Pemeriksaan Virus Corona Masih Gratis !!! - Kabar Surabaya

Breaking

Friday, March 20, 2020

Pemeriksaan Virus Corona Masih Gratis !!!

Pemeriksaan Virus Corona Masih Gratis !!!

Kabar Surabaya -  Dalam suatu kesempatan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pernah mengungkapkan kepada publik kalau pemeriksaan Virus Corona di Kota Pahlawan ini gratis. Jika ada warga Kota Surabaya yang mengalami gejala-gejala sakit seperti gejala sakit akibat Virus Corona bisa langsung memeriksakan diri ke Rumah Sakit Airlangga (RSUA), semua biaya akan dtanggung oleh Pemkot Suabaya, alias Gratis.


Ucapan dari Wali Kota Risma inilah yang akhirnya membuat banyak warga mendatangai RS.Unair guna memeriksakan kondisi kesehatannya. Saking banyaknya, akhirnya pihak RSUA membatasi hanya 100 orang pasien per-hari. 

Akhirnya beberapa keluhan mulai muncul saat para pasien yang memeriksakan diri ke Rumah Sakit Unair ini ternyata tetap di tagih biaya pemeriksaan, atau tidak mendapatkan biaya gratis. Biayanya ternyata juga tidak murah, bahkan bisa mencapai jutaan rupiah.



Saat ini juga tengah beredar di masyarakat, beberapa paket pengobatan Virus Corona atau Covid-19 yang dikeluarkan oleh pihak rumah sakit Unair. Dalam surat yang memiliki nomor : 721/UN3.9.1/TU/2020 tersebut menerangkan bahwasannya dengan adanya pendemik Virus Corona (Covid-19) di Indonesia dan adanya pelayanan pemeriksaan Covid-19 di Rumah sakit Airlangga. maka dengan ini pihak Rumah Sakit Unair membeberkan tarif paket pemeriksaan Covid-19 di RS.Unair

Rumah Sakit Unair ini memiliki 5 paket pemeriksaan yang bisa dipilih oleh masyarakat, yaitu :


A. Paket Lengkap
Paket lengkap ini mematok tarif sebesar Rp 2.775.600, kegiatan pemeriksaannya meliputi:
1. Pendaftaran
2. Konsultasi Dokter Spesialis
3. Swab PCR COVID-19
4. DL
5. X-Ray

B. PAKET A
Paket A ini mematok tarif sebesar Rp 2.644.800, kegiatan pemeriksaannya meliputi:
1. Pendaftaran
2. Konsultasi Dokter Spesialis
3. Swab PCR COVID-19
4. X-Ray

C. PAKET B
Paket lB ini mematok tarif sebesarRp 2.412.000, kegiatan pemeriksaannya meliputi:
1. Pendaftaran
2. Konsultasi Dokter Spesialis
3. Swab PCR COVID-19

D. PAKET C
Paket C ini mematok tarif sebesar Rp 903.600, kegiatan pemeriksaannya meliputi:
1. Pendaftaran
2. Konsultasi Dokter Spesialis
3. DL
4. X-Ray

E. PAKET D
Paket D ini mematok tarif sebesar Rp 540.000, kegiatan pemeriksaannya meliputi:
1. Pendaftaran
2. Konsultasi Dokter Spesialis


Begitu surat keterangan muncul diberbagai media sosial, banyak netizen yang mengaku kaget dengan adanya paket pengobatan dan biaya-biaya yang ada. Beberapa komentar beragam muncul dari netizen atas adanya biaya ini.

"Lhealah tibakno akhire yo mayar sisan,"


"jarene Gratis, wes emboh lah..."

"Selamat datang di dunia Kapitalis, semua ujung-ujungnya Duit,"

Menanggapi hebohnya reaksi masyarakat akibat adanya surat edaran tersebut, akhirnya pihak Rumah Sakit Unair memberikan klarifikasinya. Lewat bagian Humasnya Rumah sakir milik Universitas Airlangga tersebut menyatakan kalau surat edaran yang memuuat heboh di kalangan masyarakat itu adalah HOAX. 


Setelah surat edaran tersebut dinyatakan sebagai HOAX, lantas apakah pemeriksaan Virus Corona ini benar-benar gratis...?.

Untuk menjawab kebingungan masyarakat ini, akhirnya Kepala Dinas Kesehatan, Febria Rachmanita memberikan penjelasannya. Masyarakat tetap akan mendapatkan biaya pemeriksaan Covid-19 secara GRATIS. namun harus ada persyaratan yang dipenuhinya. 


Persyaratan tersebut adalah :
  1. Warga Ber-KTP asli Surabaya
  2. Termasuk golongan Orang Dalam Pemantauan (ODP), ODP disini berarti pasien pernah kontak dengan orang yang telah dinyatakan positif Corona, atau pernah bepergian ke negara yang terjangkit.
  3. Sudah memiliki gejala awal,  terindikasi Covid-19
Orang dengan kondisi diatas akan mendapatkan pemeriksaan secara Swab (mengambil specimen lendir dari kerongkongan atau hidung). Dalam hal ini Pemkot Surabaya bekerjasama dengan Rumah sakit Unair. jadi semua biayanya di tanggung oleh Pemkot Surabaya. Biaya tes Swab yang ditanggung Pemkot ini setara dengan Rp1.560.000. 


Hasil tes Swab dari ODP ini kemudian akan keluar hasilnya, jika hasilnya dinyatakan positif Corona atau ODP ini memiliki gejala yang mirip dengan penderita Corona, maka biaya Swab tersebut di atas akan di tanggung oleh Pemkot Surabaya. lalu status ODP ini akan berubah menjadi PDP (Pasien Dalam Pengawasan)

Namun jika ada ODP yang ingin memeriksakan kondisi dirinya secara mandiri ke RS.Unair dan tidak ada gejala untuk menjadi PDP, maka biaya pemeriksaannya akan ditanggung sendiri. 


Menurut Febri, pasien yang merasa memiliki gejala awal menderita Corona bisa melakukan pemeriksaan awal di Rumah Sakit atau Puskesmas manaupun. Dalam tahap ini biayanya bisa dicover oleh BPJS ataupun aseransi swasta lainnya. 

Apabila dari tahap awal ini ditemukan gejala mengarah ke Corona, maka rumah sakit atau puskesmas akan melakukan rijukan ke RS.Unair. Biaya pemeriksaan di RS.Unair inilah yang kemudian di cover oleh Pemkot Surabaya. 

Setelah di nyatakan positif Corona, maka segala biayanya akan ditanggung oleh Pemerintah pusat hingga pasien dinyatakan sembuh 100%. (Yanuar Yudha)

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad