Ayah Korban Pembacokan : Jangan Pulang Malam - Malam, Ini Malam Jum'at - Kabar Surabaya

Breaking

Sunday, November 29, 2020

Ayah Korban Pembacokan : Jangan Pulang Malam - Malam, Ini Malam Jum'at


Ayah Korban Pembacokan : Jangan Pulang Malam - Malam, Ini Malam Jum'at


Kabar Surabaya - Sampai saat ini semua siswa sekolah masih melakukan pembelajaran secara online. Hal ini dikarenakan pihak sekolah masih berhati-hati apabila akan menyelenggarakan pembelajaran secara tatap muka. Oleh karena itu, diharapkan para siswa ini tetap dirumah agar terhindar dari Virus Covis-19 yang masih menyerang Kota Surabaya. 

 

Namun, anjuran untuk "stay at home" rupanya belum sepenuhnya dipatuhi oleh anak-anak. Hal ini tampak dengan masih adanya anak-anak yang bisa keluar rumah dengan leluasa. Padahal keperluannya bukan untuk belajar, namun hanya untuk sekedar nongkrong di warkop atau tempat nongkrong lainnya. Parahnya, terkadang mereka bisa nongkrong di warkop sampai malam bahkan hingga dini hari. 

 


Hal inilah yang pada hari Jum'at (27/11/2020) lalu terjadi pada keluarga Marsuli. Warga Gembong Gang IV ini harus rela kehilangan putranya yang akhirnya diketemukan tewas dengan banyak luka bacok pada tubuhnya. Pria berusia 47 tahun ini benar-benar tidak menyangka kalau percakapan saat putranya minta ijin pada Kamis (26/11/2020) malam adalah pamit untuk selama-lamanya.

 

Saat itu dirinya masih ingat betul kalau hari Kamis malam, sekitar pukul 20.00wib, putranya yang bernama MR ijin berpamitan untuk nongkrong ke Warung Kopi. Saat itu pemuda berusia 16 tahun tersebut sempat meminta uang sebesar Rp10.000 untuk membeli jajanan di warkop. Pada waktu berpamitan Marsuli mewanti-wanti anak bungsunya agar tidak pulang terlalu malam. MR-pun menyanggupinya.

"Cong, jangan pulang terlalu malam, sekarang malam Jum'at. " Pesan Marsuli

 

Lewat pukul 22.00wib, perasaan marsuli Mulai tidak enak. Dilihatnya terus jam dinding yang ada diruang tamunya. Beliau masih menunggu MR yang tadi berjanji pulang tidak terlalu malam. Karena tidak kunjung pulang, akhirnya, sang Ibu menyusul ke warkop yang berada di gang sebelah (Jl. Gembong gang III). Ternyata MR masih ada di warkop dan berjanji pulang sebentar lagi.

 

Mendengar jawaban dari MR, sang Ibu akhirnya pulang kerumah. Siapa sangka, bahwa pertemuan san Ibu dan MR di warkop adalah pertemuan mereka yang terakhir. Karena hingga pukul Jum'at dinihari MR juga belum pulang ke rumah. Marsuli saat itu juga kager, setelah Sholat Subuh, dirinya mendapati kamar MR masih dalam keadaan kosong.

 

Ditengah kebingungannya, tiba-tiba ada anak kecil yang merupakan teman MR mendatangi rumahnya. Mereka kemudian menunjukkan sebuah foto yang ada di aplikasi Whatsapp sambil menjelaskan kalau MR berada di Jalasn Tembaan dan terkena luka bacok. 

 

Tanpa tunggu lama, Marsuli langsung menuju ke lokasi Jalan Tembaan. Setibanya disana dirinya harus menerima kenyataan kalau anaknya sudah tiada. Dirinya masih sempat melihat jasad anaknya yang terkapar diatas aspal dengan kondisi yang mengenaskan. Tubuhnya ditutupi oleh ranting dan daun. Terlihat banyak bekas darah mengering masih tampak disekitar jasad MT. 



Menurut Marsuli di tubuh anaknya terdapat luka sabetan senjata tajam mulai dari dada kiri hingga ke perut. Selain itu terdapat pula luka pada betis kiri dan belakang kepalanya. Sementara itu ditubuhnya banyak terdapat luka memar dan lebam. Melihat kenyataan ini Marsuli sangat berharap agar pihak Kepolisian bisa menangkap pelakunya. Dirinya mengaku memiliki foto-foto pada saat kejadian yang mungkin bisa menjadi petunjuk untuk mengungkap kasus kekerasan tersebut.

 

Kasus terbunuhnya MR ini masih dalam proses penyelidikan pihak Kepolisian. Unit Resmob dan Jatanras telah dtterjunkan untuk menguak kasus ini. Dugaan kuat, MR merupakankorban dari peristiwa tawuran antar remaja yang terjadi dijalan Tembaan Surabaya, tepatnya di depan gedung Bank BNI. (yyan) 


No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad