Akhirnya Rekomendasi PDIP Jatuh Kepada Eri Cahyadi Dan Armuji - Kabar Surabaya

Breaking

Wednesday, September 2, 2020

Akhirnya Rekomendasi PDIP Jatuh Kepada Eri Cahyadi Dan Armuji

Akhirnya Rekomendasi PDIP Jatuh Kepada Eri Cahyadi Dan Armuji

Kabar Surabaya - Perhelatan politik dalam pemilihan daerah serempak pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang memang sangat menarik untuk disimak. Kota Surabaya adalah salah satu kota yang akan menghelat Pemilihan Walikota (Pilwali) juga pada akhir tahun nanti. Pilwali Kota Surabaya ini memang menjadi isu yang sangat krusial pada akhir-akhir ini. Hal ini dikarenakan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sudah harus meninggalkan kursi L-1 nya, karena beliau sudah dua kali periode berturut-turut menjabat sebagai Walikota. 

Pada Hari Rabu (02/09/2020) siang ini, PDIP akhirnya memberikan rekomendasinya mengenai siapa yang akan menjadi calon pemimpin Kota Surabaya dalam lima tahun mendatang. Pengumuman rekomendasi PDIP mengenai siapakan jagoan yang hendak disiapkan dalam menghadapi Pilwali pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang memang sepertinya cukup rumit.

Saking rumitnya, pengumuman pemberian rekomendasi untuk Kota Surabaya ini sampai tertunda hingga empat kali. Penundaan yang terakhir, pada minggu lalu dikarenakan adanya gangguan koneksi jaringan internet yang terputus. 

Hingga akhirnya, rekomendasi PDIP untuk calon pemimpin Kota Surabaya pada periode mendatang diumumkan dan dibacakan langsung oleh Puan Maharani-Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Politik pada pukul 14.30wib tadi. Rekomendasi ini ternyata jatuh kepada Eri Cahyadi ST, MT dan Ir. H. Armuji, M.H. 

Nama Eri Cahyadi memang sangat santer dikabarkan akan mendapatkan rekom dari PDIP sejak jauh-jauh hari. Hal ini dikarenakan kedekatannya dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Jika memang nanti Eri Cahyadi kelak terpilih menjadi Wali Kota surabaya maka beliau akan memiliki rekam jejak jalur yang sama dengan Wali Kota Risma, yaitu sama-sama berasal dari internal Pemerintah Kota Surabaya (Bappekko).

Pasangan Eri Cahyadi dan Armuji ini sekilas mirip dengan pasangan Wali Kota Risma dan Bambang D.H saat mencalonkan diri pada periode yang lalu. Sosok Eri Cahyadi yang berasal dari brokrasi dan sudah mengetahui mengenai seluk beluk kebirokrasian di Kota Surabaya tentu menjadi modal kuat untuk menjadi Wali Kota Surabaya mendatang. Sedangkan Armuji sendiri adalah kader asli dari PDIP yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Timur. 

Dengan terpilihnya duet Eri Cahyadi dan Armuji ini, maka gugur sudah peluang beberapa nama lain yang sempat muncul untuk mencoba mencalonkan diri menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya melalui jalur PDIP. Nama - nama tersebut adalah : Anugerah Ariyadi (mantan anggota DPRD Surabaya), , Fandi Utomo (mantan anggota DPR RI),, Whisnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Sutjipto Joe Angga (pengusaha), dan Chrisman Hadi (seniman). 

Lalu ada, Sri Setyo Pertiwi (pengusaha), Laksda TNI (Purn) Untung Suropati, , Edy Tarmidy (politisi PDI-P)Warsito (mantan anggota DPRD Surabaya), Gunawan (pengusaha), Mega Djadja Agustjandra (pengusaha)Dwi Astutik (Muslimat NU), , dan Lia Istifhama (fatayat NU). 

Kemudian ada juga nama Achmad Wahyuddin (pengusaha), Dyah Katarina (anggota DPRD Surabaya), Ony Setiawan (aktivis), Haries Purwoko (pengusaha), dan Ahmad Nawardi (anggota DPD). 

Dengan diumumkannya duet Eri Cahyadi dan Armuji ini, maka sudah ada dua calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya yang akan bersaing untuk mendapatkan tiket menuju ke Balai Kota Surabaya. Karena sebelumnya telah ada Mahcfud Arifin dan Mujiaman yang telah memantapkan diri untuk maju dalam Pilwali Kota Surabaya pada 9 Desember 2020 mendatang. (yyan)

1 comment:

  1. This is a great post; it was very edifying. I look ahead in reading more of your work.
    design agency San Francisco

    ReplyDelete

Post Bottom Ad