Virus Corona Di Indonesia : Melarikan Diri Dari Karantina, Pembatalan CFD, Hingga 4 Orang meninggal Dunia - Kabar Surabaya

Breaking

Saturday, March 14, 2020

Virus Corona Di Indonesia : Melarikan Diri Dari Karantina, Pembatalan CFD, Hingga 4 Orang meninggal Dunia

Virus Corona Di Indonesia : Melarikan Diri Dari Karantina, Pembatalan CFD, Hingga 4 Orang Meninggal Dunia

Kabar Surabaya - Saat ini wabah Virus Corona telah menjadi wabah dunia. Ribuan orang telah dinyatakan terinfeksi dari seluruh dunia. Virus Corona ini juga berhasil membuat banyak dunia menjadi lumpuh. Sebut saja Itali maupun China yang telah melakukan lock down untuk mencegah penularan virus ini lebih jauh. 



Di Indonesia sendiri, saat ini telah ada 69 orang yang telah dinyatakan positif terkena serangan dari Virus Corona ini. Para pasien ini tersebar di beberapa rumah sakit dan telah menjalani pemeriksaan penuh oleh petugas medis. Namun pemerintah masih tetap merahasian identitas dan lokasi dimana para pasien tersebut di rawat. Mirisnya diantara 69 orang tersebut, terdapat 2 anak balita berusia dua tahun dan tiga tahun.

Dari total 69 orang yang telah dinyatakan positif corona ini, ternyata sudah ada empat orang yang dinyatakan meninggal dunia. Para penderita tersebut adalah pasien (WNA) nomor 25 yang telah berusia 53 tahun, Pasien kasus 35 seorang perempuan berusia 57 tahun, Pasien kasus 36 seorang wanita juga yang berusia 37 tahun serta Pasien kasus 50, seorang pria yang berusia 59 tahun.



Kasus terbaru yang menghebohkan dari penanganan pasien Corona ini adalah kaburnya salah satu pasien positif corona dari ruang karantina. Pasien yang melarikan diri ini adalah salah satu pasien yang dikarantina di RS. Persahabatan Jakarta.

Pasien yang berprofesi sebagai pelayan ini merasa dirinya tidak menderita corona. Sehingga saat dikarantina di RS Persahabatan, dirinya malah takut tertular viris corona dari pasien yang lainnya. Oleh karena itu pasien ini melarikan diri saat diduga dijemput oleh keluarganya. Pasien ini melarikan diri secara diam-diam melalui pintu masuk RS Persahabatan.



Pasien yang melarikan diri dari RS Persahabatan ini merupakan warga DKI Jakarta dan saat ini pemerintah masih melakukan pelacakan kembali untuk kemudian di evakuasi.

Antisipasi akan penyebaran Virus Corona ini juga dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya. Pemerintahan dibawah Wali Kota Tri Rismaharini mulai hari Minggu besuk akan meniadakan event Car Free Day (CFD) di seluruh Kota Surabaya. CFD ini biasanya berlokasi di Taman Bungkul, Jalan Kertajaya, Jalan Tunjungan, Jalan Kembang Jepun dan Jalan Jemur Andayani.



Kegiatan CFD ini akan di non-aktifkan terlebih dahulu sampai batas waktu yang belum ditentukan. Rupanya penundaan ini juga berasal dari masukan para dokter. Dan nanti kegiatan CFD akan di buka kembali apabila ada konfirmasi dari para dokter.

Peniadaan CFD ini bertujuan untuk menghindari berkumpulnya kerumunan orang banyak, guna mencegah penularan Virus Corona lebih luas lagi ke masyarakat. Meskipun saat ini di Kota Surabaya belum ada yang dinyatakan positif Corona, namun hal ini merupakan antisipasi yang cukup baik untuk dilakukan.



Tidak hanya event CFD yang mengalami penundaan, namun Pemkot juga akan mempertimbangkan event-event yang lainnya juga. Namun perkembangannya akan terus di evaluasi dan tidak semua event akan ditunda pelaksanaannya. 

Ketua Penyakit Infeksi New Emergingdan Re-Emerging Dr,Soetomo, Sodarsono mengungkapkan, bahwasannya Corona atau Covid-19 mempunyai masa penularan dalam waktu tertentu. Nanti ada masanya dimana penularan tersebut mulai berkurang dan menghilang. 

Salah satu sebabnya bisa jadi karena faktor cuaca. Hal ini seperti virus SARS, Flu Burung dan lain sebagainya yang mempunyai masa-masa tertentu, baik penularannya dan kapan berhentinya.Hanya saja karena covid-19 ini tergolong baru, maka masih diperlukan lagi penelitian mengenai masa-masa tersebut. (Yanuar Yudha)      

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad