Akibat Statement “Bau Sampah”, Kota Surabaya Pertimbangkan Untuk Mundur dari Tuan Rumah Piala Dunia..? - Kabar Surabaya

Breaking

Monday, November 4, 2019

Akibat Statement “Bau Sampah”, Kota Surabaya Pertimbangkan Untuk Mundur dari Tuan Rumah Piala Dunia..?

Akibat Statement “Bau Sampah”, Kota SurabayaPertimbangkan Untuk Mundur dari Tuan Rumah Piala Dunia..?


Kabar Surabaya – Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) memang telah memutuskan kalau Indonesia  telah resmi menjadi tuan rumah Pala Dunia untuk kategori umur U-20. Hal ini merupakan prestasi tersendiri bagi negara yang berpenduduk 200-juta jiwa lebih ini. Karena baru pertama kalilah Indonesia menjadi tuan rumah event paling bergengsi se-jagad raya ini. 


Sebagai tuan rumah, Indonesia telah menyiapkan 10 stadion sepak bola yang nantinya bisa digunakan sebagai venue pertandingan. 10 Stadion sepak bola tersebut adalah Stadion Sepak Bola Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Stadion Sepak Bola Patriot Candrabhaga dan Stadion Wibawa Mukti yang ada di Kota Bekasi, Stadion Sepak Bola Si Jalak Harupat bandung, Stadion Sepak Bola Manahan Solo, Stadion Sepak Bola Mandala Krida Jogjakarta, Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Stadion Sepak Bola Gelora Seiwijaya Palembang, Stadion Sepak Bola I Wayan Dipta Bali dan Stadion Sepak Bola Pakansari Bogor. Dari ke-sepuluh Stadion Sepak Bola ini, nantinya FIFA akan memilih 6 venue yang akan digunakan untuk Piala Dunia U-20.

Kota Surabaya selaku salah satu kandidat tuan rumah Piala Duna U-20 juga telah sigap untuk bersiap. Dalam waktu dekat Stadion Sepak Bola Gelora Bung Tomo (GBT) akan direnovasi secara menyeluruh. Mulai dari lampu yang akan diterangkan, akses masuk yang akan dibangun menjadi 3 jalur (dari jalan biasa dan jalan tol), kursi single seat, rumput yang berjenis terbaik, konon harganya 5 milyar dan banyak lagi lainnya.


Demi suksesnya Kota Surabaya menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20, Walikota Surabaya bahkan berjanji untuk turun langsung dalam mengurus event ini. Hal ini karena beliau sangat ingin anak-anak Kota Pahlawan ini dapat bersandingan langsung dengan para pemain bola dunia. “Saya ingin menularkan semangat para pemain dunia ini kepada anak-anak Surabaya, agar anak-anak kita mempunyai mental juara,”.

Semangat Walikota Surabaya Tri Rismaharini rupanya juga menular kepada warga Kota Surabaya. Warga Kota Surabaya menyambut dengan gembira dengan rencana Stadion Sepak Bola GBT yang akan dijadikan sebagai salah satu lapangan pada Piala Dunia tahun 2021 mendatang.


Namun sayangnya, ketika Walikota Surabaya Tri Rismaharini sedang getol-getolnya mempersiapkan diri dan warga Kota Surabaya menyambut evant Piala Dunia U-20 dengan semangat, ternyata terdengan statement yang membuat gempar warga Kota Surabaya. Statement ini keluar dari sosok Gubenur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Orang nomor satu di Jatim ini menyiratkan kalau Stadion Sepak Bola GBT tidak representatif jika digunakan sebagai venue Piala Dunia U-20.

“Saya sudah coba datang ke Stadion Sepak Bola GBT, kalau sore pas ada angin, suka tercium bau sampah. Terus nanti kalau pas FIFA visit ke Stadion Sepak Bola GBT terus mencium aroma seperti itu, pasti akan bertanya, ini aroma apa...?”

Bahkan Gubenur Khofifah sudah menyiapkan empat stadion sepak bola yang dianggapnya sangat representatif sebagi pengganti stadion sepak bola GBT. Ke empat stadion tersebut adalah stadion sepak bola Kanjuruhan Malang, stadion sepak bola Gelora Delta Sidoarjo, stadion sepak bola Surajaya Lamongan dan stadion sepak bola Gelora Bangkalan Madura.


Tentu saja statement Gubenur Jatim Khofifah Indar Parawansa ini langsung memantik respon dari warga Kota Surabaya. Salah satu yang bersuara cukup lantang adalah Edi Santos yang kesehariannya menjabat sebagai Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Surabaya. Melalui rekaman yang di unggah dimedia sosial beliau mengungkapkan kekecewaannya terhadap statement yang disampaikan oleh Gubenur Jatim ini. 

“Selamat Sore Bu Khofifah saya sudah sembilan tahun menangani stadion sepak bola Gelora Bung Tomo. Persebaya Surabaya sudah ratusan kali menggelar pertandingan dilapangan ini. Dan tidak pernah ada cerita bau busuk atau bau sampah.semua itu ada metodenya.”


Edi Santos juga terang-terangan meninta Gubenur Khofofah agar tidak mengganggu Kota Surabaya yang sedang bersiap diri untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia untuk U-20. 

“Coba Bu Khififah melihat saja sepak bola, tidak ada persoalan kok, semua berjalan dengan lancar, Jadi tolong jangan mengganggu kaitannya Kota Surabaya yang ingin menjadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20. Kita sangat Optimis”


Menanggapi hal tersebut, Fbriadhitya Prajatara  selaku kepala Bagian Humas Kota Surabaya mengungkapkan, bahwa bau sampah itu berasal dari kegiatan pembalikan sampah untuk mengeluarkan gas metan. Gas metan ini kemudian ditangkap untuk dioleh menjadi tenaga listrik. Hal ini dikarenakan di dekat lokasi pembuangan sampah tersebut terdapat proses kegiatan pengolahan sampah menjadi tenaga listrik. 

Febri juga  mengungkan kalau pada saat ada event piala dunia nanti, semua kegiatan di Tempat Penampungan Akhir (TPA) akan dihentikan dan pada permukaan sampah akan diberikan cairan khusus dan membran untuk menutupi permukaan sampah, sehingga tidak ada bau yang keluar.


Selain tanggapan dari Pemkot Surabaya, beberapa warganet juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap statement Gubenur Khofofah tersebut. 

“Gak bisa kerja, bisanya hanya menjelekkan sarana yang ada di Kota Surabaya. Kalau tahu bau sampah mbok ya dicarikan solusi gimana baiknya, atau mungkin sampeyan mau memindahkan GBT dari situ “ cuit @guszcarrmsw10 di twitternya. 


“Piala Dunia 2021 ini kewenangan Pemkot Surabaya, bukan Provinsi Jawa Timur, ga usah terlalu ikut andil yang berlebihan. Ga usa lapat pencitraan ah” cuit @erlanggasetya2.

Mendapat respon seperti itu, Aries Agung Paewai selaku Humas dan Protokoler Provinsi Jatim, menjelaskan bahwa apa yang diungkapkan oleh Gubenur Jatim tersebut adalah motivasi bagi Pemerintah Kota Surabaya.

“Jangan dianggap negatif atau jelek. Hal tersebut sangat wajar dilontarkan ileh Gubernur sebagai motivasi agar tidak terjadi gangguan teknis pada saat FIFA melakukan penilaian lapangan “ 


Jadi apakah karena ada statement Gubenur Jawa Timur, akhirnya Kota Surabaya mundue sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20...?. Saya rasa tidak...sebagai Arek Suroboyo tidak ada kata mundur dalam persiapan Piala Dunia u-20. Satu kata yang pasti ada ..... Nyali Wani..!!! (Yanuar Yudha)

10 comments:

  1. Dukung surabaya jadi tuan rumah piala dunia u20

    ReplyDelete
  2. Ancen lambe lamis. Bah tuan rumah bah gak. Gak ngurusi seng penting siji suroboyo kota terbaik bahkan suroboyo gak perlu gubernur koyok ngono kui.

    ReplyDelete
  3. kalo even olahraga dipolitisir,
    semangat pemain bisa melintir,
    semoga semua pihak bisa mawas diri,
    supaya bangsa kita bisa unjuk diri..

    ReplyDelete
  4. Sudah ga usah dipolitisir. Suroboyo masih terbaik dan paling mumpuni. Jangan bikin statement yang dapat membubarkan konsentrasi dalam mempresiapkan diri.

    ReplyDelete
  5. Lanjutkan Bu Risma, saya tahu anda bisa. Tunjukkan pada Bu Khofifah bahwa statement beliau itu salah. Saya yakin Bu Risma pasti bisa. Jarene Bonek Loss gak rewel.

    ReplyDelete
  6. Pasti lain ceritanya kalo yg jadi gubernur kemarin Gus ipul

    ReplyDelete
  7. Karena MUNDUR ADALAH SEBUAH PENGHIANATAN...

    ReplyDelete
  8. Golek sensasi tok.
    Gak gelem golek solusi.
    Cukup 1 periode ae.

    ReplyDelete
  9. suroboyo tanah kelahiranku ku rek bangga jdi tuan rumah u19 dunia maneh
    wes ta rek ojok ganggu konsentrasi persiapan bu risma maju terus ojok goyang??????????

    ReplyDelete

Post Bottom Ad