Wali Kota Risma Bahas Masalah Lockdown Bersama Para Stakeholder - Kabar Surabaya

Breaking

Tuesday, March 17, 2020

Wali Kota Risma Bahas Masalah Lockdown Bersama Para Stakeholder

Wali Kota Risma Bahas Masalah Lockdown Bersama Para Stakeholder

Kabar Surabaya - Pemerintah Indonesia secara resmi telah mengumumkan, bahwasanya hingga saat ini pasien yang dinyatakan positif Virus Corona te;ah berjumlah 134 orang. Sementara itu yang telah meninggal berjumlah 5 orang dan yang telah di nyatakan sembuh 100% berjumlah 8 orang. Data ini jelas menunjukkan perkembangan yang sangat mengerikan, karena seriap harinya jumlah pasien yang dinyatakan positif bisa meningkat sekitar 20 orang.


Akibat ganasnya serangan Virus Corona ini, beberapa kota di dunia seperti di Wuhan China, ataupun di Italia akhirnya memberlakukan prosedur Lockdown. Prosedur Lockdown ini dilakukan dengan menutup suatu kota yang di anggap sebagai pusat penyebaran virus, atau menutup kota untuk melindungi kota itu sendiri dari serangan Virus Corona yang lebih luas.

Bagaimanakan dengan Indonesia...?. Hingga saat ini Provinsi DKI Jakarta adalah provinsi terbanyak yang ditemukan kasus pasien yang dinyatakan positif Virus Corona. Bahkan salah satu menteri kabinet Presiden Jokowi juga dinyatakan positif terkena serangan Virus Corona ini. Hal ini membuat semua anggota kabinet, termasuk Presiden Jokowi akhirnya menjalani pemeriksaan Virus Corona. Meskipun demikian, DKI jakarta tetap tidak memberlakukan prosedur Lockdown terhadap kotanya. 


Baru-baru ini di Kota Solo terdapat satu warga Kabupaten Magetan yang meninggal akibat serangan Virus Corona ini. Rupanya Virus Corona ini juga sudah menular ke istrinya yang saat ini dinyatakan positif Virus Corona. Meski demikian Kota Solo ini akhirnya hanya menyematkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk kotanya agar bisa maksimal dalam menangani serangan Virus Corona.

Pada Senin (16/03/2020) kemarin Wali Kota Malang menyatakan akan memberlakukan prosedur Lockdown terhadap kotanya. Beberapa lokasi wisata favorit warga Kota Surabaya seperti Sengkaling Jatim Park, dan Selecta sudah ditutup untuk sementara waktu. Wali Kota Malang Sutiaji juga menegaskan bahwa per-hari Rabu mendatang Kota Malang benar-benar akan ditutup total. Tidak boleh ada orang yang keluar atau masuk ke Kota Malang. bagi pendatang pada hari Selasa akan di pulangkan.

Namun akhirnya kebijakan ini di anulir, dengan mengatakan bahwa ini hanya berlaku untuk Aparatur Sipil Negara (ASN). Yaitu Kota Malang tidak menerima kunjungan ASN dari luar kota maupun ASN Kota Malang juga tidak boleh berkunjung ke luar kota.

Kota Surabaya sendiri tidak akan memilih opsi Lockdown untuk mengatasi penularan Virus Corona ini. Hal ini ditegaskan oleh Wali Kota Risma dalam Rapat Koordinasi yang dilakukan di Graha Sawunggaling Pemkot Surabaya. Pada Rapat Koordinasi ini Pemkot Surabaya mengundang seluruh stakeholder yang ada di Kota Pahlawan ini, seperti Pengusaha Mall, Perusahan transportasi, pemilik tempat hiburan, pengelola hotel dan berbagai stakeholder lainnya.


Ada keunikan tersendiri tyang terlihat pada rapat koordinasi tersebut.Semua tamu undangan yang hadir diwajibkan memakai handsanitizer terlebih dahulu, lalu diberikan masker kesehatan satu-persatu. Selain itu para tamu undangan juga mendapatkan minuman wedang pokak (jamu) yang terbuat dari rempah-rempah untuk bekal minum saat rakor tersebut. Tempat duduk semua peserta rakor juga diberikan jarak minimal satu meter antara peserta satu dengan peserta lainnya.

Dalam rakor tersebut dengan tegas Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menolak jika Surabaya akan menjalani prosedur lockdown. Wali Kota Risma berranggapan bahwa resiko lockdown akan labih besar daripada serangan Virus Corona itu sendiri. 


Hal ini dikarenakan status Lockdown akan menutup semua akses keluar masuk kota Surabaya. Dampaknya, kebutuhan bahan pokok akan meningkat dan menjadi rebutan. Sehingga harga barang semakin mahal. Nantinya akan ada banyak toko, kantor dan usaha yang akan tutup. Padahal banyak karyawannya yang membutuhkan uang untuk menyambung hidup.

Dampak ekonomi inilah yang sangat ingin dihindari oleh Wali Kota Risma. "Kalau kita lakukan lockdown, ekonomi pasti jatuh, tidak semua orang mempunyai gaji bulanan," terang Wai\li Kota Risma. "Banyak yang bekerja namun gajinya harian, terus kalau kita lockdown, mereka tidak akan bisa mencari nafkah, resiko ini jauh lebih besar," sambungnya.


Untuk itulah, Wali Kota Risma akhirnya mengimbau para stakeholder yang hadir pada pertemuan ini guna membuat suatu protokol pencegahan Virus Corona. Hal ini seperti yang telah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dengan melakukan pindai suhu tubuh dan mewajibkan tangannya untuk dibasuh dengan handsanitizer saat akan masuk ke fasilitas milik Pemkot Surabaya.

"Jadi, mari kita buat protokol pencegahan Virus Corona  yang di sesuaikan dengan kondidi lingkungan masing-masing," pesan Wali Kota Risma kepada para undangan. (Yanuar Yudha)  

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad