Ketika Pesawat Jet Tempur Bangunkan Warga Untuk Santap Sahur - Kabar Surabaya

Breaking

Wednesday, May 22, 2019

Ketika Pesawat Jet Tempur Bangunkan Warga Untuk Santap Sahur

Ketika Pesawat Jet Tempur Bangunkan Warga Untuk Santap Sahur

Kabar Surabaya – Bagi mereka yang sedang menjalankan ibadah puasa, santap sahur adalah sebagian kegiatan rutin yang harus di lakukan. Hal ini sangat penting untuk menunjang kegiatan dan aktifitas sehari-hari. Namun ada kalanya bagi sebagian orang yang merasa kesulitan untuk bangun pada dini hari. Nah, untuk membantu warga agar bisa bangun pada dini hari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI-AU) punya cara unik guna membantu warga yang akan menjalankan ibadah puasa.



Yanuar Satria Putra  sekitar pukul 03.00 dini hari sempat terkejut ketika mendengar suara menggelegar yang seakan melintas dekat sekali dengan tempat kost-nya. Pria yang indekost di kawasan Kertajaya ini langsung keluar dari ruangan untuk memastikan asal suara tersebut. Namun sayangnya ketika sampai di luar, suasana sudah kembali hening tanpa bekas apapun. “Di Kota Surabaya jam segitu , kemudian terdengar suara yang menggelegar, agak aneh juga ya..” katanya.

Hal serupa juga di alami warga Sidoarjo pada dinihari tadi. “Anak saya sampai ketakutan tadi, tapi ketika saya jelaskan bahwa itu adalah suara pesawat jet, eh dia langsung pengen lihat keluar” tutur Rini warga Gedangan Sidoarjo.


Apa yang di jelaskan Rini kepada anaknya memang benar adanya. Bahwa yang menyebabkan suara gemuruh nan menggelegar pada dinihari tadi adalah suara jet tempur yang di miliki oleh TNI-AU. Hal ini di perkuat oleh cuitan akun resmi twitter dari @_TNIAU yang mengatakan bahwa :

“Jika tidak ada aral melintang di runway, InsyaAllah akan di adakan lagi “tradisi” membangunkan #sahur pakai pesawat tempur buat Airmen di Kota Surabaya, Solo, Sragen, Klaten, Jogja, Paprongan, Wirobrajan, Gejayan, Tukangan, Maguwo, Kotagede,dsk #Ramadan,#jauhdilangitdekatdihati”

Sebenarnya apa yang di lakukan oleh TNI-AU ini bukanlah murni kegiatan untuk membangunkan warga guna melakukan Sahur. Namun merupakan agenda rutin yang merupakan kegiatan dari para personel Jet Tempur ini. “Sebenarnya yang kami lakukan ini adalah lebih untuk memindahkan proram terbang para pilot jet tempur dari siang hari ke malam hari” jelas Muhammad Yuris, selaku Kepala Subdinas Penerangan Umum TNI-AU.


Lantas, mengapa latihan pilot Jet Tempur ini harus di pindahkan ke dini hari..?. Berikut penjelasannya
  1. Kondisi lalu-lintas udara pada dini hari biasanya tidak terlalu padat. Sehingga para pilot akan lebih leluasa untuk melatih kemampuannya dalam mengendari burung besi ini.
  2. Melatih para pilot agar bisa terbang dalam kondisi apapun, termasuk pagi, siang maupun malam hari.
  3. Kearifan Lokal untuk menghormati pilot yang sedang melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan,. Karena biasanya siang hari mereka puasa, terus malamnya sholat terawih. Jadi latihan di laksanakan pada dini hari.
“Ada juga kemaren yang menanyakan, kenapa harus boros-boros bahan bakar hanya karena ingin membangunkan orang Sahur, keadaannya bukan seperti itu, jadi hanya perubahan jam latih pilot saja” Jelas Muhammad Yuris. “Tujuan intinya adalah latihan rutin namun efek sampingnya seperti membangunkan orang Sahur...siapa tahu para pilot ini juga mendapatkan pahala yang berlipat kan..”sambungnya.


Tradisi berlatih pada dini hari sekaligus membangunkan orang untuk beribadah Sahur ini sudah di mulai sejak 2017 silam. Dan setiap tahunnya banyak sekali permintaan dari masyarakat. 

Jenis pesawat jet tempur yang di gunakan untuk lapithan para pilot ini adalah jet tempur jenis F-16 dan T-50. Kedua jet tempur ini memang kebanggaan dari personal TNI-AU. Jenis latihan yang di lakukan oleh para pilot ini adalah : latihan Approaching yang kemudian langsung bermanufer Go di atas runway. Ketika melakukan manufer Go para pilot ini menggunakan teknik AfterBurner, hal inilah yang mengakibatkan banyak warga yang mendengar suara seperti menggelegar, “Itu memang suaranya sangat keras sekali” terang Yuris.


Pesawat –pesawat jet tempur ini memang terbang khusus lebih rendah ke wilayah ruang udara masyarakat, sehingga terdengar cukup keras oleh warga yang akan melakukan ibadah makan Sahur. Kegiatan ini merupakan salah satu cara bagi TNI-AU untuk mendekatkan diri kepada masyarakat. Terutama bagi mereka yang sedang melaksanakan ibadah puasa. (Yanuar Yudha)

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad