Waspada..!11 Surabaya Darurat Jambret, 2 Hari Berturut-Turut Ada Kejadian Dengan Kerugian Jutaan Rupiah - Kabar Surabaya

Breaking

Thursday, November 19, 2020

Waspada..!11 Surabaya Darurat Jambret, 2 Hari Berturut-Turut Ada Kejadian Dengan Kerugian Jutaan Rupiah


Waspada..!11 Surabaya Darurat Jambret, 2 Hari Berturut-Turut Ada Kejadian Dengan Kerugian Jutaan Rupiah

 

Kabar Surabaya -  Saat Pemilihan Walikota (Pilwali) akan digelar pada 9 Desember mendatang, suhu politik di Kota Surabaya ini mulai terasa naik. Sali adu argument hingga lapor-melapor mewarnai ketegangan politik yang ada. Namun bukan hanya tensi politik saja yang naik, rupanya tensi kejahatan juga mulai terasa naik. Terutama kejahatan yang terjadi dijalan umum seperti halnya Penjambretan,

 

Naiknya tensi kejahatan Penjambretan ini bisa dilihat dalam semingguan ini. Selama dua hari berturut-turut, Kota Surabaya telah diacak-acak oleh pelaku penjambretan. Tidak tanggung-tanggung, kerugian karena aksi jambret selama dua hari ini saja sudah mencapai jutaan rupaiah. Tentu hal ini sangatlah merugikan masyarakat yang setiap harinya harus beraktifitas di jalan raya. 

 


Kejadian penjambretan di Kota Surabaya ini mulai terjadi pada hari Selasa (17/11/2020) malam. Saat itu, pasangan suami istri Hayu Ambar Wulan (29) dan suaminya bernama Udin (32) sedang mengendarai motor Honda Supra. Mereka baru saja pulang dari Gresik menuju kerumahnya yang ada dikawasan Dukuh Bangkal- Sambikerep Kota Surabaya.

 

Sekitar pukul 22.00wib mereka sudah sampau di kawasan margomulyo. Saat itu kondisi jalanan memang agak lengang dan cenderung sepi. namun kedua pasutri tersebut memang kerap melewati jalur tersebut sepulangnya dari Gresik, sehingga mereka tidak memiliki firasat apapun, 

 

Namun saat mereka berdua sampai didepan pabrik Japfa, entah dari mana datangnya, tiba-tiba dari arah kiri, muncul dua orang pemuda yang mengendarai motor Yamaha Vixion. Tanpa diduga pemuda yang berada diboncengan tersebut langsung menarik tas yang dibawa oleh Hayu dengan keras. Sempat terjadi tarik-menarik antara Hayu dengan pelaku jambret.namun karena kaget dan kalah tenaga, akhirnya Tas cangklong tersebut langsung berpindah tangan ke pelaku.

 

Usai mendapatkan tas yang menjadi incarannya, kedua pelaku jambret tersebut langsung tancap gas melarikan diri. Hayu mengaku kalau didalam tas tersebut ada uang cash sebesar 1.5 juta rupiah dan HP miliknya. Totoal kerugian yang dialaminya mencapai 5 juta rupiah. 

 

Setelah kejadian penjambretan dikawasan Surabaya Barat, kejadian yang sama terilang lagi keesokan harinya, yaitu pada hari Rabu (18/11/2020) pagi. Aksi penjambretan ini menimpa seorang Guru Besar ITS 10 November Surabaya yang sedang melakukan gowes pada pukul 06.00wib. Seperti biasanya beliau selalu mengambil rute  dari Bulak Timur, lalu berputar ke arah rumahnya di Kawasan Sutorejo

 

Saat itu Profesor Udisubakti Ciptomulyono, selaku Guru Besar Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem ITS ini sedang berhenti sejenak didepan pintu masuk Kenpark Kenjeran. Beliau bermaksud untuk mengecek pekerjaannya melalui handphone yang dibawanya. Sejenak beliau berkonsentrasi untuk menyelesaikan pekerjaannya sebelim kembali melanjutkan kegiatan gowesnya.

 

Namun sayangnya kesempatan tersebut malah mengundang dua orang pelaku Penjambretan untuk melancarkan aksi kejahatannya. Dengan cepat, pelaku yang berusia masih cukup muda ini langsung saja menjambret handphond dan dompet milik profesor.

 


Mengetahui kedua barang milikny berpindah tangan, Profesor Udisubakti tidak tinggal diam, beliau langsung melakukan pengejaran dengan menggunakan sepeda anginnya. Namun apa daya penjambret yang terlihat tidak mengenakan hlm ini ternyata melaju kencang dan tidak bisa terkejar lagi.

 

Kedua kejadian ini tentu saja membuat pihak kepolisian untuk bekerja lebih ekstra lagi. karena penjambretan semalam dua hari berturut-turut ini tentu saja membuat masyarakat semakin was-was. Terutama bagi mereka yang sedang beraktifitas dijalan raya.  Harapannya, pihak Kepolisian lebih sigap lagi dalam melakukan pengamaman wilayah, terutama untuk kawasan pinggiran Kota Surabaya. (yyan)


No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad