Virus Corona Di Indonesia : Seorang Menteri Positif, Gulung Karpet Masjid, Hingga Lockdown Kota Surabaya...? - Kabar Surabaya

Breaking

Sunday, March 15, 2020

Virus Corona Di Indonesia : Seorang Menteri Positif, Gulung Karpet Masjid, Hingga Lockdown Kota Surabaya...?

Virus Corona Di Indonesia : Seorang Menteri Positif, Gulung Karpet Masjid, Hingga Lockdown Kota Surabaya...?


Kabar Surabaya - Eksistensi Virus Corona yang menyerang Indonesia sudah memasuki episode baru. Serangannya semakin banyak memapar ke banyak orang dan beberapa di antaranya mengakibatkan kematian. Bahkan di antaranya adalah petugas medis yang menagani Virus Corona itu sendiri.



Kabar terbaru yang dirilis oleh juru bicara pemerintah untuk penanganan Virus Corona covid-19 Achmad Yurianto semakin membuat masyarakat semakin was-was. HIngga saat ini telah ada 96 orang di Indonesia yang terjangkit oleh virus yang asalnya dari Kota Wuhan - Tiongkok ini. Sedangkan 5 orang telah dinyatakan meninggal dunia, termasuk diantaranya adalah petugas medis yang setiap harinya menangani penderita Virus Corona ini.

Sampai saat ini ada delapan provinsi yang kawasannya sudah memiliki pasien dengan dengan positif Virus Corona. Delapan provinsi tersebut adalah Banten, Sulawesi Utara, Kalimantan Barat, Bali, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakaeta (DIY).



Untuk menangani dahsyatnya Virus Corona ini, Presiden Joko Widodo juga telah membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019. Gugus Tugas ini dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 7 tahun 2020 yang ditandatangani pada hari Jum'at (13/03/2020). Tim ini nantinya akan bertanggung jawab langsung kepada Presiden Republik Indonesia  Joko Widodo.  

Kabar mengejutkan juga dirilis oleh pemerintah pada hari Sabtu (14/03/2020) lalu. Salah satu anggota kabinet Indonesia 2020 telah dinyatakan positif Virus Corona. Menteri yang terkena paparan Virus Corona ini adalah Menteri Perhubungan Republik Indonesia Budi karya Sumadi. Beliau dinyatakan sebagai pasien positif Corona dengan nomor 76.



Hingga saat ini masih belum diketahui bagaimana beliau bisa terkena oleh paparan Virus Corona ini. Namun hal ini disinyalir karena tugasnya sebagai menteri yang harus berkunjung ke banyak tempat.

Pada awalnya, beliau di rawat di RSPAD Gatot Subroto, namun sejak di temukan gejala sesak pada pernafasan, pemeriksaan langsung dilakukan secara intensif hingga di temukan adanya Virus Corona dalam tubuhnya. Namun kondisi terakhir, saat ini sudah ada perkembangan yang lebih baik.

Antisipasi Virus Corona juga dilakukan dengan sangat cepat di Kota Pahlawan. Saat ini Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini juga tengah menginstruksikan kepada jajarannya untuk malakukan pembersihan secara teratur pada tempat ibadah seperti Masjid, Musholla, Gereja dan tempat ibadah lainnya.



Para Lurah menyarankan agar seluruh tempat ibadah melipat karpet yang digunakannya untuk sementara waktu. Hal ini semata-mata untuk memudahkan proses pembersihan virus dengan penyemprotan cairan pembunuh kuman pada lantai tempat ibadah.

Anjuran dari orang nomor satu di Kota Surabaya ini rupanya ditanggapi dengan cepat. Saat ini semua tempat ibadah di Kota Surabaya sudah mulai menggelar ibadah tanpa karpet. Hal ini seperti yang dilakukan oleh warga Kampung Sereh Rungkut Barata Surabaya. 



Heri Susianto selaku Ketua RW 3 Rungkut Menanggal  telah menyampaikan hal tersebut kepada takmir Masjid Al-Muslimun yang ada di wilayahnya. Dan mulai kemarin, semua karpet masjid telah digulung dan jama'ah di himbau untuk membawa sajadah sendiri dari rumah. 

Beberapa hari lalu, Gubenur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga diketahui tengah membahas melakukan rapat terbatas bersama OPD terkait. Salah satu pembahasannya adalah potensi Kota Surabaya yang akan dilakukan prosedur Lockdown. Hal ini guna mencegah penularan Virus Corona agar tidak semakin meluas.



Prosedur semi lockdown juga tengah dilakukan di DKI Jakarta dan Kota Solo. kedua Kota ini tengah meliburkan siswa sekolah hingga dua pekan mendatang.

Namun, akhirnya Gubenur Jawa Timur Khofiah Indar Parawansa tidak jadi melaksanakan protokol Lockdown untuk Kota Surabaya. Tetapi orang nomor satu di Provinsi Jawa Timur ini tetap menganjurkan lokasi wisata dan lokasi pendidikan mempunyai perangkat yang memadai guna mendeteksi Virus Corona ini. Seperti halnya thermal gun dan beberapa perangkat lainnya. (Yanuar Yudha)

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad