Mekarnya Bunga Tabebuya membuat Surabaya Terasa Jepang - Kabar Surabaya

Breaking

Tuesday, November 19, 2019

Mekarnya Bunga Tabebuya membuat Surabaya Terasa Jepang

Mekarnya Bunga Tabebuya membuat Surabaya Terasa Jepang

Kabar Surabaya - Saat ini suhu udara tertinggi rata-rata di Kota Surabaya adalah 37-38 derajat Celius. Hal ini tentu saja membuat sebagian Arek-arek Suroboyo ini merasa "gerah". Terutama bagi meraka yang ada dijalanan pada saat sing hari. Namun, saat ini ada pemandangan baru di Kota Surabaya yang bisa menyejukkan hati di tengah suhu udara yang sedang meninggi. Yaitu mekarnya Bunga Tabebuya.


Bunga Tabebuya sendiri, saat ini sudah menjadi ikon bagi Kota Surabaya. Bunga yang berasal dari negara Brazil ini mulai ditanam ketika Walikota Tri Rismaharini masih menjabat sebagai kepala Bappeko. Penanamannya di mulai pada tahun 2010 silam. Secara bertahap pohon Tabebuya ini mulai di sebar hingga ke pelosok Kota Surabaya. Saat ini Kota Pahlawan ini telah memiliki ribuan pohon Tabebuya.

Pohon Tabebuya ini banyak dipilih oleh Pemkot Surabaya, karena meskipun berbatang keras, namun akarnya tidak merusak Trotoar dan tembok. Selain itu pohonnya yang rindang membuatnya cocok sebagai pohon peneduh bagi para pejalan kaki yang berjalan di atas trotoar.


Meskipun pohon Tabebuya ini berasal dari negara Brazil, namun Pemkot Surabaya membelinya dari Kota Malang. Setelah itu Pemkot Surabaya mengembangkannya di Kebun Bibit Wonorejo Rungkut. 

Bunga dari pohon Tabebuya sendiri memiliki tiga varian warna, yaitu kuning, ungu dan putih. Dari ketiga warna ini, yang paling banyak diminati masyarakat untuk ber-swa foto adalah yang berwarna ungu. Karena varian warna ini mirip sekali dengan bunga Sakura, meskipun tadak ada hubungan kekerabatan.


Pohon Tabebuya ini biasanya mekar pada bulan Oktober hingga bulan November seperti saat ini. Meskpin hanya mekar sekali dalam setahun, namun keberadaannya sangatlah di nantikan. Pada saat berbunga, pohon Tabebuya akan merontokkan daunnya. Sehingga pada ranring-rantinya hanya akan menyisakan bunga yang berrarna indah. 

Beberapa kawasan yang bunga Tabebuyanya mulai mekar adalah Ahmad Yani, Kertajaya, Wonokromo, Raya Darmo, Embong Malang dan kawasan taman Apsari. Dari sekian banyak kawasan ini, spot yang berada di Jalan Darmo masih merupakan spot faforit. Hal ini karena pengunjung bisa berfoto dari atas jembatan penyebrangan dengan latar belakang bunga Tabebuya yang cantik.


Perawatan dari pohon Tabebuya ini tidaklah rumit. Petugas DKRTH memaparkan bahwa tim-nya hanya melakukan penyiraman setiap harinya. Sedangkan untuk pemupukan dilakukan setiap empat bulan sekali. Pupuk yang digunakan adalah pupuk organik hasil produksi dari rumah kompos milik Pemkot Surabaya. Hal ini selain menghemat biaya, juga menghindari penggunaan pupuk dari bahan kimia.

Karena Bunga Tabebuya ini, sudah menjadi ikon bagi Kota Surabaya, Pemkot Surabaya sangat berharap agar masyarakat juga turut menjaganya. Minimal dengan tidak melakukan perusakan seperti menancapkan iklan dengan paku. Karena selain merusak estetika, hal tersebut juga akan menganggu kelangsungan hidup dari Pohon Tabebuya. (Yanuar Yudha) 
   

1 comment:

Post Bottom Ad