Kelucuan Srimulat Di Balai Budaya Memang Tidak Ada Matinya - Kabar Surabaya

Breaking

Friday, December 20, 2019

Kelucuan Srimulat Di Balai Budaya Memang Tidak Ada Matinya

Kelucuan Srimulat Di Balai Budaya Memang Tidak Ada Matinya

Kabar Surabaya - Siapa orang yang tidak kenal dengan Grup Srimulat....?. Jika kaum Mellenial masih belum paham akan grup Srimulat, mungkin bisa bertanya kepada ayah atau ibunya yang pasti sudah kenal dengan kelucuan dari personel-personel Srimulat yang sampai sekarang masih mampu menghibur penonton. Agar para generasi muda ini kenal dan paham akan Srimulat, Pemerintah Kota Surabaya seara rutin menampilkan mereka dalam suatu pertunjukan yang cukup menghibur.


Nama Srimulat sendiri berasal dari nama pendirinya yaitu Raden Ajeng Srimulat. Grup Srimulat ini biasanya tampil di Taman Hiburan Rakyat (THR) Kota Surabaya. Sejak kemunculannya pada tahun 19 Mei 1961, grup Srimulat ini telah mempunyai banyak penggemar. 

Namun tidak banyak masyarakat yang paham, bahwa sejatinya Srimulat ini pada awalnya adalah grup musik Keroncong. Permainan musik Keroncong ini berlangsung selama 90 menit dan dibagi menjadi dua babak. Ketika pergantian babak inilah seni lawakan di tampilkan. Pertama seni lawak hanya tampil selama 10 menit. Ternyata sambutan penonton terhadap seni lawak ini luar biasa, maka di tambah menjadi 15 menit. Hal ini terus berlanjut, sehingga akhirnya pertunjukan musik sebagai cikal bakal Srimulat ini tergeser oleh seni lawak. Karena sebab inilah yang akhirnya membuat  Srimilat identik dengan lawakan.


Pada saat Grup Srimulat ini tampil di THR, kondisinya bisa dibilang sepi penonton. Saat tampil jumlah penonton yang hadir untuk melihat pertunjukan lawak tersebut hanyalah segelintir orang saja. Sepinya penonton ini dikarenakan lokasinya yang kurang strategis dan gedung Srimulat sendiri yang kurang representatif.

Saat ini gedung Srimulat yang berada di belakang Hi Tech Mall sedang mengalami renovasi. Karena sebab inilah akhirnya pertunjukan Srimulat yang awalnya digelar di lokasi tersebut, mulai dipindahkan ke gedung Balai Budaya yang berada di komplek Balai Pemuda. Ketika ditampilkan di Balai budaya inilah akhirnya perlahan-lahan Srimulat Surabaya mulai menemukan kembali kejayaannya. Hal ini terlihat selalu penuhnya ruangan pertunjukan yang ada di Balai Budaya Kota Surabaya. Saking antusiasnya para penonton, beberapa diantaranya sampai rela untuk lesehan di lantai karpet karena tidak kebagian tempat duduk. 


Kondisi ini tampak ketika pada Sabtu malam lalu, ketika Grup Srimulat ini menampilkan drama yang berjudul Misteri Kembang Desa. Pertunjukan Srimulat ini dibuka oleh penampilan grup musik keroncong yang menyanyikan beberapa buah lagu. Grup Srimulat Surabaya memang sengaja menampilkan musik keroncong sebagai pembuka, karena ingin mengenalkan konsep awal dari Srimulat itu sendiri. 

Komedi yang ditampilkan ini memang super duper lucu. Hampir disemua segmen para penonton yang hadir di Balai Budaya di buat terpingkal-pingkal karena ulah personal-personel dari Grup Srimulat tersebut. Tampilan Komedi yang di tampilkan oleh Srimulat generasi baru ini memang luar biasa. Lawakan-lawakan khas Srimulat yang telah menjadi pakem komedinya tetap di bawakan dengan baik. Lawakan yang cenderung "kasar" namun humanis benar-benar membuat para penonton tidak berhenti tertawa. Gimik-gimik seperti saweran uang dan lemparan box rokok seakan membangkitkan nostalgia Srimulat yang saat ini telah melegenda.


Bagi anda yang pada malam minggu sedang butuh hiburan, penampilan srimulat ini wajib untuk di tonton. Selain pertunjukannya yang istimewa, suasana gedung yang nyaman dan full Ac akan membuat anda sangat kerasan untuk menonton pertunjukan Srimulat ini sampai habis. (Yanuar Yudha)     

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad