Walikota Surabaya Larang Anak-Anak Untuk Bermain Diluar Rumah Saat Peristiwa Ini Terjadi - Kabar Surabaya

Breaking

Thursday, October 1, 2020

Walikota Surabaya Larang Anak-Anak Untuk Bermain Diluar Rumah Saat Peristiwa Ini Terjadi


Walikota Surabaya Larang Anak-Anak Untuk Bermain Diluar Rumah Saat Peristiwa Ini Terjadi


Kabar Surabaya - Sebagaimana diketahui bersama pada Bulan November mendatang, Provinsi Jawa Timur khususnya Kota Surabaya akan mulai memasuki musim penghujan. Banyak pihak yang memprediksikan bahwa musim penghujan di Bulan November nanti akan datang dengan intesnsitas yang cukup tinggi. Oleh karena itu, diharapkan masyarakat sudah bersiap untuk menghadapinya dengan baik. Harapannya tentu saja, dengan persiapan yang baik, segala musibah yang akan terjadi bisa diminimalisir.

 

Dalam menghadapi musim penghujan ini, Pemerintah Kota Surabaya benar-benar tidak mau kecolongan. Hal ini bisa dilihat dari masifnya pengerukan dibeberapa sungai yang ada di Kota Pahlawan ini. Setiap harinya tampak alat berat yang bekerja mengeruk lumpur dari dasar sungai dan dibawa oleh dump truk ke lokasi pembuangan lumpur.

 

Selain pengerukan sungai, Wali Kota Surabaya juga telah mengeluarkan Surat Edaran secara khusus. Surat Edaran dengan nomor 360/8809/436.8.4/2020 ini berjudul Peningkatan Kewaspadaan Menghadapi Musim Penghujan. Dalam Surat Edaran ini Wali Kota Risma meminta peran aktif dan dukungan dari berbagai elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan upaya persiapan guna menyambut datangnya musim penghujan ini.

 

Surat Edaran Wali Kota Risma ini dengan tegas memerintahkan Camat dan Lurah untuk rnelaksanakan pengecekan terhadap kelayakan bangunan, normalisasi saluran air, tanaman. dan instalasi listrik yang terpasang pada fasilitas umurn di wilayahnya masing-masing. Dengan pengecekan ini harapannya musibah seperti pohon roboh, saluran yang meluber atau buntu karena sampah serta rumah yang roboh karena angin kencang bisa dihindari sedini mungkin.

 

Selain itu PT. PLN (Persero) juga diminta untuk segera melaksanakan pembersihan dan perawatan gardu listrik yang ada serta, melakukan perantingan pohon yang mengganggu kabel listrik, khsusnya yang ada di jalur utama. Dengan ini Pemkot berharap tidak akan terjadi gangguan listrik yang diakibatkan oleh terjadinya konsleting akibat rimbunnya pohon yang ada di sekitar kabel listrik. 

 

Para fasilitator lingkungan seperti Ketua RT, Ketua RW dan Ketua LPMK juga mendapatkan mandat dari Surat Edaran Walikota Surabaya tersebut untuk menggalang masyarakat guna melaksanakan kerja bhakti. Kerja bakti ini difokuskan untuk membersihkan semua saluran air. perbaikan gorong-gorong dan perantingan ranting pohon yang sudah terlalu rimbun. 

 

Masyarakt juga diimbau untuk melakukan pengecekan instalasi listrik yang ada dirumah masing-masing. Apabila ada kabel listrik yang rusak harap langsung diganti untuk mencehag terjadi konsleting listrrik, Selain itu pengecekan juga dilakukan pada talang air dan atap rumah agar tidak terjadi kebocoran.

 

Apabila terjadi hujan, jangan biarkan anak-anak bermain diluar rumah. Pastikan mereka tetap tinggal di dalam rumah hingga hujan reda. Bagi yang beraktifitas saat hujan, hindarirnernegang/bersandar pada tiang listrik. PJU ataupun traffic light. Hal ini untuk menghindari tterjadinya sengatan arus listrik pada saat terjadi konsleting. Hindari juga berteduh di bawah pohon, papan reklame maupun bangunan yang rapuh. Karena berpotensi roboh saat terkena hujan yabg disertai oleh angin kencang

 

Bagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai agar meningkatkan kewaspada an terhadap datangnya arus deras maupun luapan air. Hindari melakukan aktivitas seperti: mandi, herenang. mencuci. buang air. menjaring/memancing ikan, dan lain-lain. Apabila terjadi keadaan darurat, segera hubungi Command Center dengan Call Center 112 (bebas pulsa) untuk penanganan lebih lanjut.(yyan)


No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad