Banyak Warga Sebar Uang Tunai Saat Tradisi Udik-Udik'an Di Kawasan Kenjeran Surabaya - Kabar Surabaya

Breaking

Friday, October 30, 2020

Banyak Warga Sebar Uang Tunai Saat Tradisi Udik-Udik'an Di Kawasan Kenjeran Surabaya


Banyak Warga Sebar Uang Tunai Saat Tradisi Udik-Udik'an Di Kawasan Kenjeran Surabaya


Kabar Surabaya - Pada hari Kamis (29/10/2020) lalu semua umat Muslim di seluruh dunia memperingati hari Kelahiran nabi Muhammad SAW. Perayaan kelahiran Nabi Muhammad ini dalam kalender Islam, jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal atau yang disebut juga sebagai tahun Gajah. Biasanya, perayaan Maulid Nabi Muhammad ini diperingati dngan cara yang unik dan disesuaikan dengan tradisi di daerah masing-masing. 

 

Salah satu tradisi yang cukup unik dalam merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW juga dimiliki juga oleh Kota Surabaya. Tradisi ini bernama Udik-Udik'an dan dilakukan sehari sebelum hari Maulid Nabi Muhammad SAW. Tradisi yang sudah dilakukan secara turun-temurun ini berupa pawai akbar yang diikuti oleh ratusan orang. Biasanya mereka berkeliling dengan membawa ornamen-ornemen warna-warni yang canting dan berhubungan dengan hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW tersebut.

 


Tradisi Udik-Udikan ini diselenggarakan oleh warga Nambangan yang tinggal di Kampung Warna. Masyarakat di kawasan pesisir Pantai Kenjeran ini sangat antusias untuk menyambut perayaan Maulid Nabi Muhammad dengan penuh semarak. Pada hari Rabu Pagi, semua warga sudah mulai menghias kampungnya dengan memasang umbul-umbul bambu yang diberikan hiasan berupa kain kerudung. Umbul-umbul ini sebagai simbol dari panji-panji kebesaran Islam.

 

Selain umbul-umbul, warga Nambangan Bulak Cumpat ini juga menggantung beragam perabotan rumah tangga di depan rumah masing masing dan di masjid. Nantinya, perabotan rumah tangga ini akan diperebutkan oleh warga setelah acara perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW ini selesai. 

 

Kemeriahan dari acara ini terjadi pada sore hari, saat ratusan peserta kirab Maulid 1442H mulai diberangkatkan. Kirab ini diikuti oleh para santri dari Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) dan masyarakat dari wilayah Nambangan dan Bulak Cumpat. Seragam warna-warni dan ornamen yang dibawanya membuat kirab maulid ini menjadi tampak meriah.

 

Selain barisan para santri, Kirab maulid ini juga diwarnai olehberagam kendaraan hias, seperti halnya perahu yang berisi peranotan rumah tangga, makanan dan buah-buahan yang dibentuk seperti gunungan. Lalu ada kendaraan berbentuk onta yang sangat mirip dengan aslinya. Onta ini bisa menggerakkan kepalanya. 

 

Kirab Maulid ini tambah meriah, takkala sebagian warga ada yang berpartisipasi dengan membagikan lembaran uang dari lantai dua rumahnya. Sontak peserta kirab langsung berusaha merebut, lembaran-lembarang uang yang beterbangan tersebut. Hal ini merupakan bentuk syukur atas nikmat rejeki yang mereka peroleh selama ini. (yyan)         

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad