh Kementrian Kesehatan. jadi baik peserta BPJS maupun umum semua akan ditanggung oleh Kemenkes apabila telah dinyatakan positif COVID-19.


Mengenai bagaimana awal mulanya  dirinya terpapar oleh Virus COVID-19, Fitrah tidak bisa memastikannya. Bisa jadi dirinya tertular saat sedang nakan di warteg dengan menggunakan tangan. karena mencuci tangannya kurang bersih, bisa jadi dirinya tertular karena hal tersebut. 

 
Dalam kesempatan ini, dirinya mengingatkan kepada masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada. Mengenai masker, Fitrah mengingatkan dengan tegas agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada, terutama untuk memakai masker dengan benar. 
 
Update terbaru dari Fitrah, setelah tanggal 15 dan 16 Agustus dilakukan SWAB terbaru, hasilnya dua kali negatif. Saat ini beliau sudah dinyatakan sembuh dan menanti saat-saat kepulangan ke rumah.  (yyan)

1 comment:

Post Bottom Ad