Warkop Surabaya Ini Sediakan Wifi dan Es Teh Manis Gratis Bagi Siswa yang Belajar Ditempatnya. - Kabar Surabaya

Breaking

Monday, July 20, 2020

Warkop Surabaya Ini Sediakan Wifi dan Es Teh Manis Gratis Bagi Siswa yang Belajar Ditempatnya.


Kabar Surabaya - Situasi pandemi COVID-19 seperti ini tentunya tidak akan mudah bagi siapapun juga. Dengan kondisi ekonomi yang serba sulit seperti ini, kebutuhan masyarakat juga semakin banyak. Apalagi saat tahun ajaran baru seperti ini, kebutuhan anak sekolah-pun semakin besar. Mulai dari pembayaran seragam, pembelian buku, pembayaran uang gedung dan lain sebagainya. Apalagi saat metode pembelajaran Virtual seperti ini. Orang tua masih dibebani oleh biaya kuota pulsa internet dan pembelian gadget yang harganya juga tidak bisa dibilang murah.


Kondisi ini rupanya mengundang keprihatinan dari salah satu pemilik Warung Kopi (Warkop) di Kota Surabaya. Warkop Pitulikur yang berada di jalan Bagong Tambangan Surabaya ini berinisiatif memberikan space khusus bagi anak usia sekolah yang ingin belajar secara virtual. Di sini para siswa yang sekolah ini tidak diharuskan memberli makanan atau minuman yang dijual. Mereka malah mendapatkan sajian berupa teh manis dan penggunaan Wifi unlimited secara gratis.

Husin Ghozali atau yang biasa dipanggil Cak Cong ini memang prihatin dengan kondisi anak-anak yang harus belajar secara daring ini. Karena tidak semua orang tua bisa memfasilitasi kuota internet bagi anaknya. Apalagi harga kuota internet juga terkadang sangt mahal bagi sebagian orang. Hal inilah yang kemudian mendorongnya untuk memberikan fasilitas khusus bagi siswa sekolah di tempat usahanya. 

Namun Cak Cong juga mempunyai aturan khusus bagi mereka yang mau belajar di tempat usahanya. Cak Cong memberikan syarat anak-anak ini tidak boleh meng-akses game selama proses belajar di tempatnya. Mereka juga diharuskan membawa perlengkapan sekolah yang dibutuhkan, seperti buku maupun seragam sekolah.

Jadi jangan heran kalau di warkop Pitulikur ini setiap paginya ada beberapa anak sekolah yang duduk di sudut khusus. Untuk protokol kesehatan Warkop Pitulikur juga telah mewajibkan para pengunjung termasuk siswa sekolah ini untuk mencuci tangannya sebelum masuk ke warkop. Masker juga harus dikenakan saat tidak sedang makan/minum. Prinsip jaga jarak juga di terapkan dengan mengatur posisi duduk siswa sekolah ini.


Satu hal yang sangat dilarang oleh Cak Cong secara keras adalah merokok. Karena menurutnya bagaimanapun mereka masih dibawah umur, jadi tidak boleh merokok. Dengan fasilitas ini cak Cong berharap agar anak-anak tidak merasa kesulitan lagi untuk belajar meskipun di tengah pandemi COVID-19.

Apabila banyak warkop di Kota Surabaya bisa memberikan fasilitas seperti yang Cak Cong lakukan maka bisa dipastikan anak-anak ini bisa tetap belajar tanpa harus keluar biaya yang sangat mahal untuk pembelian kuota internet. Tentunya protokol kesehatan juga harus dipatuhi dengan baik agar bisa menjaga keselamatan bersama. (yyan)
*gambar hanya ilustrasi

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad