"Suasana Gelora Bung Tomo Saat Itu Sangat Mencekam" - Kabar Surabaya

News

Thursday, February 21, 2019

"Suasana Gelora Bung Tomo Saat Itu Sangat Mencekam"

"Suasana Gelora Bung Tomo Saat Itu Sangat Mencekam"

Kabar Surabaya - "Saat itu saya baru saja sampai ke lokasi parkir mobil, dari dalam mobil saya melihat ada sedikit kepulan asap dari kejauhan, entah mengapa tiba-tiba mata ini terasa perih, baru saya sadar kalau kepulan asap itu adalah semburan dari gas air mata" jelas Firdaus, kontributor Kabar Surabaya.

Sebagaimana telah di laporkan sebelumnya, bahwasannya pada hari Sabtu (16/02/2018) telah di laksanakan pertamdingan antara tim Persebaya Surabaya melawan tim Pesinga Kabupaten Ngawi. Pertandingan ini di selenggarakan Home Base Persebaya Surabaya, yaitu di Gelora Bung Tomo (GBT) yang berada di kawasan Benowo Surabaya. Pertandingan tersebut sangatlah enak untuk di tonton. Bahkan dalam pertandingan ini Persebaya Surabaya berhasil unggil dengan angka yang cukup telak, yairu 8-0.



Suasana di dalam stadiun juga cukup kondusif. Menurut panitia pelaksana (Panpel), jumlah penonton yang hadir saat itu adalah sebanyak 35ribuan orang. Dari parameter ini, sebenarnya sudah bisa di tebak kalau suasana bakalan kondusif. Persebaya menang cukup telak, jumlah penonton tidak memenuhi stadion (kapasitas Stadion Gelora Bung Tomo adalah 55ribu penonton) serta tidak ada tanda-tanda kerusuhan baik di dalam maupun di luar stadion yang cukup megah ini.

Hingga peluit terakhir di bunyikan suasana terlihat sangat kondusif. para Bonek mania sangat menikmati atmosfer pertandingan ini. Mereka terlihat sangat rindu akan penampilan tim Bajol Ijo ini, hal ini di karenakan mereka terakhir melihat penampilan Persebaya adalah pada saat bertanding melawan PSIS Semarang tahun lalu.

Waktu itu, banyak penonton yang masih duduk di tribun meskipun pertandingan telah usai dan para pemain sudah masuk ke dalam kamar ganti. Saya sendiri baru keluar setelah 15menit peluit di bunyikan. Sengaja menunggu pintu keluar supaya agak longgar. Ketika akan keluar melalui gate, saya melihat hal yang tidak biasa, yaitu keluarnya iring-iringan truk Brimob berisikan anggota keamanan yang tadinya bertugas untuk menjaga keamanan. Biasanya anggota pengamanan ini keluarnya paling akhir setelah para Bonek terlihat meninggalkan lokasi.



Saya juga memperhatikan bahwa para anggota Brimob ini terlihat masih muda, tidak seperti yang lalu-lalu. Biasanya pada pertandingan terdahulu yang di tugaskan untuk pengamanan adalah anggota Brimob yang tidak terlalu muda seperti ini.

Setelah sampai di parkiran mobil, dari kejauhan saya melihat kepulan asap putih, saya berfikir itu hanyalah petasan atau flare yang di nyalakan para Bonek. Namun tiba-tiba mata terasa perih, saat itu juga saya sadar kalau kepulan itu adalah asap dari Gas Air Mata. Setelah masuk ke dalam mobil, saya langsung membasuh muka dengan menggunakan air mineral yang saya bawa.

Langit sudah gelap ketika saya melajukan mobil. Di depan ternyata tampak iring-iringan truk Brimob yang akan membuka jalur untuk melintas. Terdengar raungan truk tersebut untuk meminta jalan. namun tindakan tersebut justru memancing kemarahan para Bonek Mania. Hal ini bisa di maklumi, karena saat itu jalur keluar masih sangat padat dan macet. Hal inilah yang kemudian memicu terjadinya kerusuhan di depan Stadion Gelora Bung Tomo.



Suasana saat itu sangatlah mencekam. Bahkan saat itu terlihat ada salah satu Bonek mania yang tergeletak dengan perban di kepalanya, di sampingnya terdapat anggota PMI yang menolongnya. Dari kejauhan saya juga mendengat teriakan para Bonita (Bonek Wanita). Ini benar-benar suasana yang di luar kebiasaan, biasanya pihak Brimob tidak berlaku demikian terhadap Bonek.

Sesampainya di rumah, saya menerima kabar kalau kericuhan ini juga terjadi di kawasan Romo Kalisari. Saya juga menerima kabar kalau ada beberapa korban yang harus di bawa ke rumah sakit akibat kericuhan ini. Saya juga menerima kiriman vidio dari kericuhan ini melalui timeline facebook. Ini benar-benar di luar kebiasaan dan harusnya tidak perlu terjadi.



Namun saya akhirnya bisa sedikit lega, karena pada  hari Senin (18/02/2018), Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan mengadakan pertemuan dengan para Koordinator Bonek di sebuah tempat makan. Isi dari pertemuan tersebut adalah Pihak Kepolisian mengaku bersalah dan akan melakukan evaluasi terhadap kejadian kemarin. Pihak Kepolisian juga menyesalkan terjadinya kericuhan yang menimbulkan korban dan berjanji untuk membantu semua biaya korban akibat peristiwa kemarin. 

Semoga kedepannya peristiwa ini tidak terjadi lagi. Hal ini akan sangat merugikan semua yang berkecimpung di dunia sepak bola. Image yang telah di bangun, bahwa sepakbola adalah tontonan keluarga yang aman dan nyaman bisa sirna akibat kejadian ini. (Yanuar Yudha)     

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad